Industri film Hollywood sudah lama punya kebiasaan melanjutkan cerita lewat sekuel. Dari film aksi legendaris kayak Die Hard sampai film balap jalanan Fast and Furious, semuanya punya film lanjutan yang mencoba mempertahankan antusiasme penonton.
Seiring berjalannya waktu, tentunya studio dan sutradara sadar kalau bikin sekuel yang bagus itu tidaklah mudah. Taruhannya besar, sekuel yang buruk bisa ngerusak reputasi franchise yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Namun, nggak jarang studio lebih fokus ngejar keuntungan ketimbang mempertahankan cerita, hasilnya sering kali bikin penonton kecewa berat.
Nah, di bawah ini ada sepuluh film sekuel yang paling dibenci penonton, dengan berbagai alasan, yuk cek daftarnya!
1. Halloween Ends (2022)

Photo by Universal Pictures
Sebagai penutup trilogi baru Halloween, film ini seharusnya jadi klimaks yang epik. Tapi yang terjadi malah kebalikannya. Halloween Ends menurunkan peran Michael Myers dan ngasih sorotan ke karakter baru bernama Corey Cunningham.
Fokus cerita yang tiba-tiba pindah arah bikin banyak penonton merasa dikhianati. Semua pelajaran dari sekuel sebelumnya kayak dilupain, dan akhirnya film ini dianggap sebagai penutup yang gagal total buat salah satu franchise horor paling legendaris tersebut.
2. Rocky V (1990)

Photo by UIP/MGM
Setelah Rocky IV yang penuh semangat dan patriotisme, Rocky V datang dengan nada yang jauh lebih suram. Film ini fokus ke kondisi Rocky yang menderita kerusakan otak dan kehilangan arah hidup.
Bukannya dapet kisah inspiratif soal pewarisan semangat, yang ada malah drama keluarga dan kejatuhan seorang legenda. Penggemar ngerasa film ini kehilangan roh perjuangan khas Rocky, dan jadinya cuma bikin sedih melihat Balboa balik ke titik terendah hidupnya.
3. The Godfather Part III (1990)

Photo by Paramount Pictures
Kalau dua film pertamanya dianggap mahakarya, maka The Godfather Part III jadi noda di sejarah sinema. Francis Ford Coppola kayaknya sendiri tahu kalau film ini nggak perlu dibuat. Ceritanya ngebosenin, karakter utamanya kehilangan arah, dan akting Sofia Coppola jadi bahan olokan. Banyak yang bilang film ini merusak kesempurnaan dua film sebelumnya dan bikin trilogi Godfather berakhir dengan nada pahit.
4. Star Wars: The Last Jedi (2017)

Photo by Lucas Film
Dari semua sekuel yang bikin fandom terpecah, The Last Jedi mungkin yang paling terkenal. Sutradara Rian Johnson berani banget ngubah ekspektasi penonton, tapi arah ceritanya justru dianggap menyimpang.
Penanganan karakter Luke Skywalker dinilai nggak hormat, kematian Snoke terlalu mendadak, dan pesan “biarkan masa lalu mati” terasa dipaksain. Dampaknya bahkan terasa di The Rise of Skywalker, yang akhirnya harus nambal kekacauan dari film ini.
5. Halloween II (2009)

Photo by Dimension Films
Rob Zombie balik melanjutkan remake-nya lewat Halloween II, tapi hasilnya malah bikin penggemar terbagi dua. Ada yang apresiasi usahanya ngulik trauma psikologis Laurie Strode, tapi banyak juga yang ngerasa film ini terlalu suram dan melelahkan buat diikutin.
Pendekatan realisnya terhadap stres pascatrauma bikin film ini terasa berat, tapi bukan dalam arti yang positif. Akhirnya, Halloween II kehilangan atmosfer horor khas Halloween dan malah jadi drama penderitaan yang kelam.
6. Speed 2: Cruise Control (1997)

Photo by 20th Century Fox
Speed 2: Cruise Control jadi contoh klasik gimana Hollywood sering memaksa melanjutkan franchise cuma karena nama besar film pertamanya. Tanpa Keanu Reeves, film ini udah kehilangan daya tarik utamanya sejak awal.
Ide memindahkan aksi ke kapal pesiar juga terasa aneh buat film yang terkenal karena kecepatan dan ketegangannya. Akting yang canggung, plot absurd, dan suasana yang membosankan bikin Speed 2: Cruise Control sering disebut sebagai salah satu sekuel terburuk sepanjang masa.
7. Jurassic World Dominion (2022)

Photo by Universal Pictures
Salah satu sekuel paling dicemooh dalam franchise dinosaurus ini justru datang dari studio yang sama dengan film aslinya, Universal Pictures. Jurassic World Dominion sangat jelas dibuat cuma pengen dapat cuan.
Film ini bawa balik trio bintang dari film pertama. Tapi fokus filmnya malah ke subplot yang membingungkan dan membuang potensi dinosaurus itu sendiri. Ceritanya lemah, nostalgia yang dipaksakan, dan akhirnya kehilangan semua rasa kagum yang dulu bikin Jurassic Park jadi ikon.
8. Men in Black: International (2019)

Photo by Sony Pictures
Setelah trilogi klasik yang dibintangi Will Smith dan Tommy Lee Jones, banyak yang berharap versi baru ini bisa jadi awal segar buat franchise Men in Black. Tapi kenyataannya, Men in Black: International malah gagal total.
Film ini kehilangan humor khas dari seri sebelumnya dan terlalu sibuk ngikutin gaya komedi ala Marvel. Chemistry antara pemeran barunya, Tessa Thompson dan Chris Hemsworth, juga nggak sekuat pasangan legendaris J dan K. Hasilnya, film ini terasa datar dan cepat dilupain.
9. Jay and Silent Bob Reboot (2019)

Kevin Smith balik lagi lewat Jay and Silent Bob Reboot dengan niat bikin kritik lucu soal upaya Hollywood yang doyan ngejar duit. Sayangnya, niat itu justru berbalik arah. Film ini malah terjebak dalam jebakan yang sama kayak reboot lain yang ingin mereka kritik. Ada terlalu banyak referensi pop culture dan terlalu sedikit cerita yang solid.
Chemistry antar karakternya juga nggak sebagus dulu, dan subplot soal hubungan Jay dengan Justice justru terasa maksa. Padahal Kevin Smith terbukti masih bisa bikin film bagus kayak Clerks III di tahun 2022.
10. Independence Day: Resurgence (2016)

Photo by 20th Century Fox
Disutradarai Roland Emmerich dan dirilis dua dekade setelah film pertamanya, Independence Day: Resurgence seolah datang terlalu telat. Banyak penggemar yang udah kehilangan ketertarikan, apalagi setelah kabar kalau Will Smith nggak bakal balik.
Film ini juga terasa kayak punya dendam sama karakter lama, mulai dari kematian Jasmine Hiller di awal cerita sampai pengorbanan Presiden Whitmore yang sia-sia. Akhirnya, sekuel ini cuma jadi nostalgia hambar tanpa semangat dari film aslinya.



Comments