Trending

Kisah Kegagalan “Suicide Squad”

Diluncurkan pada awal Agustus 2016 kemarin, Suicide Squad mendapatkan kritikan yang sangat pedas. Khususnya di salah satu website movie review RottenTomatoes. Rotten, sebutan website tersebut ini hanya memberikan 26% dari 100%. Sekedar informasi, Rotten memberikan 90% kepada Captain America: Civil War dan 84% kepada Deadpool. Dengan kritik tersebut, banyak yang menganggap bahwa film Suicide Squad ini termasuk film “gagal”, walaupun keuntungan yang didapatkan sangat-sangat banyak.

 

Persentase Rotten berdasarkan kritikus

Sebelumnya kita akan ngebahas dahulu kenapa Rotten dijadikan bahan rujukan orang-orang dalam menilai sebuah film. Biasanya ada dua website kenamaan yang dijadikan pedoman sukses tidaknya sebuah film. Pertama RottenTomatoes dan IMDB, keduanya memiliki penilaan yang berbeda. RottenTomatoes mempunyai Tomatometer yang mengatakan diambil dari review para kritikus film yang terpercaya. Sedangkan IMDB mempunyai rating yang bisa diinput oleh siapa saja. Jadi lo bisa melihat kan kenapa banyak orang lebih percaya kepada Rotten daripada IMDB.

 

Kritikan jelek dari Rotten tidak mempengaruhi pendapatan

Ada banyak sekali film blockbuster yang keluar di tahun ini. Mulai dari Captain America: Civil War, Deadpool atau Zootopia mempunyai budget yang amat besar dan mempunyai pendapatan yang luar biasa pula. Walaupun demikian, dari keempat film tersebut mendapatkan Tomatometer yang sangat tinggi. bahkan Zootopia mendapatkan 98%.

Suicide Squad pun demikian, para pemain dan sutradara ketika ditanya mengenai bagaimana pendapat tentang review dari Rotten? Jawabannya simpel, mereka tidak peduli dan serahkan semuanya kepada masyarakat. Hasilnya sangat mencengangkan, pada satu minggu pertama setelah diluncurkan. Suicide Squad mendapatkan 135 juta dolar di Amerika Serikat saja. Tentu dengan pendapatan sebesar itu, sulit mengatakan bahwa Suicide Squad adalah film yang gagal.

Mungkin jika parameter film adalah kritik dan bukan pendapatan, tentu Suicide Squad adalah film yang gagal. Bukan begitu Urbaners?