Trending
Sabtu, 19 Juli 2025

Film Sekuel yang Paling Dibenci

  • Share
  • fb-share
Film Sekuel yang Paling Dibenci

Industri film Hollywood sudah lama punya kebiasaan melanjutkan cerita lewat sekuel. Dari film aksi legendaris kayak Die Hard sampai film balap jalanan Fast and Furious, semuanya punya film lanjutan yang mencoba mempertahankan antusiasme penonton. 

Seiring berjalannya waktu, tentunya studio dan sutradara sadar kalau bikin sekuel yang bagus itu tidaklah mudah. Taruhannya besar, sekuel yang buruk bisa ngerusak reputasi franchise yang sudah dibangun bertahun-tahun.

Namun, nggak jarang studio lebih fokus ngejar keuntungan ketimbang mempertahankan cerita, hasilnya sering kali bikin penonton kecewa berat. 

Nah, di bawah ini ada sepuluh film sekuel yang paling dibenci penonton, dengan berbagai alasan, yuk cek daftarnya!

1. Halloween Ends (2022)

sekuel halloween ends
Photo by Universal Pictures

Sebagai penutup trilogi baru Halloween, film ini seharusnya jadi klimaks yang epik. Tapi yang terjadi malah kebalikannya. Halloween Ends menurunkan peran Michael Myers dan ngasih sorotan ke karakter baru bernama Corey Cunningham. 

Fokus cerita yang tiba-tiba pindah arah bikin banyak penonton merasa dikhianati. Semua pelajaran dari sekuel sebelumnya kayak dilupain, dan akhirnya film ini dianggap sebagai penutup yang gagal total buat salah satu franchise horor paling legendaris tersebut.

2. Rocky V (1990)

film sekuel rocky v
Photo by UIP/MGM

Setelah Rocky IV yang penuh semangat dan patriotisme, Rocky V datang dengan nada yang jauh lebih suram. Film ini fokus ke kondisi Rocky yang menderita kerusakan otak dan kehilangan arah hidup. 

Bukannya dapet kisah inspiratif soal pewarisan semangat, yang ada malah drama keluarga dan kejatuhan seorang legenda. Penggemar ngerasa film ini kehilangan roh perjuangan khas Rocky, dan jadinya cuma bikin sedih melihat Balboa balik ke titik terendah hidupnya.

3. The Godfather Part III (1990)

sekuel film the godfather part 3
Photo by Paramount Pictures

Kalau dua film pertamanya dianggap mahakarya, maka The Godfather Part III jadi noda di sejarah sinema. Francis Ford Coppola kayaknya sendiri tahu kalau film ini nggak perlu dibuat. Ceritanya ngebosenin, karakter utamanya kehilangan arah, dan akting Sofia Coppola jadi bahan olokan. Banyak yang bilang film ini merusak kesempurnaan dua film sebelumnya dan bikin trilogi Godfather berakhir dengan nada pahit.

4. Star Wars: The Last Jedi (2017)

sekuel star wars the last jedi
Photo by Lucas Film

Dari semua sekuel yang bikin fandom terpecah, The Last Jedi mungkin yang paling terkenal. Sutradara Rian Johnson berani banget ngubah ekspektasi penonton, tapi arah ceritanya justru dianggap menyimpang. 

Penanganan karakter Luke Skywalker dinilai nggak hormat, kematian Snoke terlalu mendadak, dan pesan “biarkan masa lalu mati” terasa dipaksain. Dampaknya bahkan terasa di The Rise of Skywalker, yang akhirnya harus nambal kekacauan dari film ini.

5. Halloween II (2009)

halloween 2 film sekuel 2009
Photo by Dimension Films

Rob Zombie balik melanjutkan remake-nya lewat Halloween II, tapi hasilnya malah bikin penggemar terbagi dua. Ada yang apresiasi usahanya ngulik trauma psikologis Laurie Strode, tapi banyak juga yang ngerasa film ini terlalu suram dan melelahkan buat diikutin. 

