Trending
Senin, 19 April 2021

Mengenal Jazz Kontemporer: Sensasi Musik Jazz dengan Musik Tradisional

  • Share
  • fb-share
Mengenal Jazz Kontemporer: Sensasi Musik Jazz dengan Musik Tradisional

Apakah lo sadar, bro – kalo musik Jazz mengalami evolusi yang luar biasa? Pertama kali aliran musik ini dibawakan oleh orang-orang kulit hitam Amerika, yang dikenal dengan istilah Afrika-Amerika (Afro-American).

Musik jazz lahir di sebuah negara bagian dengan tingkat pembunuhan tertinggi di Amerika Serikat, New Orleans. New Orleans adalah pelabuhan, kota industri, tempat penjualan minuman keras, obat bius, dan pemukiman yang kumuh. 

Pemandangan seperti itu masih terbilang normal, apalagi saat Amerika dihantam The Great Depression selama kurun waktu 1929-1939, dimana pengangguran udah menjadi hal biasa, pelacuran meningkat, dan orang-orang kaya mengalami depresi karena saham mengalami penurunan drastis.

Kondisi sosial dan ekonomi ini memunculkan perkumpulan baru di warung kopi, bar-bar di tiap sudut kota New Orleans. Disinilah momentum itu muncul, lahirnya genre musik baru yang bakal mengguncang dunia permusikkan. Jazz! Yuk kenal lebih dekat seperti apa kontemporer jazz, check this out!

Pengaruh Perang Dunia Terhadap Industri Musik Jazz

jazz kontemporer

Credit image - blibli.com

Perang Dunia memberikan pengaruh besar kepada industri musik Jazz. Keberadaan musik Jazz semakin tumbuh dan berkembang. Disinilah lahir para musisi baru seperti Dizzy Gillespie yang menggabungkan musik Jazz dengan Bebop bermunculan.

Seiring dengan pertumbuhan generasi setelah masa PD II, lahirlah musik rock. Kemunculan musik Rock yang lebih keras dan bernuansa pemberontakan, memberikan imbas ke musik Jazz. Dalam aliran musik rock, juga ada jenis musik turunan dari pop dan musik rock itu sendiri, yang biasa disebut soft rock atau AOR.

Sementara itu, para sejarawan musik menyebutnya dengan istilah Jazz Fusion. Jika disebut Jazz Fusion, maka nama yang selalu melekat adalah Miles Davis, sebagaimana disebut dalam Otobiografinya, dia terpengaruh oleh Jimi Hendrix, Gitaris legendaris.

Dari sinilah musik Jazz kemudian semakin dikenal luas di seluruh dunia. Tahun 70-an bermunculan Band-band besar dan para musisi-musisi besar yang kemudian membawa arah Jazz semakin mapan.

Banyak Bercampur Aliran Musik Baru

jazz kontemporer

Credit image - minews.id

Musik Jazz di tahun 80-an memasuki era yang kemudian lebih smooth, karena udah semakin banyaknya bercampur aliran musik baru seperti Pop. Di tahun ini pun lahir musisi, seperti Lee Ritenour, Dave Grusin, Bob James, David Sanborn, George Benson, Al Jarreau.

Musik Jazz di era ini lebih ringan di telinga, dan lebih mudah diterima oleh umum. Namun, hanya dinikmati oleh kalangan atas, hal ini disadari benar oleh para musisi Jazz dunia, sehingga akhirnya bermunculanlah Jazz Festival, untuk mengembalikan musik Jazz ke habitatnya yang tidak eksklusif.

Munculnya Jazz Kontemporer

Perubahan-perubahan yang terjadi, ternyata berdampak pada beberapa negara, seperti di Jepang ada penyanyi Jazz yang sangat dikenal dunia Jazz, Sadao Watanabe. Ia seringkali diundang dalam acara Jazz Festival.

Ada juga band Jazz dari Jepang yang udah mendunia, Casiopea, band ini adalah salah satu Band Jazz yang paling digemari di seantero Jepang dan lagu-lagunya sangat akrab di telinga para penggemar Jazz di Indonesia juga.

Sementara itu, dari Kanada muncul grup Jazz legendaris UZEB dan Grup Band Acoustic Alchemy dari Inggris yang sangat produktif. Adapun Jazz di Indonesia boleh dikatakan mulai dikenalkan oleh Bubi Chen dan Jack Lesmana, yang kemudian menurun ke anaknya Indra Lesmana. Para musisi Jazz terkenal di Indonesia yang tidak bisa dilupakan adalah Indra Lesmana, Ermy Kulit, Dwiki Dharmawan, Gilang Ramadhan, dan tentu saja Ireng Maulana.

Itu dia, bro, sekilas tentang kemunculan Jazz Kontemporer dari kalangan buruh di New Orleans hingga panggung festival yang megah. Kedatangan musik Jazz ke Indonesia ini tentu nggak seramai sekarang, tahun 80-an adalah tahun yang sangat sulit menemukan para penggemar Jazz di Indonesia berkumpul dan mengadakan acara sebesar Java Jazz Festival.

 

Featured image - Venuerific

 

Comments
Susiana Saputri
Mantap banget
Selvi RC
Inspirasi mantaf