• Traveling
  • Ini Sawah Terasering Terbaik di Indonesia

Ini Sawah Terasering Terbaik di Indonesia

Wed, 10 January 2018

Lo biasa ke mana kalau liburan? Pernah nggak tertarik buat ngunjungin sawah terasering di Indonesia? Jangan salah Urbaners, pemandangan sawah terasering nggak kalah keren kok dibanding gunung atau pantai. Mantan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama aja pernah ke sini. Masa lo nggak?

 

Sawah terasering Jatiluwih

Kalau lo mau nikmatin pemandangan sawah yang asri dan menenangkan, lo harus pergi ke sawah terasering Jatiluwih ini. Jatiluwih sendiri adalah desa yang punya daerah hamparan sawah luas plus pemandangan sawah bertingkat super indah yang paling nggak harus lo lihat sekali seumur hidup. Sekali-sekali kalau lo ke Bali, sempatkan waktu buat dateng ke sini.

 

Pernah dikunjungi Obama

Tahun 2017 lalu, waktu Obama dan keluarganya main ke Indonesia, beliau menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk menikmati lokasi indah di Kabupaten Tabanan ini, lho. Sebagai informasi, Obama adalah tokoh dunia pertama yang datang ke sini. Nggak cuma sendiri, Obama juga datang bersama anak dan istri tercinta.

 

Warisan budaya dunia yang diakui UNESCO

Nggak cuma indah pemandangannya dan bersejarah lokasinya karena didatangi Obama, sawah terasering yang nyatanya belum pernah dikunjungi tokoh politisi nasional ini juga udah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia sejak tahun 2012. Kenapa? Karena sawah terasering yang masih menggunakan sistem pengairan sawah tradisional Bali ini punya keunikan dan ciri khas di sistem pertaniannya. Konsepnya menggunakan filosofi Tri Hita Karana (keseimbangan antara manusia dengan sesamanya, menusia dengan alam, dan manusia dengan Yang Maha Kuasa).

Selain Jatiluwih, sebenarnya Bali punya beberapa sawah terasering lainnya yang juga nggak kalah menarik. Salah satunya adalah Tegalalang. Sawah yang letaknya di Desa Ceking, Kabupaten Gianyar ini udah jadi salah satu lokasi wisata tersohor yang juga bisa lo kunjungi.

 

Pergi ke lokasi liburan unik, menarik, dan beda kali ini nggak ada ruginya kan, Urbaners? Cobain aja datengin sawah terasering terbaik di Indonesia yang satu ini!

 

Source: Baliglory.com, travel.detik.com

Indonesia Bakal Punya Jurassic Park di Labuan Bajo, Seperti Apa?

Monday, February 10, 2020 - 17:22
Terdapat dua komodo di atas tanah yang berumput.

Salah satu tempat wisata di Indonesia yang paling terkenal tentunya adalah Labuan Bajo. Pemerintah juga terus mengembangkan infrastuktur di area Labuan Bajo. Salah satu pengembangan yang menarik perhatian yaitu akan dibangunnya wisata premium di Pulau Rinca dengan tema seperti yang ada di film Jurassic Park.

 

Pengembangan Pulau Rinca Menggunakan Konsep Geopark

Konsep desain yang akan diterapkan di Pulau Rinca dengan pengunjung berada di sekitar pusat atraksi komodo.

Kawasan Labuan Bajo merupakan salah satu tempat wisata yang paling diprioritaskan pembangunannya oleh pemerintah. Salah satu area yang akan mulai dikembangkan yaitu di Pulau Rinca yang berlokasi di Kabupaten Manggarai Barat.

Pengembangan yang dilakukan di Pulau Rinca akan cukup signifikan karena area ini akan dijadikan salah satu destinasi wisata yang premium. Pulau Rinca akan dikembangkan dengan konsep pendekatan geopark. Konsep ini akan membuat Pulau Rinca tetap memiliki keindahan alamnya karena akan fokus pada perlindungan dan warisan geologi yang telah ada. Pengembangan ini memang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi alam di Pulau Rinca secara berkelanjutan.

 

Konsep Desain di Pulau Rinca akan Mirip dengan Jurassic Park

Memiliki tema seperti di film Jurassic Park, pembangunan Pulau Rinca tidak akan mengganggu apalagi merusak habitat Komodo. Nantinya di tempat ini akan dibuat Dermaga Loh Buaya dengan luas hingga 400 meter persegi dan dibuat menyerupai bentuk lidah Komodo. Pengunjung yang datang juga masih bisa melihat Komodo tapi hanya dalam satu titik saja. Jadi nanti akan dibuat sebuah tempat khusus yang dimanfaatkan untuk melihat aksi komodo.

Di Pulau Rinca terdapat sekitar 45 liang habitat komodo. Namun, nantinya hanya ada satu liang saja yang akan digunakan sebagai atraksi untuk wisatawan. Hal tersebut dilakukan agar komodo tidak akan merasa terganggu dengan kehadiran para wisatawan yang berada di sana.

 

Fasilitas Keren yang Akan Dibangun di Pulau Rinca

Konsep area trekking untuk wisatawan yang ingin berjalan kaki di sekitar Pulau Rinca.

Selain terdapat tempat khusus yang bisa memperlihatkan kegiatan para komodo, di Pulau Rinca juga akan dibangun sejumlah fasilitas yang keren lainnya. Salah satunya adalah dibangunnya jalur jalan kaki untuk para wisatawan dengan struktur melayang. Hal itu dibuat agar para wisatawan bisa leluasa berjalan kaki tanpa mengganggu aktivitas komodo yang berada di bawahnya.

Nggak hanya itu saja, fasilitas lain yang direncanakan untuk dibangun di Pulau Rinca antara lain kafe, pusat oleh-oleh, pusat informasi, toilet umum, penginapan untuk peneliti dan pemandu wisata dan bahkan beberapa spot untuk selfie. Pembangunan juga akan fokus untuk menata rumah-rumah warga yang ada di sekitarnya. Nantinya rumah warga akan didesain dengan rumah tradisional Manggarai sehingga tetap menunjukkan kearifan lokalnya.

Kementrian PUPR telah menyiapkan sejumlah dana hingga 52 miliar rupiah untuk pembangunan di Kawasan Pulau Rinca. Proyek pembangunannya sendiri baru mulai dilakukan di bulan Februari 2020 dan dijadwalkan akan selesai pada Desember 2020 mendatang.

 

 

Sources: goodnewsfromindonesia.id, kompas.com, viva.co.id