• Traveling
  • Cara Asyik Daur Ulang Sampah Ala Sustainism Lab Bali

Cara Asyik Daur Ulang Sampah Ala Sustainism Lab Bali

Thu, 18 April 2019

Sampah mungkin menjadi salah satu masalah serius di Indonesia yang butuh penanganan secara tepat, cepat, dan akurat. Terlebih untuk wilayah padat penduduk hingga kota-kota yang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan internasional. Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, Potato Head Bali membangun galeri pengelolaan sampah bernama Sustainism Lab. Penasaran seperti apa?

Upaya lanjutan dari peraturan Pemerintah Bali

Buat lo yang sudah sering wara-wiri ke Pulau Dewata, pastinya sudah nggak asing lagi dengan beach club yang ada di kawasan Pantai Seminyak ini. Diketahui setiap harinya Potato Head banyak dikunjungi wisatawan ini bisa menghasilkan sampah lebih dari 40 ton setiap bulannya. Pembangunan galeri pengelolaan sampah Sustainism Lab ini menjadi tindakan lanjutan setelah adanya peraturan Pemerintah Bali terkait sampah plastik. Bahkan pengunjung Potato Head sekarang dilarang menggunakan kantong plastik maupun bahan sekali pakai lainnya.

Punya peralatan canggih

Nggak setengah-setengah, pihak pengelola Potato Head bahkan sudah menyiapkan beragam peralatan canggih yang bisa mengolah sampah secara maksimal. Mulai dari pencacah plastik, mesin pencetak, dan lain sebagainya. Jadi, di dalam ruang serupa galeri ini, lo bisa menemukan hasil pengolahan sampah yang punya nilai ekonomis. Salah satunya plat yang dibuat dari campuran limbah plastik yang dipanaskan dan dicetak dan bakal digunakan sebagai bahan baku peralatan rumah tangga.

Pemisahan sampah dilakukan secara cermat

Sebelum diolah menggunakan peralatan canggih, sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan di Potato Head bakal dipisahkan sesuai dengan jenisnya. Beberapa kategori yang banyak ditemukan biasanya berupa sisa makanan, seperti buah dan sayur. Akan tetapi, ada juga sampah-sampah berupa kertas, plastik, hingga tisu dan kemasan aluminium foil. Melalui pemisahan sampah yang tepat, maka akan lebih menentukan sampah mana saja yang bisa didaur ulang dan mana yang harus diberikan kepada pihak pengolahan lainnya.

Pembangunan melibatkan seniman lokal

Menariknya, nggak hanya menciptakan Sustainism Lab yang digunakan untuk mendaur ulang sampah, Potato Head Bali juga menyediakan sejumlah instalasi seni yang sangat Instagramable. Bekerja sama dengan beberapa seniman lokal, di kawasan tersebut lo bisa menemukan rangkaian ombak yang dibangun dari 5.000 sandal jepit bekas dari limbah pantai. Pengelompokan sampah sesuai dengan gradasi warna yang eye-cactching semakin membuat spot foto ini banyak diburu pengunjung yang datang.

Urbaners, mengurangi pemakaian plastik dan ikut serta dalam proses daur ulang sampah tentu menjadi langkah kecil yang bisa lo lakukan demi menjaga kelestarian lingkungan. Jadi, kapan lo bakal berkontribusi secara aktif?

Sources: goodnewsfromindonesia.id, lonelyplanet.com

Jalan-Jalan Keliling Dunia di Rumah dengan 5 Tur Virtual

Fri, 24 April 2020
Seorang pria sedang duduk di kursi sambil menggunakan VR gadget

Pandemi COVID-19 di seluruh dunia menjadi hambatan buat lo yang sudah berencana untuk menikmati liburan. Untuk mengisi waktu luang lo selama isolasi diri di rumah, ada opsi virtual tour yang siap membawa lo ke destinasi-destinasi top di dunia.

 

The Louvre

Tampak luar The Louvre di Paris saat sore hari dan dipenuhi turis.

