• Traveling
  • Para Wisatawan yang Ingin Meninggalkan Jepang Wajib Bayar 1000 Yen!

Para Wisatawan yang Ingin Meninggalkan Jepang Wajib Bayar 1000 Yen!

Thu, 19 April 2018
Para Wisatawan yang Ingin Meninggalkan Jepang Wajib Bayar 1000 Yen!

Jepang sekarang sedang berbenah besar-besaran, ibu kotanya 2 tahun lagi akan menjadi tuan rumah perhelatan olahraga terbesar di dunia, Olimpiade Tokyo 2020. Tokyo menjadi salah satu kota terpadat di dunia, pemerintah Jepang akan menyulap semua gedung dan bandara menjadi lebih luas dari sebelumnya. Untuk memperlancar usaha tersebut, pemerintah Jepang bakal menerapkan kebijakan yang cukup unik.

Mulai tahun Januari 2019, setiap wisatawan yang telah datang dan ingin meninggalkan Jepang harus membayar 1000 yen atau sekitar 150 ribu rupiah sebagai pajak sayonara. Dilansir dari jakartapost, pajak sayonara ini diyakini dapat membantu Jepang mendapatkan pemasukan tambahan sekitar 4,3 triliun rupiah setiap tahunnya.

 

Untuk menumbuhkan infrastruktur tempat wisata

Jepang dikenal dengan kota Tokyo-nya yang menjadi pusat wisata di sana. Selain Tokyo, sebenarnya masih ada beberapa kota yang mempunyai sisi eksotis Jepang lebih tinggi. Tetapi pemerintah Jepang mengatakan bahwa infrastruktur di Jepang masih belum merata, jadi wisatawan masih berpusat di Tokyo.

Pajak yang akan dimulai difungsikan 7 Januari 2019 ini juga akan dibuat untuk meningkatkan infrastruktur transportasi. Pemerintah Jepang mengatakan nantinya setiap kereta di Jepang akan disediakan free internet dengan kecepatan tinggi dan meratakan penggunaan pembayaran elektronik di seluruh Jepang.

 

Target 40 juta wisatawan di tahun 2020

Jepang memang nggak main-main dalam mempersiapkan Olimpiade Tokyo 2020. Selain mensukseskan Olimpiade Tokyo, pemerintah Jepang menargetkan 40 juta kedatangan wisatawan di tahun 2020. Sekadar informasi, ini nggak termasuk para suporter dan wisatawan yang khusus datang saat Olimpiade. Jadi ini adalah kerja keras dari pemerintah Jepang dalam mempromosikan wisata di sana.

Selain Tokyo, salah satu rekomendasi wisata di Jepang adalah Kyoto, Osaka, Nagoya, ataupun Hiroshima. Semakin ke pelosok, tempat wisata di Jepang ini semakin eksotis Urbaners. Beberapa kota di Jepang ini juga masih alami dan memiliki aroma pedesaan yang sangat kuat. Semoga pajak sayonara Jepang tersebut bisa membuat Jepang lebih ramah ya Urbaners, dari segi harga tentunya.

 

Source: thejakartapost.com

Pengin Jalan ke Museum? Coba Fitur Virtual Traveling Ini Bro!

Mon, 14 September 2020
traveling ke museum virtual

Perkembangan teknologi bisa jadi inspirasi tersendiri buat lo semua yang sudah rindu banget buat traveling tapi belum bisa dilakukan karena kondisi seperti ini yang tidak memungkinkan. Terlebih buat lo yang suka jalan-jalan ke museum, sekarang cara baru buat melakukannya, bro!

Kalau beberapa waktu lalu kita sudah bahas bagaimana kemungkinan adanya menikmati konser musik dengan konsep virtual reality – kali ini, dengan konsep yang hampir sama, bisa diterapkan juga buat lo yang mau jalan-jalan ke museum.

Terlebih buat di berbagai negara lainnya, yang mengakali pandemi ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin maju ini. Banyak museum di luar sana yang sudah memanfaatkan hal tersebut ditandai dengan terbukanya pintu museum secara virtual.

Lo bisa menikmati karya-karya seniman yang disimpan rapi di dalam museum hanya dari layer ponsel smartphone saja atau computer di mana lo berada. #MauLagiDimanapun lo tetap bisa jalan-jalan seru ke museum-museum.

Nah bagaimana di Indonesia sendiri? Perlu lo ketahui nih kalau setidaknya ada 4 museum atau galeri karya seni yang bisa lo datangi secara virtual. Penasaran di mana saja? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Virtual Traveling ke Biennale Jogja

virtual traveling museum biennale jogja 2020

Credit Image: goodnewsfromindonesia.id

Sudah menjadi wadah buat seniman lokal ataupun internasional buat berkarya, belajar dan berdiskusi terkait karya di bidang seni visual, dari tahun 1988, Biennale Jogja jadi tempat yang seru buat didatangi.

Bekerja sama dengan Google Arts & Culture, pagelaran seni yang prestis dari Biennale Jogja masih bisa lo nikmati secara virtual. Lo bisa langsung gas ke halaman utama websitenya buat menikmati hasil karya seni visualnya keren-keren.

 

Ciputra Artpreneur

Kurang lebih konsep dasarnya sama, bekerja sama dengan Google Arts & Culture, salah satu kolektor karya seni, Dr. Ir. Ciputra mempunyai Ciputra Artpreneur yang berisikan banyak sekali karya seni visual luar biasa indahnya. Lo bisa menikmati karya-karya luar biasa tersebut secara virtual.

 

‘Trajectory’: A Decade of Lawangwangi

Berlokasi di Bandung, melalui website ArtSociates lo bisa menikmati ‘Trajectory’ yang berisikan 10 karya dari 10 seniman lintas generasi yang karyanya benar-benar luar biasa. Di pameran ini, lo bisa menikmatinya dengan cara virtual.

 

Pameran #KilasBalik Selasar Sunaryo

Masih dari Bandung lagi, Selasar Sunaryo juga ikut memboyong karya-karya yang ada di dalamnya untuk bisa dinikmati secara virtual. Melalui pameran #KilasBalik, lo bisa menikmati kreasi-kreasi yang sebelumnya sudah pernah dipamerkan juga.

Tidak hanya kreasi-kreasi yang sudah ada saja, lo bisa melihat juga berbagai koleksi buku, katalog dan berbagai karya seni lainnya di dalam eksibisi tersebut. Secara virtual, karya-karya di sana bisa lo nikmati dari layar smartphone lo saja.

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai pameran dan museum yang menyediakan layanan kunjungan virtual, yang mana nih yang sudah lo rencanakan buat di datangi?

 

Feature Image – secretldn.com