• Techno
  • Google Home Terjual 6 Juta Buah Sejak Oktober 2017

Google Home Terjual 6 Juta Buah Sejak Oktober 2017

Thu, 11 January 2018
Google Home Terjual 6 Juta Buah Sejak Oktober 2017

Urbaners, sebagai perusahaan multinasional Amerika Serikat yang memfokuskan diri dalam menciptakan jasa dan produk Internet, Google ternyata masih terus berinovasi dalam mengembangkan produk-produk canggihnya. Salah satunya adalah Google Home. Sejak diperkenalkan pada pertengahan bulan Mei tepatnya di penyelenggaraan festival Google I/O 2016, Google Home masih menjadi salah satu perangkat canggih yang kehadirannya banyak diminati masyarakat dunia.

 

Google Home bukan speaker biasa

Pada dasarnya Google Home ini merupakan perangkat mirip speaker Bluetooth, tapi yang membuatnya jadi berbeda adalah kemampuan menerima perintah berupa suara dari si pengguna. Google Home ini juga bisa dihubungkan dengan perangkat internet lain yang ada di rumah. Jadi, kalau sebelumnya lo cuma bisa melihat kemampuan asisten pribadi virtual Tony Stark, Jarvis, di dalam film Iron Man, maka Google Home ini hadir dalam kehidupan nyata.

 

Apa aja yang bisa dilakukan dengan Google Home?

Selain untuk perangkat hiburan, baik sebagai pemutar musik maupun film, Google Home ini dibekali teknologi yang terintegrasi dengan semua produk Google, seperti Gmail, Google Calendar, Weather, YouTube, bahkan mesin pencari Google. Nggak heran kalau Google Home bisa menjawab pertanyaan seputar perkiraan cuaca. Bahkan, perangkat ini juga bisa menyalakan lampu kamar yang terintegrasi dengan sistem rumah pintar Nest Labs, keren kan?

 

Penjualan Google Home

Meski telah diperkenalkan sejak 2016, Google Home baru dijual secara masal pada Oktober 2017 lalu. Harga yang dibanderol untuk sebuah perangkat Google Home Mini adalah sebesar 29 dolar atau setara dengan 370 ribuan rupiah, sedangkan untuk ukuran lebih besar baru mulai dipasarkan pada pertengahan bulan Desember 2017 dengan harga $399, yaitu sekitar Rp. 5 jutaan.

Menariknya, selama libur akhir tahun kemarin, tercatat lebih dari 6 juta unit Google Home berhasil terjual melalui situs Amazon. Meskipun tidak tertulis secara rinci perangkat mana yang lebih diminati masyarakat, apakah Google Home berukuran mini atau yang lebih besar, perusahaan ini tetap mendulang keuntungan melalui perangkat canggih yang dibuat ini.

Perusahaan teknologi yang berbasis di Silicon Valley ini tentu cukup menjanjikan produk teknologi yang semakin canggih baik di masa kini maupun yang akan datang. Google Home adalah salah satu wujud nyata terciptanya perangkat canggih yang sebelumnya hanya bisa ditemukan di dalam film. Urbaners, apakah berminat untuk memiliki sebuah Google Home?

 

 

Source: theverge.com

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys