• Buzz
  • Kota Besar Dengan Tradisi Imlek di Indonesia yang Wajib Lo Kunjungi

Kota Besar Dengan Tradisi Imlek di Indonesia yang Wajib Lo Kunjungi

Thu, 02 February 2017

Euphoria Tahun Baru Imlek masih bisa dirasakan. Perayaan yang selalu diramaikan dengan berbagai event serta dekorasi-dekorasi menarik di tempat-tempat umum ini jadi hari yang paling ditunggu masyarakat Tionghoa di Indonesia. Ada banyak ritual yang dipercaya mampu mendatangkan kemakmuran di tahun baru ini. Dan menariknya, beberapa kota di Indonesia memiliki tradisi Imlek yang unik. Dimana saja?

 

Grebeg Sudiro – Solo

Mungkin lo bakal bingung ketika datang di acara Grebeg Sudiro yang diadakan di Solo ini. Pasalnya, meski dilaksanakan untuk memeriahkan Imlek, namun nuansa Jawa terasa sangat kental di acara ini. Arak-arakan gunungan berisi kue keranjang serta aneka hasil bumi digotong oleh masyarakat dengan busana lurik khas masyarakat Jawa. Di belakangnya, di susul barongsai yang jadi kebudayaan khas suku Tionghoa.

Sudiroprajan yang jadi pusat perayaan ini merupakan kampung dimana masyarakat suku Jawa dan Tionghoa tinggal berdampingan dan selalu rukun sejak berabad-abad lamanya. Bila lo pengen nonton tradisi ini, datang saja ke kampung tersebut 7 hari sebelum Tahun Baru Imlek. Acara ini biasanya ditutup dengan Festival Kembang Api yang meriah.

 

Pasar Semawis – Semarang

Tak jauh dari Solo, tepatnya di Semarang, terdapat kawasan Pecinan bernama Pasar Semawis. Di hari biasa, kawasan ini memang sudah ramai. Namun ketika Hari Imlek tiba, kawasan Pasar Semawis akan jauh lebih meriah dibanding biasanya. Banyak berjajar lampion serta beragam dekorasi khas Imlek. Nggak cuma itu, ada juga penampilan wayang potehi (wayang boneka khas Tionghoa), gambang Semarang, jipin, twa kok djwee, hingga kesenian wushu yang diramaikan klenteng pecinan sekitar.

Selain pertunjukan serta ornamen khas Imlek, ada juga beragam kuliner yang wajib lo coba, mulai dari Nasi Goreng Babat hingga makanan non-halal seperti sate babi. Dijamin puas lahir batin.

 

Tatung – Singkawang

Momen Imlek di Singkawang akan sangat meriah, apalagi ketika masuk masa Cap Go Meh, atau 15 hari setelah Hari Raya Imlek. Di Singkawang diselenggarakan event Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara.

Pawai Tatung adalah tradisi yang paling ditunggu di Singkawang. Patung Tatung memiliki penampilan yang cukup menyeramkan. Warga sekitar percaya Tatung akan mengusir roh jahat dari seluruh penjuru kota. Itulah mengapa patung ini diarak keliling kota.

Jadi, menurut lo, mana tradisi yang paling unik dan wajib untuk didatangi?

Inspirasi Dari Fumio Sasaki: Menjadikan Minimalis Sebagai Lifestyle!

Tue, 22 September 2020
tren hidup minimalis dari Fumio Sasaki

Bro, apa lo tahu kalau di Jepang ada keresahan yang sepertinya bisa jadi masalah juga di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta. Keresahan tersebut adalah keterbatasan ruang dan lahan. Ini akan jadi masalah yang serius ketika lo suka mengumpulkan barang dan membutuhkan ruang yang lebih luas lagi.

Padahal bisa jadi rumah atau lahan yang lo punya sudah cukup luas, tapi karena banyak barang yang terus berdatangan dan ada saja yang lo beli, lo jadi merasa tinggal di rumah atau lahan yang sempit. Untuk menjawab hal ini, ada sebuah teori yang menarik, bro.

Teori yang menarik itu namanya teori minimalisme. Nah di bahasan kali ini, lo akan diajak berkenalan dengan orang Jepang yang sudah menerapkan teori ini menjadi lifestyle sehari-hari – kenalkan bro, ini Fumio Sasaki.

Kalau ditelisik lebih dalam, sebenarnya yang menerapkan minimalisme tidak hanya Fumio saja, lho. Sebelumnya sudah ada Marie Kondo yang mendapatkan kebahagian dari beres-beres rumah. Nah, Fumio ini menerapkan minimalisme langsung di kehidupannya, seperti apa jadinya ya?

 

Mengeliminasi Barang yang Tidak Lagi Digunakan

tren hidup minimalis dari Fumio Sasaki

Credit Image: kompasiana.com

Mungkin ini terjadi di hampir lo semua yang membaca artikel yang satu ini – apakah lo pernah punya ikatan batin dengan sebuah barang? Seperti sebenarnya lo sudah nggak butuh-butuh banget dengan barang itu, tapi tidak bisa lo buang begitu saja.

Misalnya barang-barang dikasih dari gebetan, pacar atau bahkan mantan – sebenarnya bisa saja barang-barang tersebut tidak terpakai dan akhirnya menumpuk begitu saja di pojok kamar. Kalau sama Fumio, ini sudah pasti dieliminasi karena sudah tidak digunakan lagi.

Menurut Fumio, mengeliminasi atau membuang barang yang tidak lagi berguna adalah salah satu cara untuk mendapakan esensi dari hidup minimalis. Kok bisa seperti itu ya? Jadi begini bro, awalnya Fumio adalah seorang laki-laki biasa yang sedang merasa tertekan di tempat pekerjaannya dan kurang percaya diri.

Lalu suatu hari, ia memutuskan untuk mengubah hidupnya dengan mengurangi barang-barang yang ia miliki. Dari pengurangan barang tersebut, ia merasa ada perubahan yang terjadi secara signifikan di dalam hidupnya. Fumio seperti merasakan kebebasan dan kedamaian sejati.

Semua hal yang ia lakukan, jika dilihat dari kuantitasnya, semua jadi lebih sedikit. Contohnya seperti berbelanja kebutuhan, ia hanya akan beli yang benar-benar akan dipakai saja. Dengan begini, ia tidak memikirkan barang lain yang sebenarnya tidak ia perlukan.

Waktu luang dari Fumio pun ia manfaatkan dengan cara bersih-bersih rumah. Dari sini, ia merasa lebih aktif, sehingga jadi memiliki waktu lebih dengan teman dan yang lainnya.

 

Menerapkan Konsep Zen

Fumio juga menerapkan konsep Zen sebagai salah satu pedoman hidupnya. Zen sendiri adalah sebuah gaya hidup sederhana yang mengutamakan keharmonisan tubuh dengan pikiran. Dengan prinsip ini, sesuatu yang tidak sempurna sengaja dibiarkan agar imajinasi yang bisa membuatnya jadi utuh.

Zen sendiri memberikan pemahaman bahwa kekosongan adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Ruang kosong menjadi momen di mana lo bisa mengapresiasi sesuatu yang lebih penting daripada yang lain, yaitu hidup.

 

Bisa Prioritaskan Kebutuhan

tren hidup minimalis dari Fumio Sasaki

Credit Image: liputan6.com

Seperti yang sudah sempat disebutkan sebelumnya kalau minimalisme akan membuat lo tersadarkan betul kalau kebutuhan lo sebenarnya tidak begitu banyak. Kebutuhan premier, ya – lo bisa memprioritaskan kebutuhan yang penting terlebih dahulu.

Di konsep minimalisme ini, lo tidak akan dibuat pusing dengan set fashion yang akan keluar dan lo perlu beli semua. Lo akan bisa menilai dengan sendirinya apakah lo perlu membeli barang tersebut atau tidak. Jika dirasa tidak akan lo gunakan sesuai fungsinya, mungkin lo tidak jadi beli barang itu.

Wah bagaimana nih bro? Fumio Sasaki sudah menganut gaya hidup minimalis yang cukup menarik nih lifestyle nya buat dicoba. Apakah lo ada ketertarikan untuk jadi kaya Fumio?

 

Feature Image – kreativv.com