Trending

Konsistensi Jakarta International Java Jazz Festival Di Tahun Ke-15

Dulu banyak penggemar jazz dari Indonesia harus rela mengeluarkan kocek dalam-dalam hanya untuk melihat festival jazz bertaraf internasional. Sekarang? Di setiap kota di Indonesia sudah ada festival jazz besar yang di dalamnya terdapat lineup yang berkualitas. Jika dilihat dari akarnya, tentu Jakarta International Java Jazz Festival adalah puncaknya. Dibuat sejak tahun 1995, Java Jazz Festival seakan berhasil mengubah stigma bahwa musik jazz ini hanya untuk kalangan menengah ke atas dan eksklusif.

Kembali ke titah awal, musik jazz adalah musik persatuan. Ketika pertama kali muncul, musik jazz ini dibikin oleh perkumpulan imigran dari Afrika di Amerika Serikat. Mereka sering kali berkumpul di pusat kota untuk memainkan alat musik dan berdansa. Dari situ, spirit musik jazz terus ditanamkan sejak sekarang. Java Jazz Festival pun berhasil mengubah bahwa musik jazz ini bisa dinikmati siapa aja, bahkan dengan perkembangan musik, jazz mempunyai banyak sekali aliran seperti fusion jazz, bossa nova, ataupun swing.

Di tahun 2019 mendatang, Java Jazz Festival memasuki tahun ke-15. Memang jika dibandingkan Newport Jazz Festival yang sudah berlangsung sejak tahun 1954 memang nggak ada apa-apanya Urbaners. Tetapi yang dilihat bukan seberapa lama festival tersebut berlangsung, tapi impact apa yang sudah dibuat. Konsistensi dari Java Jazz Festival ini patut diacungi jempol. Nggak mudah mengadakan acara besar dengan rangkaian acara mencapai 3 hari, ditambah lagi lineup Java Jazz Festival ini selalu menampilkan musisi dalam negeri.

Pada bulan Oktober 2018 kemarin, Java Jazz Festival mengumumkan konsep dan juga tema untuk Jakarta International Java Jazz Festival 2019. Tema yang diangkat adalah Broadway dan untuk misinya adalah Music Unites Us All.

Rayakan 15 Tahun, Java Jazz Festival Kembali Hadir di Tahun 2019

Rayakan 15 Tahun, Java Jazz Festival Kembali Hadir di Tahun 2019

Masuk ke tahun 15, Java Jazz Festival telah mencoba seluruh konsep ataupun tema yang ada. Mulai dari konsep 90an, kebudayaan, sampai terakhir di tahun 2018 kemarin mengusung vintage. Nggak hanya urusan konsep dan tema yang selalu segar setiap tahunnya, Java Jazz Festival juga menghadirkan lineup yang gila-gilaan. Bagi lo penggemar berat musik jazz, lo akan berpikir bahwa ngapain jauh-jauh pergi ke Eropa ataupun Amerika Serikat untuk melihat musisi jazz dunia perform kalau di Indonesia ada festival sejenis?

Yup, James Brown pernah manggung di tahun 2006, kemudian ada Jason Mraz (2009), lalu Legend dan Tony Braxton (2010), Santana (2011), Al Jarreau dan Stevie Wonder (2012), Craig David (2013), serta Jamie Cullum (2014). Itu pun masih ditambah lagi musisi jazz berbakat dari seluruh dunia dan dalam negeri. Jadi bisa dibilang selama 3 hari, lo akan dimanjakan musisi muda berbakat dan juga musisi yang sudah berpengalaman puluhan tahun.

Pada tahun 2019 ini, Java Jazz Festival mengusung tema Broadway dengan mengusung misi Music Unites Us All. Hal yang perlu digaris bawahi adalah nantinya Java Jazz Festival 2019 akan lebih mengusung musik untuk semua umur dan genre musik. Jadi buat lo yang masih duduk di bangku sekolah bisa menikmati festival ini. Lalu untuk orang tua yang ingin bernostalgia masa mudanya dulu juga diberikan tempat tersendiri.

“Dengan mengangkat tema Broadway, di tahun ke-15 ini kami akan mempersiapkan sesuatu yang spesial dan melalui misi Music Unites Us All, kami berharap bahwa semua orang dapat datang dan bersatu untuk menikmati sesuatu yang sifatnya universal yaitu musik, dimana dalam hal ini musik tidak ada perbedaan dan semua adalah sama dan satu dengan semua jenis genre yang ada,” dalam rilis resmi seperti dikutip dari beritagar.id.

Kemudian untuk tema Broadway yang diangkat di Java Jazz Festival 2019 mendatang, nantinya semua penonton yang datang diharapkan bisa merasakan bagaimana musik jazz ketika ditampilkan di Broadway. Sampai sekarang Broadway menjadi salah satu tempat sakral untuk seni pertunjukkan. Nah, setelah membahas tema dan konsep secara gamblang, sekarang akan dibahas siapa saja lineup keren yang akan menghiasi panggung-panggung Java Jazz Festival 2019.

