• Buzz
  • Cara Bersepeda ke Kantor Tanpa Membuat Pakaian Kusut

Cara Bersepeda ke Kantor Tanpa Membuat Pakaian Kusut

Thu, 25 February 2016

Bersepeda ke tempat kerja memang memiliki cukup banyak keuntungan, lo bisa sekaligus olahraga cardio, menghemat biaya pengeluaran untuk transportasi, dan atmosfer chill yang lo rasakan. Namun, tetap ada “harga” yang harus lo bayar. Lo harus siap dengan keringat yang bakal membanjiri tubuh begitu sampai di kantor. Oleh sebab itu, lo bisa menerapkan tips berikut ini agar penampilan lo tetap segar dan stylish setelah mengayuh sepeda.

 

Gunakan Kostum Olahraga

Lo nggak bakal mengenakan setelan kerja saat nge-gym kan? Sama halnya dengan bersepeda ke tempat kerja, Urbaners. Kenakan saja pakaian yang oke bagi lo untuk bersepeda, lalu simpan setelan kerja lo di dalam tas ransel khusus yang bisa bikin lo terlihat makin stylish. Tapi, lo harus siap-siap berkeringat lebih banyak karena beban pada ransel yang lo tanggung. Kalau mau lebih praktis lagi, lo bisa menggunakan pannier, tas yang dapat dipasang pada sepeda.

 

Bawa Handuk dalam Plastik Ziplock

Saat sudah sampai di kantor, jangan langsung berganti mengenakan pakaian kerja dengan kondisi badan masih berkeringat. Bawa handuk untuk mengeringkan badan lo terlebih dulu. Pokoknya, setiap bersepeda ke kantor, lo harus membawa satu handuk baru. Untuk membawanya kembali pulang, masukkan dulu pada sebuah plastik ziplock berukuran besar. Plastik tersebut bakal menjaga handuk bekas keringat lo untuk nggak menimbulkan bau-bau nggak enak di dalam tas dan ruangan kerja.

 

Lipat Baju dengan Trik Tertentu

Jangan takut setelan kerja akan kusut saat disimpan di dalam ransel, Urbaners. Semua tergantung dari cara lo melipatnya. Apabila lo membawa laptop, letakkanlah dengan posisi berdiri pada punggung tas. Lalu, masukkan sepatu kerja lo di dalam wadah khusus dan letakkan di bagian paling bawah tas. Gulung handuk dan lipat celana mengelilingi handuk tersebut. Setelah itu, lipat kemeja atau jas lo menjadi setengah dan letakkan pelan-pelan di atas barang-barang yang udah lo masukkan sebelumnya.

 

Berangkat Kerja Lebih Awal

Bersepeda ke kantor mengharuskan lo untuk merapikan penampilan kembali. Oleh sebab itu, usahakan untuk berangkat lebih awal agar lo bisa datang mendahului rekan-rekan kerja yang lain. Dengan begitu, lo memiliki waktu lebih untuk berganti pakaian dan menyegarkan diri kembali. Simpan deodoran cadangan, sisir, dan produk-produk lain di meja kerja. Jangan lupa juga untuk menata rambut kembali setelah terkena helm saat bersepeda.

Bersepeda memang sehat, tapi jangan sampai rekan-rekan kerja lo ngerasa terganggu dengan bau keringat dari tubuh lo, Urbaners. Tapi, kini lo udah nggak perlu khawatir hal tersebut bakal terjadi, Penampilan lo akan tetap fresh sepanjang hari di kantor!

 

 

Source:gq.com

6 Tokoh Ini Dapat Gelar Pahlawan Nasional 2019

Friday, November 22, 2019 - 13:15
Presiden Joko Widodo berdiri di depan foto-foto para Pahlawan Nasional.

Dalam rangka Hari Pahlawan 2019 yang jatuh pada tanggal 10 November, Presiden Joko Widodo memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 tokoh. Hal ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 120 TK 2019 yang ditandatangani pada 7 November 2019. Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada ahli waris di Istana Negara, Jakarta Pusat.

 

Roehana Koeddoes

Sosok Roehana Koeddoes, memakai semacam bandana di kepala

Sepupu dari H. Agus Salim ini merupakan pendiri dari surat kabar Sunting Melayu. Sebelumnya, beliau menekuni bidang jurnalistik melalui surat kabar Poetri Hindia. Roehana Koeddoes memiliki keinginan agar wanita di daerahnya memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih. Itulah kenapa jajaran direksi dan penulis di Sunting Melayu berasal dari kaum wanita.

 

A.A. Maramis

A.A Maramis berpose formal dengan mengenakan jas dan dasi kupu-kupu.

Sebagai Menteri Keuangan Indonesia yang kedua, A.A. Maramis berperan penting dalam perkembangan dan percetakan uang kertas yang pertama di Indonesia. Tanda tangan beliau bahkan tertera pada uang kertas tersebut. Nggak cuma itu, pria kelahiran 20 Juni 1897 ini juga merupakan anggota dari Panitia Lima yang dibentuk oleh Soeharto, presiden kedua Indonesia, untuk mendokumentasikan rumusan Pancasila.

 

Sarjito

Sardjito mengenakan jas berwarna hitam

Pria asal Magetan ini sangat berjasa dalam menciptakan vaksin untuk kolera, typus, dan disentri. Sarjito juga cukup aktif dalam organisasi Budi Utomo di Jakarta. Bersama dengan dokter Sanusmo, Prof. Sutarman, dan dokter Pudjodarmohusodo, Sarjito mendirikan Fakultas Kedokteran Republik Indonesia di Solo dan Klaten pada 5 Maret 1946. Saat ini, fakultas tersebut telah berkembang dan menjadi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

 

K.H. Masjkur

Ilustrasi sosok K.H. Masjkur, yang mengenakan kacamata dan pakaian berwarna cokelat.

Perjuangan K.H. Masjkur dalam kemerdekaan Indonesia dilakukan beliau dengan bergabung menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA). Selain itu, beliau juga mengumpulkan pemuda Islam dalam laskar khusus untuk ikut turun seiring perobekan bendera di Hotel Yamato, Surabaya. Laskar ini jugalah yang turut melawan tentara Inggris yang marah setelah Mayor Jenderal Mallaby tewas.

 

Abdul Kahar Mudzakkir

Ilustrasi sosok Abdul Kahar Mudzakkir, sedang memakai kacamata dan pakaian berwarna abu-abu.

Sempat menempuh pendidikan di Kairo, Mesir, Abdul Kahar Mudzakkir turut mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia di Timur Tengah. Melalui tulisan-tulisan di sejumlah surat kabar, pria asal Yogyakarta ini juga membawa nama Indonesia. Di samping itu, beliau juga terlibat dalam perumusan bentuk negara bersama sejumlah tokoh Islam.     

 

Sultan Himayatuddin

Gambar dari Sultan Himayatuddin, memiliki brewok, dan memakai semacam bandana.

Sultan Himayatuddin adalah seorang sultan dari kerajaan Buton, Sulawesi Tenggara. Beliau berperan dalam memutuskan untuk mengakhiri perjanjian antara Kesultanan Buton dan VOC. Bersama dengan rakyatnya, Sultan Himayatuddin merancang strategi di dalam hutan untuk melawan VOC. Perjuangan tersebut berhasil membuat VOC akhirnya keluar dari Buton.

 

Melalui caranya masing-masing, keenam sosok tersebut sudah berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Ikut senang rasanya melihat mereka mendapat gelar Pahlawan Nasional!