• Techno
  • Google Cabut Lisensi Android Huawei

Google Cabut Lisensi Android Huawei

Wed, 29 May 2019

Kalau Apple punya iOS, maka Google punya Android. Nggak seperti Apple yang iOS-nya eksklusif hanya untuk produk-produk buatan mereka, Google memberikan izin kepada sejumlah brand smartphone untuk menyematkan OS Android pada perangkat mereka. Salah satunya adalah Huawei. Sayangnya, pada pertengahan Mei 2019 lalu Google memutuskan untuk mencabut lisensi Android dari seluruh perangkat Huawei. Ada apa?

Menindaklanjuti peraturan pemerintah AS

Keputusan ini ternyata merupakan tindak lanjut Google terhadap peraturan pemerintah Amerika Serikat (AS). Huawei dilarang membeli komponen-komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah. Larangan ini disampaikan sendiri oleh Presiden AS, Donald Trump. Ia melarang penggunaan perangkat telekomunikasi Huawei oleh perusahaan-perusahaan AS.

Larangan tersebut juga berlaku bagi 68 bisnis lain yang masih berafiliasi dengan Huawei. Kalau Huawei masih ingin menggunakan komponen teknologi dari perusahaan AS, mereka harus mendapatkan izin dulu dari pemerintah AS.

Huawei cuma bisa menggunakan Android versi publik

Nggak hanya kehilangan lisensi Android, Huawei juga nggak akan bisa lagi mengakses layanan utama Android buatan Google. Contohnya adalah Gmail atau App Store. Brand teknologi asal Tiongkok ini bahkan juga nggak lagi mengantongi akses aplikasi yang membutuhkan Play Services Framework.

Namun, walaupun sudah kehilangan lisensi, Huawei masih bisa menggunakan Android versi publik atau Android Open Source Program (AOSP). Akibat hal ini, lo jadi nggak bisa mengakses aplikasi-aplikasi buatan Google pada perangkat Huawei. Yes, termasuk akses menuju Play Protect yang berfungsi sebagai inti dari layanan Google Android. Hal ini tentunya membuat para pengguna Huawei kecewa, Urbaners.

Nggak hanya Google yang memutus lisensi dengan Huawei

Ternyata Google bukan satu-satunya perusahaan yang memutus lisensi dengan Huawei. Produsen chipset ternama, Intel dan Qualcomm, dikabarkan juga telah memutuskan lisensi mereka dari Huawei. Sama seperti Google, Intel dan Qualcomm pun melakukan hal tersebut demi mematuhi peraturan pemerintah AS.

Masih belum tahu bagaimana langkah Huawei selanjutnya untuk mengatasi kasus ini. Buat lo para pengguna Huawei, apa sekarang lo bakal beralih menggunakan perangkat lain?

 

Source: Tirto.id

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id