Ini Lineup Super Keren yang Akan Tampil di Java Jazz 2019

Ini Lineup Super Keren yang Akan Tampil di Java Jazz 2019

Selain mengumumkan konsep dan tema, Java Jazz Festival juga mengumumkan beberapa lineup keren yang akan menghentak panggung Java Jazz. Siapa saja lineup tersebut??

GoGo Penguin

GoGo Penguin

Band yang berasal dari Manchester, Inggris ini bakal masuk ke dalam jajaran lineup Java Jazz Festival 2019. GoGo Penguin ini beranggotakan 3 orang, yaitu Chris Lillingworth sebagai pianis, Nick Blacka sebagai bassist, dan Rob Turner sebagai drummer. Ketiga bermain dengan aliran musik electronica dan trip hop. Aliran trip hop sendiri sempat booming di Inggris di tahun 90an dan merupakan gabungan dari beberapa aliran musik seperti funk, dub, soul, R&B, dan juga jazz.

Untuk lo yang ingin menikmati musik klasik yang bercampur electronica dan beat yang cepat, GoGo Penguin adalah band yang tepat. Baru berdiri sejak tahun 2012 lalu, GoGo Penguin sudah merilis 4 album dan di tahun 2018 mereka baru saja merilis A Humdrum Star.

Cyrus Chestnut

Cyrus Chestnut

Siapa sih yang nggak kenal Cyrus Chestnut. Pianis berkulit hitam ini menjadi salah satu musisi berbakat yang pernah dilahirkan. Bahkan majalah Time pernah menulis di tahun 2006, “What makes Chestnut the best jazz pianist of his generation is a willingness to abandon notes and play space”. Jadi bisa dibilang, segala sentuhan dari Cyrus ini akan berubah menjadi sebuah mahakarya yang luar biasa. Salah satu keahlian dari Cyrus adalah dia bisa mengubah mood bermusik ketika berada di atas panggung.

Bahkan pada suatu konser, Cyrus pernah memainkan Mozart dan berubah ke Debussy. Salah satu daya tarik lain dari Cyrus adalah setiap konser yang dihadiri Cyrus ini pasti akan berbeda. Improvisasi yang dilakukannya akan membuat para penonton pulang dengan perasaan yang bahagia.

James Vickery 

Penyanyi muda asal Lond Inggris ini sempat viral karena konsernya yang sangat energik muncul di YouTube. Suara dari James Vickery juga cukup tinggi, sangat cocok dengan genre musiknya yang masuk ke dalam R&B. Pada tahun 2018 ini James Vickery baru saja mengeluarkan debut EP berjudul Violet yang merupakan kegelisahan James dalam bentuk lagu. Buat lo yang akan menonton Java Jazz Festival 2019 besok, bersiaplah menjadi saksi kelahiran penyanyi jazz berbakat.

Lucky Chops

Lucky Chops

Band alat musik brass ini dijamin akan memukau panggung di Java Jazz Festival 2019 tahun depan. Sebab, Lucky Chops ini sudah mencuri perhatian sejak tahun 2016 lalu, ketika itu di SXSW mereka berhasil menghipnotis beberapa pengunjung untuk berhenti dan melihat aksi panggung mereka. Lucky Chops ini kebanyakan akan memainkan lagu populer atau cover penyanyi terkenal. Lagu mereka yang paling terkenal adalah Funktown/I Feel Good dan Danza 2016 yang bakal membuat lo bernyanyi.

Buat lo yang penasaran bagaimana mereka manggung dan bagaimana lagunya, lo bisa mengunjungi channel YouTube resmi mereka yaitu Lucky Chop. Ada beberapa penampilan mereka di stasiun yang keren banget.

JMSN

Lineup selanjutnya adalah JMSN atau Cristian Berishaj atau biasa dipanggil dengan Jameson. JMSN merupakan penyanyi dari Amerika Serikat yang beraliran R&B, electronica, dan juga soul. JMSN pertama kali muncul pada tahun 2004, ketika itu dirinya pertama kali mengirimkan demo ke beberapa record label. Akhirnya di tahun 2005, JMSN sukses menandatangani Atlantic Records. Nggak puas, JMSN akhirnya membuat label rekaman sendiri bernama White Room Records. Lagu JMSN yang terkenal dan wajib lo dengarkan adalah Patienty, Cruel Intentions, dan So Badly. JMSN juga baru saja mengeluarkan album baru dengan judul Velvet.

Selain JMSN, ada Moonchild, Nathan East and Band of Brothers, kemudian Sinead Harnett, dan The Suffers. Untuk lineup lain, Java Jazz Festival mengatakan akan me-update dalam waktu dekat. Bukan nggak mungkin akan ada guest star yang akan diumumkan.

Source: beritagar.id