Pendekatan realisnya terhadap stres pascatrauma bikin film ini terasa berat, tapi bukan dalam arti yang positif. Akhirnya, Halloween II kehilangan atmosfer horor khas Halloween dan malah jadi drama penderitaan yang kelam.

6. Speed 2: Cruise Control (1997)

sekuel speed 2 cruise control
Photo by 20th Century Fox

Speed 2: Cruise Control jadi contoh klasik gimana Hollywood sering memaksa melanjutkan franchise cuma karena nama besar film pertamanya. Tanpa Keanu Reeves, film ini udah kehilangan daya tarik utamanya sejak awal. 

Ide memindahkan aksi ke kapal pesiar juga terasa aneh buat film yang terkenal karena kecepatan dan ketegangannya. Akting yang canggung, plot absurd, dan suasana yang membosankan bikin Speed 2: Cruise Control sering disebut sebagai salah satu sekuel terburuk sepanjang masa.

7. Jurassic World Dominion (2022)

sekuel film jurassic world dominion
Photo by Universal Pictures

Salah satu sekuel paling dicemooh dalam franchise dinosaurus ini justru datang dari studio yang sama dengan film aslinya, Universal Pictures. Jurassic World Dominion sangat jelas dibuat cuma pengen dapat cuan.

Film ini bawa balik trio bintang dari film pertama. Tapi fokus filmnya malah ke subplot yang membingungkan dan membuang potensi dinosaurus itu sendiri. Ceritanya lemah, nostalgia yang dipaksakan, dan akhirnya kehilangan semua rasa kagum yang dulu bikin Jurassic Park jadi ikon.

8. Men in Black: International (2019)

sekuel men in black international
Photo by Sony Pictures

Setelah trilogi klasik yang dibintangi Will Smith dan Tommy Lee Jones, banyak yang berharap versi baru ini bisa jadi awal segar buat franchise Men in Black. Tapi kenyataannya, Men in Black: International malah gagal total. 

Film ini kehilangan humor khas dari seri sebelumnya dan terlalu sibuk ngikutin gaya komedi ala Marvel. Chemistry antara pemeran barunya, Tessa Thompson dan Chris Hemsworth, juga nggak sekuat pasangan legendaris J dan K. Hasilnya, film ini terasa datar dan cepat dilupain.

9. Jay and Silent Bob Reboot (2019)

sekuel Jay and Silent Bob Reboot

Kevin Smith balik lagi lewat Jay and Silent Bob Reboot dengan niat bikin kritik lucu soal upaya Hollywood yang doyan ngejar duit. Sayangnya, niat itu justru berbalik arah. Film ini malah terjebak dalam jebakan yang sama kayak reboot lain yang ingin mereka kritik. Ada terlalu banyak referensi pop culture dan terlalu sedikit cerita yang solid. 

Chemistry antar karakternya juga nggak sebagus dulu, dan subplot soal hubungan Jay dengan Justice justru terasa maksa. Padahal Kevin Smith terbukti masih bisa bikin film bagus kayak Clerks III di tahun 2022.

10. Independence Day: Resurgence (2016)

sekuel independence day resurgence
Photo by 20th Century Fox

Disutradarai Roland Emmerich dan dirilis dua dekade setelah film pertamanya, Independence Day: Resurgence seolah datang terlalu telat. Banyak penggemar yang udah kehilangan ketertarikan, apalagi setelah kabar kalau Will Smith nggak bakal balik. 

Film ini juga terasa kayak punya dendam sama karakter lama, mulai dari kematian Jasmine Hiller di awal cerita sampai pengorbanan Presiden Whitmore yang sia-sia. Akhirnya, sekuel ini cuma jadi nostalgia hambar tanpa semangat dari film aslinya.

Comments
Putra
oke sip bro
Linda NM
nice info, thanks