• Techno
  • Mountable, Alat Komunikasi Tanpa Sinyal Bikinan Anak Bangsa

Mountable, Alat Komunikasi Tanpa Sinyal Bikinan Anak Bangsa

Mon, 13 May 2019
Mountable, Alat Komunikasi Tanpa Sinyal Bikinan Anak Bangsa

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh anak bangsa Indonesia. Kali ini dalam hal pengembangan alat komunikasi tanpa sinyal bagi para pendaki. Peranti tersebut adalah Mountable yang merupakan singkatan dari Smart Monitoring and Emergency System Using Internet of Things in Mountaineering Area. Bisa juga dikatakan sebagai sistem pemantauan, komunikasi, dan informasi di area tanpa sinyal seluler ataupun internet bagi para pendaki. Seperti apa keunggulan alat ini?

 

Hasil karya anak bangsa

Hasil karya anak bangsa

Mountable sampai kini menjadi satu-satunya penyedia jasa keselamatan dan keamanan dalam hal pendakian di tanah air yang memanfaatkan teknologi. Peranti ini dikembangkan oleh para peneliti di sivitas akademika Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Mereka adalah Yudha Dwiputra S.T; Valda Orchidea Zahwa S.T; Dr. Yohan Suryanto S. T., M.T; Prof. Dr. -Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M. Eng. Atas inovasinya ini, Mountable berhasil menyabet gelar medali emas di ajang Indonesian International Invention Festival 2019. Acara tersebut digelar pada 22-25 April di Malang, Jawa Timur.

 

Lebih canggih dari radio komunikasi lainnya

Lebih canggih dari radio komunikasi lainnya

Kalau dilihat lebih jauh, Mountable memiliki teknologi mumpuni yang cukup canggih. Pada dasarnya, teknologi yang digunakan berbasis internet of things (IoT). Beberapa di antaranya adalah sistem tracking tools, pemancar sinyal, website, hingga aplikasi. Semua sistem itu menggunakan jaringan yang disebut Long Range dengan cakupan luas.

Selain itu, baterai yang digunakan juga mampu bertahan hingga dua bulan. Kalau dibandingkan dengan HT atau walkie talkie maupun komunikasi radio lainnya, jelas alat ini lebih unggul, Urbaners. Apalagi Mountable sudah berbasis internet of things, membuat biaya operasionalnya lebih murah ketimbang komunikasi radio satelit.

 

Menjadi solusi bagi para pendaki

Mountable juga jadi solusi terbaik bagi para pendaki. Tercatat sistem Mountable sudah digunakan oleh 55 pendaki di tiap minggu dan telah sukses menjadi pendukung dalam misi penyelamatan 9 pendaki yang terjebak badai di Gunung Sumbing.

Hal tersebut dikarenakan Mountable punya fitur-fitur canggih yang ada di dalamnya. Mulai dari fitur penunjuk arah, tracking, dan monitoring pendaki. Begitu juga dengan fitur emergency system yang dapat digunakan saat kondisi buruk. Fitur lainnya adalah pendeteksi cuaca secara real-time dan group tracking untuk melacak keberadaan anggota dari grup yang terpisah.

 

Bangga rasanya mengetahui Indonesia punya inovasi alat komunikasi gunung terbaik seperti Mountable ini!

 

 

Sources: Goodnewsfromindonesia.id

6 YouTuber Dengan Penghasilan Terbesar Di Tahun 2019

Tuesday, December 31, 2019 - 13:17
PewDiePie memakai kaos hitam

Saat ini YouTuber semakin banyak lho, Urbaners. Bahkan makin banyak orang yang bercita-cita jadi YouTuber. Anak muda saat ini pun makin banyak yang membuat channel YouTube dan mengunggah vlog. Hampir setiap orang berusaha untuk menjadi content creator di YouTube. YouTube dianggap mampu menghasilkan banyak uang. Forbes bahkan merilis info YouTuber yang mendapat penghasilan paling besar di tahun 2019. Siapa sajakah mereka ini?

 

Dude Perfect

anggota Dude Perfect berfoto bersama memakai kemeja kotak-kotak

Channel Dude Perfect ternyata dimiliki oleh sekumpulan bapak-bapak lho, Urbaners. Mereka adalah Tyler Toney, Garret Hilbert, Cody Jones, Coby Cotton, dan Cory Cotton. Pria paruh baya tersebut membuat channel YouTube yang sering diisi oleh video mereka ketika sedang berolahraga dan bermain bowling. Mereka berhasil mendapatkan keuntungan dari YouTube sebesar 20 juta dolar AS. Bahkan mereka juga ditawari untuk dibuatkan acara TV di Nickelodeon. Keren juga ya bapak-bapak ini, Urbaners.

 

Rhett and Link

foto Rhett and Link

Duo komedian asal California, Amerika Serikat ini berhasil meraup pendapatan sebesar hingga 17,5 juta dolar AS, Urbaners. Mereka sering mengunggah video lucu yang mereka buat. Nggak hanya itu saja, mereka juga sering mengunggah lagu komedi hasil parodi mereka sendiri. Rhett and Link juga dikenal pintar membuat sketsa. Keren kan?

 

Preston

Preston dengan balon angka 10

Sebelum fokus membuat vlog, Preston memulai channel YouTube-nya dengan memainkan game Minecraft dan Call of Duty. Perubahan ini membuat jumlah subscriber-nya terus bertambah dari waktu ke waktu. Preston berhasil meraup keuntungan dari YouTube hingga mencapai jumlah 14 juta dolar AS. Sungguh sebuah pendapatan yang fantastis.

 

PewDiePie

PewDiePie di ruangannya sambil memakai headphone

Channel YouTube PewDiePie berisikan video permainan aksi dan horror. PewDiePie memiliki 102 juta subscriber di channel YouTube-nya. Di tahun 2019, PewDiePie mendapat keuntungan dari YouTube sebesar 13 juta dolar AS. Bahkan banyak para gamers menjadikannya sebagai inspirator dalam main game seru.

 

DanTDM

DanTDM memakai kaos warna hitam dengan poni lemparnya

DanTDM sering mengunggah video tentang game. Biasanya game yang sering dia mainkan adalah Fortnite dan Minecraft di channel YouTube-nya. Dia bahkan berhasil memenangkan penghargaan di Kids Choice Awards dan juga mencetak Guinness World Records. Kini, DanTDM berhasil meraup pendapatan sebesar 12 juta dolar AS dari video YouTube yang dia buat di channel-nya.

 

VanossGaming

Vanossgaming memakai kaos warna putih

Buat lo yang suka game, channel milik VanossGaming ini cocok banget buat lo tonton. VannosGaming sering mengunggah video tentang game terutama GTA V, Minecraft, dan game lainnya. Berkat video tutorial game tersebut, dirinya pun kini berhasil mendapatkan hingga 11,5 juta dolar AS.

 

Dari deretan di atas, ada nggak nih YouTuber favorit lo, Urbaners?

 

 

Source : IDN Times