Salah satu bangunan museum paling ikonik di seluruh dunia ini tutup sementara selama pandemi COVID-19 berlanjut. Kabar baiknya, lo nggak perlu jauh-jauh terbang ke Paris untuk bisa menikmati pameran seni, benda bersejarah, dan galeri di Museum Louvre. Lo bisa langsung cek laman Museum Louvre di sini dan ikut virtual tour yang disediakan.

Terdapat 4 kategori virtual tour yang bisa diambil kapan saja, yaitu Exhibition: The Advent of The Artist’, Egyptian Antiquities, Remains of The Louvre’s Moat, dan Galerie d’Apollon. Cukup gunakan smartphone, tablet, atau laptop, lo sudah bisa menikmati keindahan The Louvre langsung dari rumah.

 

Walt Disney World

Patung Walt Disney dan Mickey di depan Istana Cinderella di Walt Disney World.

Punya impian untuk pergi ke Walt Disney World? Buat pecinta Disney, sekarang lo hanya butuh jaringan internet untuk bisa merasakan keseruan di Walt Disney World. Tenang saja, virtual tour tidak dipungut biaya dan bisa diakses di mana saja dan kapan pun yang lo mau. Nggak hanya sekadar jalan-jalan di area Walt Disney World, tetapi lo juga bisa ikut virtual ride yang membuat lo merasa seakan-akan sedang bermain langsung.

Lo bisa ikut naik Frozen Ever After, It’s a Small World, Monster, Inc. Mike and Sulley to the Rescue!, dan Pirates of the Caribbean. Ini bisa lo jadikan ide untuk kencan virtual selanjutnya bersama si doi. Kapan lagi bisa nge-date di Walt Disney World!

 

Yosemite National Park

Pemandangan danau dan bukit berbatu di Yosemite National Park

Bosan di rumah akan membuat lo punya keinginan besar untuk berpetualang di alam liar. Sayang sekali, masa karantina ini menghalangi lo untuk bepergian ke luar rumah. Tetapi, sekarang lo bisa mengunjungi Yosemite National Park langsung dari rumah lo sendiri. Berlokasi di California, Amerika Serikat, taman ini menyuguhkan pemandangan indah penuh bebatuan serta perairan yang indah dipandang.

Saat lo penat dengan pekerjaan atau ingin melihat pemandangan alam yang segar, lo bisa langsung klik di sini untuk segera mengunjungi Yosemite National Park lewat virtual tour. Selain Yosemite, terdapat juga virtual tour untuk Yellowstone National Park yang terkenal dengan geyser penuh warna.

 

Tembok Besar China

Potret Tembok Besar China dari atas yang sepi pengunjung dan dikelilingi bukit hijau.

Salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang terletak di dataran China sekarang memang tidak memungkinkan untuk dikunjungi, terutama oleh turis dari Indonesia. Namun, lo tetap bisa menikmati jalan-jalan santai menyusuri Tembok Besar China melalui virtual tour yang kini tersedia untuk diakses kapan pun.

Destinasi yang terkenal ramai oleh pengunjung, bisa lo nikmati sendiri di rumah tanpa gangguan orang lain. Terlebih lagi, lo nggak perlu lelah berjalan selama tur, cukup duduk dengan tenang sambil menatap layar laptop.

 

Sistine Chapel

Interior di dalam gedung Sistine Chapel yang penuh dengan Raphael’s tapestries.

Saat berkunjung ke Italia, Sistine Chapel adalah destinasi top yang tidak boleh dilewatkan. Dibuka untuk umum, gereja bersejarah ini terkenal dengan gaya interior serta lukisan “The Last Judgment” di langit-langit bangunan. Selalu padat akan pengunjung, ini saatnya bagi lo mengunjungi Sistine Chapel di rumah untuk mengisi waktu luang.

Walaupun kini Italia sedang dalam masa lockdown, lo tetap bisa melihat sendiri keindahan bangunan Sistine Chapel lewat virtual tour. Siapkan laptop dan jaringan internet yang stabil sebelum memulai virtual tour, Bro!

 

Sources: goodhousekeeping.com, Washington Post, Lonely Planet