3 Basecamp di Nepal yang Bisa Lo Kunjungi Sebelum ke Basecamp Terakhir Everest - MLDSPOT
  • Traveling
  • 3 Basecamp di Nepal yang Bisa Lo Kunjungi Sebelum ke Basecamp Terakhir Everest

3 Basecamp di Nepal yang Bisa Lo Kunjungi Sebelum ke Basecamp Terakhir Everest

Thu, 25 October 2018
3 Basecamp di Nepal yang Bisa Lo Kunjungi Sebelum ke Basecamp Terakhir Everest

Ada 2 cara untuk menuju ke Everest Basecamp, pertama lo harus mengeluarkan uang ratusan juta rupiah dengan cara naik helikopter ke ketinggian 5,380 kaki. Jika lo nggak mempunyai uang segitu banyaknya, lo bisa memilih jalur yang agak berat, yaitu jalan selama 14 hari. Nah, sebelum lo menuju ke Everest Basecamp, lo harus melewati beberapa basecamp terlebih dahulu. Jumlah basecamp ini sebenarnya cukup banyak dan kebanyakan adalah desa-desa kecil.

Nah, di sini akan dibahas 3 basecamp di Nepal yang bisa lo kunjungi sebelum menuju ke Everest Basecamp terakhir. Dari Everest Basecamp ini lo bisa menginap sekitar 2 bulan untuk melanjutkan sampai ke puncak Everest.

 

Namche

NamcheBasecamp atau tempat pemberhentian pertama yang paling terkenal di jalur pendakian Nepal adalah Namche. Dari Bandara Lukla, lo harus jalan selama 6 jam atau maksimal 8 jam jika lo mendaki santai. Di Namche, banyak pendaki Everest yang beristirahat selama 2-3 hari untuk menyesuaikan udara di ketinggian 3000 kaki, karena jika nggak terbiasa para pendaki bisa terkena altitude sickness yang sangat berbahaya bagi pendaki.

 

Tengboche

Tengboche

Selanjutnya ada Tengboche, basecamp terkenal di Everest yang merupakan salah satu tempat di jalur pendakian Everest yang mempunyai makanan dan minuman yang sangat lengkap. Biasanya para pendaki backpacker ataupun yang ikut bersama agen akan belanja kebutuhan selama 2 bulan ke depan di sini. Tengboche ini berada di ketinggian 3,800 kaki dan hanya memerlukan perjalanan sekitar 3-5 jam dari Namche.

 

Gorak Shep

Gorak ShepBasecamp terakhir sebelum lo mencapai Everest Basecamp adalah Gorak Shep. Dari Tengboche, total lo membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari untuk mencapai Gorak Shep. Di Gorak Shep terdapat danau beku yang sangat cocok untuk dijadikan objek foto. Selain itu ada pula 3 pondok yang bisa lo jadikan tempat istirahat sebelum mendaki ke Everest Basecamp.

Bagaimana, Urbaners, buat lo yang ingin mengunjungi Everest tetapi nggak mempunyai waktu dan uang yang cukup untuk sampai puncak, lo bisa mengunjungi beberapa basecamp di atas.

 

 

Source: wikivoyage.com

Pengin Jalan ke Museum? Coba Fitur Virtual Traveling Ini Bro!

Mon, 14 September 2020
traveling ke museum virtual

Perkembangan teknologi bisa jadi inspirasi tersendiri buat lo semua yang sudah rindu banget buat traveling tapi belum bisa dilakukan karena kondisi seperti ini yang tidak memungkinkan. Terlebih buat lo yang suka jalan-jalan ke museum, sekarang cara baru buat melakukannya, bro!

Kalau beberapa waktu lalu kita sudah bahas bagaimana kemungkinan adanya menikmati konser musik dengan konsep virtual reality – kali ini, dengan konsep yang hampir sama, bisa diterapkan juga buat lo yang mau jalan-jalan ke museum.

Terlebih buat di berbagai negara lainnya, yang mengakali pandemi ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin maju ini. Banyak museum di luar sana yang sudah memanfaatkan hal tersebut ditandai dengan terbukanya pintu museum secara virtual.

Lo bisa menikmati karya-karya seniman yang disimpan rapi di dalam museum hanya dari layer ponsel smartphone saja atau computer di mana lo berada. #MauLagiDimanapun lo tetap bisa jalan-jalan seru ke museum-museum.

Nah bagaimana di Indonesia sendiri? Perlu lo ketahui nih kalau setidaknya ada 4 museum atau galeri karya seni yang bisa lo datangi secara virtual. Penasaran di mana saja? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Virtual Traveling ke Biennale Jogja

virtual traveling museum biennale jogja 2020

Credit Image: goodnewsfromindonesia.id

Sudah menjadi wadah buat seniman lokal ataupun internasional buat berkarya, belajar dan berdiskusi terkait karya di bidang seni visual, dari tahun 1988, Biennale Jogja jadi tempat yang seru buat didatangi.

Bekerja sama dengan Google Arts & Culture, pagelaran seni yang prestis dari Biennale Jogja masih bisa lo nikmati secara virtual. Lo bisa langsung gas ke halaman utama websitenya buat menikmati hasil karya seni visualnya keren-keren.

 

Ciputra Artpreneur

Kurang lebih konsep dasarnya sama, bekerja sama dengan Google Arts & Culture, salah satu kolektor karya seni, Dr. Ir. Ciputra mempunyai Ciputra Artpreneur yang berisikan banyak sekali karya seni visual luar biasa indahnya. Lo bisa menikmati karya-karya luar biasa tersebut secara virtual.

 

‘Trajectory’: A Decade of Lawangwangi

Berlokasi di Bandung, melalui website ArtSociates lo bisa menikmati ‘Trajectory’ yang berisikan 10 karya dari 10 seniman lintas generasi yang karyanya benar-benar luar biasa. Di pameran ini, lo bisa menikmatinya dengan cara virtual.

 

Pameran #KilasBalik Selasar Sunaryo

Masih dari Bandung lagi, Selasar Sunaryo juga ikut memboyong karya-karya yang ada di dalamnya untuk bisa dinikmati secara virtual. Melalui pameran #KilasBalik, lo bisa menikmati kreasi-kreasi yang sebelumnya sudah pernah dipamerkan juga.

Tidak hanya kreasi-kreasi yang sudah ada saja, lo bisa melihat juga berbagai koleksi buku, katalog dan berbagai karya seni lainnya di dalam eksibisi tersebut. Secara virtual, karya-karya di sana bisa lo nikmati dari layar smartphone lo saja.

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai pameran dan museum yang menyediakan layanan kunjungan virtual, yang mana nih yang sudah lo rencanakan buat di datangi?

 

Feature Image – secretldn.com