• Techno
  • Mengapa TikTok Dapat Menjadi Valuable Startup?

Mengapa TikTok Dapat Menjadi Valuable Startup?

Wed, 05 December 2018
Mengapa TikTok Dapat Menjadi Valuable Startup?

Urbaners, mungkin lo sudah nggak asing lagi sama aplikasi bernama TikTok. Ya, aplikasi ini menjadi sensasi utama di kalangan remaja. Termasuk di Indonesia. Namun, ada hal yang perlu lo ketahui tentang aplikasi ini. Salah satunya adalah keberhasilannya menyabet predikat sebagai startup paling valuable tahun 2018. Bahkan keberadaannya sempat menggeser Uber hingga SpaceX.

 

Sempat Geser Uber

Sempat Geser Uber

Mungkin nama Bytedance selama ini belum banyak orang mengenalnya. Perusahaan asal Cina ini merupakan pemilik dari aplikasi TikTok. Baru-baru ini perusahaan tersebut sempat membuat gempar dunia teknologi digital. Bagaimana tidak Urbaners, perusahaan pemilik TikTok ini baru saja mendapatkan kucuran dana senilai 3 miliar dolar atau setara dengan Rp 45.5 triliun dari Softbank. Pinjaman inilah yang membuat TikTok jadi salah satu startup paling valuable di dunia. Selain menggeser Uber, TikTok juga pernah menggeser Airbnb hingga SpaceX.

Jika melansir dari laman The Verge pada 27 Oktober 2018 lalu, Bytedance kini memiliki nilai sebesar 75 miliar dolar. Jumlah ini jelas merupakan nilai yang fantastis. Bahkan angka ini sempat menggeser Uber yang selama ini diprediksi bakalan menjadi startup paling valuable. Namun, anggapan tersebut pupus ketika TikTok mendapat kucuran dana besar itu. Uber sendiri hanya sebesar US$ 72 miliar. Memang, terlihat selisih tidak cukup jauh namun memiliki arti tersendiri bagi startup asal Cina tersebut.

 

Bakal Bersaing dengan Media Sosial Favorit di Amerika

Bakal Bersaing dengan Media Sosial Favorit di Amerika

Apa yang menjadikan TikTok menjadi perusahaan yang valuable adalah kemampuan perusahaan menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan fitur pengenalan wajah bagi penggunanya. TikTok pun kini semakin menjadi salah satu aplikasi paling hits di dunia setelah menggandeng Musical.ly dan Douyin. Bahkan kini di Amerika Serikat sedang terjadi persaingan antara TikTok dengan media sosial favorit Amerika Serikat sebelumnya. Sebut saja seperti Facebook, Instagram, Snapchat, dan YouTube.

Persaingan tersebut semakin terlihat pada September dan Oktober lalu. Melansir dari The Verge, kini TikTok memiliki pengguna lebih dari setengah miliar masyarakat di dunia. Di Amerika sendiri, TikTok diunduh hampir sebanyak 80 juta kali. Ini tidak terlepas dari dukungan publik dan tokoh di Amerika Serikat sendiri seperti Jimmy Fallon.

Itu dia Urbaners, kenapa TikTok jadi salah satu startup paling valuable tahun ini.

 

 

Source: The Verge

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys