• Buzz
  • California Bakal Jadi Negara Bagian Pertama yang Larang Sedotan Plastik di Wilayahnya

California Bakal Jadi Negara Bagian Pertama yang Larang Sedotan Plastik di Wilayahnya

Thu, 27 September 2018
California Bakal Jadi Negara Bagian Pertama yang Larang Sedotan Plastik di Wilayahnya

Kerap kali sedotan plastik dianggap sebelah mata. Padahal benda tersebut memiliki dampak mengerikan bagi lingkungan. Karena itu masalah sampah plastik, jadi topik pembicaraan para aktivis lingkungan maupun masyarakat dunia. Ukuran plastik yang kecil sulit untuk diambil ketika berada di lautan. Begitu pun dengan para pemulung yang enggan mengambil sampah sedotan plastik. Akhirnya sampah sedotan plastik terbuang sia-sia.

Melihat hal itu, kini banyak negara-negara termasuk negara bagian Amerika Serikat, California bakalan menerapkan aturan baru. Yakni membatasi dan bahkan melarang penggunaannya di berbagai restoran besar.

 

Fakta Sedotan Plastik yang Perlu Lo Tahu

Fakta Sedotan Plastik yang Perlu Lo Tahu

Meskipun panjangnya sekitar 10 cm, butuh waktu 500 tahun lamanya buat mengurai sedotan plastik secara alami. Karena bahannya dari polypropylene yang dibuat tahan seumur hidup. Jadi nggak heran kalau butuh waktu yang begitu lamanya untuk mengurai dan hancur.

Menurut ilmuwan Marcus Erikse, pendiri LSM 5 Greys mengatakan bahwa sedotan plastik berbahaya karena ketika di alam akan berubah menjadi mikroplastik. Mikroplastik yang terlepas inilah yang akan jadi makanan ikan. Jika ikan tersebut menelannya efeknya bisa bahaya bagi manusia. Itu hanya secuil saja Urbaners, sebenarnya masih banyak dampak negatif lainnya.

 

Langkah Kurangi Sampah Plastik

Langkah Kurangi Sampah Plastik

Kampanye bebas sedotan plastik di Amerika Serikat digagas oleh Milo Cress tahun 2011 lalu. Cress yang masih 9 tahun kala itu menggagas kampanye “Be Straw Free” dan mengatakan orang Amerika Serikat menggunakan 500 juta sedotan tiap hari, tulis laman VICE. Sejak saat itulah muncul kampanye-kampanye serupa.

Imbasnya pun hingga ke pemerintah negara bagian California. Baru-baru ini Gubernur California Jerry Brown menandatangani Assembly Bill 1884 pada Kamis, 20 September lalu. Isi utama dari undang-undang itu adalah larangan bagi restoran untuk menyediakan sedotan plastik. Bagi yang melanggarnya akan mendapatkan denda sebesar US$ 25 per harinya.

Undang-undang pelarangan sedotan plastik bakal diberlakukan per 1 Januari 2019 mendatang. Dengan diterapkannya kebijakan baru ini membuat California menjadi negara bagian pertama yang melarang peredaran sedotan plastik guna mengurangi sampah plastik.

Sebelumnya, di tahun 2016 California juga menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang melarang penggunaan tas plastik di wilayahnya. Tentu ini sebuah langkah bijak yang patut ditiru negara lainnya Urbaners, termasuk di Indonesia suatu hari nanti.

 

Source: VICE, Business Insider

Kontribusi Besar Masyarakat Indonesia di Tengah Pandemi

Fri, 29 May 2020
Tampak seorang yang mengenakan APD dan masker N95 kelelahan sambil menggaruk kepala

Selain menghilangkan rasa bosan #MumpungLagiDirumah jika nggak perlu-perlu sekali keluar rumah, sebagian besar masyarakat Indonesia juga ikut aktif berkontribusi di tengah pandemi. Saling bahu-membahu membantu menghadapi situasi terkini. Mulai dari menggalang donasi untuk pekerja harian yang terdampak COVID-19 hingga mendonasikan APD serta masker bagi tenaga medis.

 

Galang Donasi untuk APD bagi Tenaga Medis

Seorang tenaga medis mengenakan APD lengkap

Menggalang donasi untuk membantu penanganan penyebaran COVID-19 ini nggak cuma dilakukan oleh selebritis dan selebgram saja. Masyarakat umum juga ikut berpartisipasi aktif di sini. Melalui banyak gerakan baik yang dirintis instansi sosial maupun gerakan swadaya, akhirnya berhasil dikerahkan untuk prioritas kebutuhan di awal pandemi lalu, yakni APD dan masker bagi tenaga medis.

Gerakan ini menjaring massa yang cukup besar, sebut saja Jogja Lawan Corona yang bekerja sama dengan MamaJahit, lalu Sama Sama Kita Bisa yang diusung oleh komunitas kopi untuk mendukung para tenaga medis dalam bekerja agar bisa terus dalam kondisi prima. Belum lagi banyak gerakan lain yang juga hadir di beberapa daerah untuk menyokong kebutuhan medis daerah mereka.

 

Masker Kain Produksi Rumahan

Proses pembuatan masker kain produksi rumahan

Kontribusi besar lainnya yang juga nggak bisa diabaikan begitu saja dan pasti lo juga tahu berita yang satu ini, yakni bagaimana masyarakat ikut memproduksi masker kain rumahan. Dibuat dengan bahan kain, beberapa dijual dengan harga sangat murah, beberapa lainnya bahkan dibagikan secara cuma-cuma bagi para pekerja yang masih harus beraktivitas di luar rumah selama pandemi ini berlangsung.

Ini jadi respon positif atas kondisi kelangkaan masker yang sempat terjadi beberapa waktu lalu dikarenakan penimbunan oleh pihak yang nggak bertanggung-jawab dan kebutuhannya yang semakin meningkat kemudian. Beberapa komunitas menjahit seperti MamaJahit tadi juga ikut berkontribusi dalam produksi masker kain ini.

 

Berbagi Sembako bagi yang Membutuhkan

Aksi terakhir ini bisa jadi lo sudah sering lihat di beberapa video yang tersebar di YouTube atau sosial media lain, di mana beberapa masyarakat yang memiliki penghasilan lebih bergotong-royong membeli sembako dalam jumlah banyak. Sembako-sembako ini yang akhirnya disumbangkan ke mereka yang membutuhkan.

Nggak sedikit juga anak-anak muda yang ikut berperan aktif dalam aksi-aksi kontributif untuk saling tolong menolong di saat-saat yang sulit seperti ini. Ini jadi ciri khas gotong royong Indonesia yang harus diapresiasi dan dibudayakan turun temurun. Tanda bahwa kita masih memiliki simpati untuk berjuang bersama mengatasi pandemi.

Buat lo yang juga ingin berpartisipasi ikut berkontribusi berarti selama pandemi ini berlangsung, jangan tunggu lagi, Bro. Lo bisa cari tahu gerakan kontribusi yang sedang dilakukan di sekitar area lo sekarang. Ingat, bantuan nggak melulu uang, lo bisa membantu dan berkontribusi dengan cara yang paling mampu lo lakukan.

 

Sources: Kompas, The Conversation, CNBC Indonesia