Trending
Minggu, 30 November 2025

Dari .Feast, Kelompok Penerbang Roket, hingga Mantra Vutura, Gelombang Baru Musik Rock Yang Cowok Banget!

  • Share
  • fb-share
Dari .Feast, Kelompok Penerbang Roket, hingga Mantra Vutura, Gelombang Baru Musik Rock Yang Cowok Banget!

Sumber: Instagram @ffeastt/@martinusragitaa

Bro, lo tau nggak, belakangan ini skena musik lokal kita kayak bangun dari tidur panjang. Ada gelombang baru rock dan rock-serbagaya yang mulai naik ke permukaan. Band-band cowok dengan attitude tebal, aura gritty, dan energi yang kerasa serius. 

Di tulisan ini gue mau ajak lo ngopi sambil ngobrol santai tentang kenapa band-band seperti .Feast, Kelompok Penerbang Roket, dan Mantra Vutura bisa dibilang jadi bagian dari kebangkitan rock lokal yang “cowok banget”.

.Feast: Si Rocker Pintar Yang Tetap Real

.Feast itu kayak temen lo yang suka mikir, tapi tetap bisa bikin lo headbang. Band ini lahir sekitar 2012–2013, awalnya waktu mereka masih kuliah di FISIP UI.

Sound mereka bergerak dari rock alternatif sampai progresif, hard rock, dan stoner rock. Musik yang punya lapisan, bukan yang sekali ledak terus hilang.

Di 2024 mereka ngerilis album “Membangun & Menghancurkan”. Rilis ini jadi tanda kalau .Feast lagi di fase naik lagi dengan pondasi yang lebih mantap. Lagu “Nina”, yang cukup kencang performanya tahun itu, jadi bukti kalau mereka bisa nyampurin melodi dan brutalitas dengan porsi pas buat ngebangun atmosfer rock lokal modern.

Kelompok Penerbang Roket: Rock Psikedelik dan Heavy Vibes

Kalau .Feast ada di wilayah rock modern yang lebih terkonsep, Kelompok Penerbang Roket atau KPR lebih ke arah rock klasik yang tetep galak. Band ini terbentuk tahun 2011 di Jakarta.

Mereka main di jalur rock, acid rock, hard rock, sampai rock psikedelik. Pengaruh Led Zeppelin, Deep Purple, Black Sabbath, dan Pink Floyd berasa banget. Album “Galaksi Palapa” dari 2018 udah nunjukin kalau mereka bukan nostalgia doang. KPR tetap jadi band rock yang relevan dengan karakter yang jelas, riff tebal, dan vibe yang blak-blakan.

Kalau lo lagi nyari rock lokal yang padat, kasar, dan punya rasa metal tapi masih groovy, KPR ini paket lengkap.

Mantra Vutura: Eksperimen Elektronik Dengan Jiwa Rock

Mungkin lo bakal mikir “lah ini elektronik”. Betul, tapi justru itu yang bikin Mantra Vutura menarik. Duo yang terbentuk tahun 2017 ini dihuni Tristan Juliano dan Zakari Danubrata. Mereka udah temenan lama dan mutusin buat bikin project yang beda.

Musik mereka lebih ngulik elektronik, house, bigbeat, dan synth-pop. Tapi di beberapa rilisan, kaya “Kembali” dari 2023, ada vibe yang kuat. Mereka nunjukin kalau maskulinitas musik nggak selalu soal gitar kasar. Bisa juga lewat beat berat, atmosfer gelap, atau sound yang intens.

Mantra Vutura buka pintu kalau “rock lokal” bisa jauh lebih luas dan nggak melulu soal distorsi.

Kenapa Skena Rock Lokal Bangkit Lagi?

Karena band-band seperti .Feast dan KPR tampil dengan karakter yang tegas. Musik mereka nggak lembek dan nggak manis. Ada pendengar yang butuh musik yang lebih jujur dan lebih keras, dan mereka ngisi ruang itu.

Karena ada ruang eksperimen yang makin besar. Mantra Vutura salah satu contoh bagaimana musik cowok bisa punya energi maskulin tanpa harus ngikutin template lama.

Karena generasi sekarang mulai nyaman lagi sama musik berat. Bukan buat nostalgia, tapi buat ekspresi. Musik yang nyata, kasar, tapi tetap berisi.

Kalau lo tanya gue, gelombang rock lokal ini lagi ada di momen yang pas. Musiknya punya karakter dan identitas yang kuat. Cocok buat lo yang pengen sesuatu yang bisa bikin kuping panas atau malah bikin pikiran muter.

Comments
Agus samanto
Skena Rock Lokal
John TSH
Semoga sukses