3 Suku Pedalaman di Indonesia yang Masih Bisa Lo Lihat - MLDSPOT
  • Traveling
  • 3 Suku Pedalaman di Indonesia yang Masih Bisa Lo Lihat

3 Suku Pedalaman di Indonesia yang Masih Bisa Lo Lihat

Fri, 15 December 2017

Di tengah kehidupan kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, ternyata masih ada suku pedalaman yang hidup di Indonesia. Memang jumlah suku pedalaman di Indonesia ini sudah jauh berkurang daripada puluhan atau bahkan ratusan tahun yang lalu. Tetapi di tempat-tempat seperti Sulawesi, Sumatera, dan wilayah timur Indonesia, ternyata masih ada beberapa suku pedalaman yang masih bertahan hidup sampai sekarang.

Untuk lo yang penasaran dengan suku-suku pedalaman di Indonesia yang sampai sekarang masih bertahan, simak tiga suku pedalaman di Indonesia berikut ini.

 

Suku Samin

Suku Samin ini letaknya bukan di Sulawesi, Sumatera, atau timur Indonesia, melainkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Yup, lo masih bisa melihat suku pedalaman asli Indonesia di Pulau Jawa. Suku Samin ini ada di Indonesia sejak awal 1900-an dan mempunyai ajaran pokok tanpa kekerasan dan mencintai alam. Sampai sekarang, Suku Samin masih hidup sederhana di Blora dan Bojonegoro dengan mengandalkan hasil pertanian.

 

Suku Korowai

Suku Korowai adalah salah satu suku di Papua yang cukup terkenal bagi kalangan pecinta sejarah. Keunikan Suku Korowai adalah mereka tinggal di atas pohon dengan ketinggian mencapai 5-30 meter. Kehidupan Suku Korowai jika dibandingkan kota-kota lain di Papua sangat memprihatinkan, terutama masalah kesehatan. Sekarang di Papua sana sedang digalakkan bantuan kesehatan untuk orang Suku Korowai tanpa merusak budaya yang sudah ada.

 

Suku Laut

Yup, lo nggak salah dengar Urbaners. Di daerah Riau dan Batam, ternyata masih ada suku yang bermukim di pulau-pulau dan mengandalkan laut sebagai penghidupan utama. Suku Laut ini sudah ada sejak tahun 1700-an, bahkan Kerajaan Sriwijaya pernah bekerja sama dengan Suku Laut untuk bersatu mengusir penjajah yang ada di Selat Malaka. Sampai sekarang, lo bisa melihat peradaban Suku Laut di Kepulauan Riau, Pulau Tuju, dan Kepulauan Batam.

Dari total 1000 lebih jumlah suku di Indonesia, masih ada segelintir orang Indonesia yang menjunjung tinggi alam dan budayanya.

 

Source: shopback.com

Intip Keseruan di Moja Museum: Bulan Ini Terakhir, Bro!

Mon, 01 March 2021
Moja Museum

Di era new normal ini untuk mendapatkan sebuah hiburan emang bukan suatu hal yang gampang. Ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan – tapi di satu sisi, hiburan juga diperlukan buat menjaga kesehatan mental diri.

Semua syarat di era new normal ini adalah tetap mempertahankan protokol kesehatan dan jangan sampai lengah. Hal ini dilakukan demi keselamatan masing-masing. Mengingat udah banyaknya tempat yang mulai beroperasi dengan ketentuan new normal, apakah lo sudah pernah ke Moja Museum, bro?

Moja Museum merupakan sebuah instalasi seni yang menyajikan karya unik di setiap ruangannya. Rasanya kalau ke sini, pasti lo bakal terkagum-kagum dan pengen foto-foto di sini, deh!

Memiliki 14 ruangan dengan instalasi yang berbeda-beda, dijamin lo nggak akan bosen berada di dalam sini. Sayangnya, museum yang berlokasi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Pintu 8 sebelah utara ini hanya ada sampai akhir bulan ini.

Biar lo nggak kelewatan, lebih baik simak dulu informasinya mengenai Moja Museum di ulasan berikut ini, check this out!

Memiliki 14 Ruangan Instalasi Seni

Moja Museum

Credit image – Jendela360

Seperti yang udah disebutkan di atas – Moja Museum menyediakan 14 ruangan dengan tema yang berbeda-beda di setiap ruangannya dan punya keunikan tersendiri. Ruangan yang berada di lantai dua ini pasti akan membuat siapapun yang ke sini merasa takjub.

Tema dari 14 ruangan yang ada di sini pun beragam banget. Salah satunya adalah ruangan yang bertemakan ala-ala Charlie and The Chocolate Factory – yaitu Charlie and The Millenial Pink Candy Room. Cuma, di sini yang lo dapatkan adalah permen. Nantinya ketika baru masuk lo juga akan dikasih permen oleh petugasnya.

Selain itu, ada ruangan-ruangan lainnya yang nggak kalah keren – yaitu ruangan dengan bertemakan game Mario Bros, Pacman, dan ruangan Gravity yang menakjubkan. Lo nggak akan bosen kalo berkunjung ke Moja Museum ini deh, bro!

Selain menghadirkan 14 ruangan instalasi seni, Moja Museum juga menyediakan berbagai macam spot foto menarik yang bisa lo abadikan. Mulai dari pintu masuknya aja, pasti lo langsung pengen ngeluarin kamera deh, bro!

Bisa Main Roller Skate

Moja Museum

Credit image – Tempo

Kalau lo nggak tertarik dengan dunia fotografi, di Moja Museum lo bisa main roller skate. Mengingat nggak banyak tempat di Ibukota untuk bisa main roller skate, sepertinya untuk main di sini bisa jadi alternatif untuk lo menghilangkan penat.

Meskipun terkesan hanya sebuah museum, Moja Museum menghadirkan sesuatu yang beda. Di arena roller skate ini lo bisa berkeliling area museum dengan menikmati instalasi yang ada. Hal ini pastinya jadi pengalaman yang baru yang pastinya juga seru!

Nggak usah khawatir karena nggak punya roller skate, bro, karena di sini juga disediakan penyewaannya. Ada arena roller skate aja jarang, apalagi main roller skate sambil berkeliling instalasi?

Jam Operasional dan Protokol Kesehatan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas – Moja Museum berada di kawasan GBK, Senayan, tepatnya di Pintu 8, lo tinggal parkir kendaraan di GBK lalu berjalan kaki ke area Zona 8 GBK dan lo akan menemukan pintu berwarna biru bertuliskan “Moja Museum”.

Jam operasional dari Moja Museum sendiri terbagi menjadi tiga sesi – di setiap sesinya berdurasi 2,5 jam dan memiliki kapasitas pengunjung yang juga terbatas. Sesi pertama dimulai pada pukul 11.00 – 13.30, sesi kedua pukul 14.00-16.30, dan sesi terakhir pada 17.00 – 19.30.

Untuk harga tiketnya sendiripun dibagi menjadi dua – weekdays dan weekend. Dibanderol dengan harga Rp. 110.000 pada Senin-Jumat, dan untuk Sabtu & Minggu dan libur Nasional seharga Rp. 125.000.

Protokol kesehatan yang diterapkan di Moja Museum pun cukup ketat – selain mengharuskan untuk menggunakan masker dan berjarak fisik, di area Moja Museum pun lo nggak diperbolehkan untuk makan dan minum. Jadi, pastikan kalau ke sini lo mematuhi peraturan yang ada ya!

Setelah membaca betapa menariknya Moja Museum ini, apakah lo masih berpikir dua kali untuk datang ke sini, bro?

 

Feature image – Native Indonesia\