• Techno
  • 5 Podcast Indonesia Ini Bisa Jadi Teman Seru Buat Lo yang Kesepian

5 Podcast Indonesia Ini Bisa Jadi Teman Seru Buat Lo yang Kesepian

Tue, 21 April 2020
Seorang pria tampak sedang memakai headphone

Menemani lo beraktivitas atau sedang work from home, berikut beberapa rekomendasi podcast yang menghibur sekaligus juga bermanfaat yang bisa lo dengarkan. Ada yang penuh lelucon dan gelak tawa, ada yang serius dan banyak informasi, dan ada juga yang berbau mistis. Pilih sesuai dengan mood lo hari ini.

 

Rapot: RezaAnkaRadhiniAbigail Potkes

Para personil Rapot Podcast tampak berfoto dengan seru

Podcast rekomendasi pertama yang patut lo dengar ini punya daya tarik humor yang sederhana namun tetap relatable sama kehidupan lo sehari-hari. Jangan kaget kalau tiba-tiba lo jadi tertawa-tertawa sendiri saat mendengar salah satu episode dari Rapot.

Obrolan di dalamnya diramaikan oleh nama-nama yang barangkali sudah nggak asing lagi buat lo yang suka dengar radio. Ada Reza Chandika, Anka Tama, Radhini, dan Natasha Abigail yang bahasannya bisa menyentuh topik-topik lawas khas anak 90-an. Leluconnya juga selalu renyah dan cocok untuk menemani hari-hari lo biar lebih ceria.

 

Thirty Days of Lunch

Potret Ario Pratomo dan Fellexandro Ruby pendiri dan host Thirty Days of Lunch

Thirty Days of Lunch ini salah satu podcast yang sudah mengudara cukup lama, sejak 2018 di kanal streaming Spotify. Digagas oleh Fellexandro Ruby dan Ario Pratomo, konten podcast yang satu ini banyak sekali isinya. Seperti namanya, informasi yang lo dapat benar-benar ‘mengenyangkan’.

Lingkup hal-hal yang dibahas di sini juga beragam ya, Bro. Mulai dari obrolan seputar karir, topik finansial, investasi, sampai soal konten dan digital marketing juga dibahas di sini. Dalam setiap episodenya, Fellexandro dan Ario banyak berdiskusi dengan narasumber lain yang memiliki spesialisasi berbeda pula. Kini, Thirty Days of Lunch sudah memasuki season keduanya di Spotify.

 

Podluck Podcast

Poster episode Podluck Podcast yang memotret narasumber; Diela Maharanie dan Inez Tiara

Buat lo yang suka bahasan seputar dunia seni, ilustrasi, film, musik, dan sastra, lo harus coba dengar Podluck Podcast. Podcast yang adalah bagian dari event planner untuk kegiatan berbasis seni, Catalyst Art, ini sudah mulai mengudara sejak tahun 2017 dan masih terus aktif hingga sekarang.

Salah satu episode yang menarik dari Podluck adalah episode “Manajemen Seni, Jejaring, dan Pasar Seni Rupa [KRDR]”. Lo jadi tahu seluk beluk pasar seni dalam episode ini, bagaimana jejaring komunitas pekerja seni saling tolong, dan menciptakan ekosistem di antara mereka.

 

MLDPODCAST

Poster MLD Podcast dengan potret Gerald Situmorang memegang gitar di atas panggung

Kalau yang satu ini isinya berbagai macam konten insightful yang dikemas apik menjadi suguhan yang cocok untuk menemani lo saat beraktivitas. Dipandu oleh dua host, Ryo Wicaksono dan Reza Alqadri, lo akan mendengarkan seluk beluk musik tanah air dan cerita mengenai kegokilan para narasumber. Bukan sembarang narasumber, tetapi musisi-musisi ternama. Sebut saja Club Eighties, Jevin Julian, dan The Panturas.

Nggak ada habisnya, lo bisa dengerin podcast ini sekarang juga di sini. Tanpa ribet ataupun bayar, lo bisa ikut keseruan para host dan narasumber. Terasa seperti lagi ngobrol santai sama mereka, Bro!

 

Do You See What I See

Rizky Ardi Nugroho, pemilik kanal podcast horor Do You See What I See

Sebagai penutup, rekomendasi terakhir ini khusus buat lo yang suka dengar cerita-cerita horor. Ya, benar sekali. Rizky Adi Nugroho atau lebih dikenal dengan panggilan Mizter Popo mulai berbagi cerita horor lewat podcast Do You See What I See sejak tahun 2018 akhir. Penggemarnya? Jangan ditanya, Bro. Banyak banget!

Pada episode awal Rizky berbagi cerita tentang pengalaman horor yang dialami sang ayah. Konten pilot ini justru viral dan disambut hangat oleh para penggemar cerita horor tanah air. Selanjutnya, Rizky membuka alamat e-mail khusus dimana siapa saja, termasuk lo, bisa merekam cerita horor lo sendiri untuk diunggah ke podcast-nya.

Bagaimana, bro? Banyak podcast Indonesia yang seru buat didengar, kan?

 

 

Sources: Jenius, IDN Times, Cosmopolitan

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys