Trending
Kamis, 18 Oktober 2018

Terima Kasih Atas Sumbangsih untuk Olahraga Indonesia, Tabloid Bola Terakhir Terbit Bulan Oktober Ini

  • Share
  • fb-share
Terima Kasih Atas Sumbangsih untuk Olahraga Indonesia, Tabloid Bola Terakhir Terbit Bulan Oktober Ini

Pada tahun 1990-an, anak muda biasanya berebut menuju ke toko koran dan majalah, khususnya di hari Selasa dan Jumat. Mereka akan beramai-ramai membeli tabloid Bola, sebuah tabloid olahraga yang membahas segala macam olahraga di Indonesia dan luar negeri, apapun yang berhubungan dengan bola ataupun roda. Pemandangan tersebut perlahan-lahan mulai berkurang, pada awal 2000-an penetrasi internet di Indonesia mulai mengurangi minat masyarakat Indonesia membaca koran, tabloid, ataupun majalah.

Beberapa majalah dan tabloid mulai gulung tikar dan fokus ke digital, kini giliran tabloid Bola yang akan menghentikan cetakan tabloidnya. Pada bulan Oktober ini, tepatnya tanggal 26 Oktober 2018, hari Jumat, tabloid Bola akan mengeluarkan edisi terakhirnya setelah 34 tahun berdiri.

 

Mengangkat potensi olahraga di Indonesia

Mengangkat potensi olahraga di Indonesia

Di saat koran hanya menampilkan 4 sampai 6 halaman untuk membahas olahraga, tabloid Bola dengan percaya diri terbit dwi mingguan dengan pembahasan yang lebih mendetail. Hasilnya cukup luar biasa, tabloid Bola menjadi salah satu media cetak dengan oplah terbanyak. Salah satu ciri khas dari tabloid Bola adalah judul halaman depan yang selalu ekspresif, bonus posternya yang keren-keren, dan juga nggak ketinggalan bagaimana ikon tabloid Bola Si Gundul yang senantiasa menghibur dengan karakter lucunya.

Nggak hanya sepak bola, tabloid Bola juga membahas hampir semua olahraga. Setiap edisi juga akan membahas profil atlet berprestasi atau profil klub olahraga. Analisis dari para expert juga menjadi ciri khas dari tabloid Bola, Rob Hughes dan Sumohadi Marsis mempunyai gaya tulisan yang enak untuk dibaca.

 

Pengaruh dunia digital

Pengaruh dunia digital

Tutupnya tabloid Bola sebenarnya nggak terlalu mengagetkan, Urbaners. koran tua sekelas The Washington Post dan The Seattle saja sudah lebih dahulu tutup di tahun 2007, hampir 11 tahun yang lalu. Tabloid olahraga sejenis yaitu Go dan Soccer pun sudah tutup duluan, Go di tahun 2006 dan Soccer pada tahun 2015 lalu.

Tabloid Bola juga sudah merencanakan ini dengan matang, sekarang mereka sangat gencar mempromosikan website lewat media sosial. Memang di era digital seperti sekarang, keberadaan website bakal lebih penting daripada hanya mengandalkan edisi cetak.

Terima kasih tabloid Bola, 34 tahun sudah menemani para pembaca dan turut mengembangkan olahraga di Indonesia.

 

 

 

Source: kompas.com

Comments
Garindratama Harashta
bakalana kangen bangett
DEVI TRI HANDOKO
Tutupnya tabloid Bola sebenarnya nggak terlalu mengagetkan, Urbaners. koran tua sekelas The Washington Post dan The Seattle saja sudah lebih dahulu tutup di tahun 2007, hampir 11 tahun yang lalu. Tabloid olahraga sejenis yaitu Go dan Soccer pun sudah tutup duluan, Go di tahun 2006 dan Soccer pada tahun 2015 lalu.