• Techno
  • Kegagalan YouTube Rewind 2018 Internasional

Kegagalan YouTube Rewind 2018 Internasional

Wed, 12 December 2018
Kegagalan YouTube Rewind 2018 Internasional

Sudah jadi agenda tahunan YouTube buat merilis video YouTube Rewind sebelum pergantian tahun. Di tahun 2018 ini YouTube Rewind diunggah tanggal 7 Desember lalu. Beragam reaksi muncul setelah menyaksikan rilisan tahun ini. Unfortunately, reaksi yang paling dominan adalah reaksi negatif. Lo bisa lihat dari banyaknya angka dislike pada video ini.

Apa alasan di balik kegagalan YouTube Rewind tahun ini? Cari tahu jawabannya di sini daripada lo penasaran!

 

Banyak momen yang hilang

Banyak momen yang hilang

Sebenarnya kalau lo perhatikan cuitan-cuitan netizen di Twitter, bisa ditebak kalau penyebab gagalnya YouTube Rewind kali ini adalah banyaknya momen yang nggak dimunculkan. Beberapa konflik seru yang jadi perhatian viewers YouTube adalah perseteruan Logan Paul dengan Briton KSI hingga momen berantem PewDiePie dan T-Series.

Netizen juga mengeluhkan banyak creator nggak terkenal yang justru tampil di video YouTube Rewind 2018. Keberadaan aktor ternama, Will Smith sebagai feature di video ini juga nggak membantu banyak. Angka dislike hingga tanggal 10 Desember 2018 bahkan sudah mencapai 6,8 juta poin.

 

Konsep besar yang nggak jelas

Beberapa pendapat lain justru menuduh konsep YouTube Rewind 2018 ini nggak matang. Potongan scene yang ada terlalu loncat-loncat dan nggak punya kesatuan yang utuh. Misalnya adegan pertama yang mengambarkan Will Smith sedang berkhayal soal game Fortnite. Tiba-tiba scene berpindah dan menampilkan sejumlah creator dalam bus terbang.

Benang merahnya emang ada di Ninja yang populer sebagai streamer Fortnite. Di bus terbang tadi, Ninja berperan jadi supir. Sayangnya semua hubungan yang ada di YouTube Rewind ini terkesan dipaksakan. Viewers bisa merasakan kalo ide buat YouTube Rewind kali ini masih setengah matang dan belum layak tampil.

 

Banyak creator kecewa?

Banyak creator kecewa?

Ternyata nggak cuma penonton yang kecewa sama YouTube Rewind 2018. YouTube creator yang jadi bintang buat video ini juga melayangkan protes. Beberapa nama besar seperti PewDiePie bahkan mengeluarkan roasting video. Creator bernama asli Felix Kjellberg ini bahkan upload reaction video sesaat setelah YouTube Rewind 2018 dirilis.

PewDiePie “menuduh” beberapa nama bisa muncul bukan karena konten mereka. YouTuber Gabbie Hanna disebutnya bisa mendulang dana untuk donasi karena “berani dan uang”. Well, rasanya tema “Everyone Controls Rewind” cuma berlaku buat beberapa orang aja ,ya.

Kalau menurut Urbaners sendiri gimana nih YouTube Rewind tahun ini?

 

 

Source: NZ Herald

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id