Cara Baru Berpetualang di Bawah Laut - MLDSPOT
  • Hobby
  • Cara Baru Berpetualang di Bawah Laut

Cara Baru Berpetualang di Bawah Laut

Wed, 01 July 2015

Ada kabar gembira buat Urbaners yang ingin mengenal lebih dalam tentang dunia di bawah permukaan laut! Tanpa harus membuang banyak waktu, biaya, dan tenaga untuk menyelam ke berbagai samudra, sekarang lo bisa mengamati kehidupan bawah laut dengan satu kali “klik”. Well, thanks to Google Street View for making this possible.

Dalam rangka merayakan World Oceans Day yang jatuh pada tanggal 8 Juni, Google Street View semakin memantapkan komitmen untuk menjelajah dan melestarikan kehidupan bawah laut. Bekerja sama dengan XL Catlin Seaview Survey, NOAA’s Office of National Marine Sanctuaries, dan Chagos Conservation Trust, Google Street View menampilkan panorama bawah laut di lebih dari 40 lokasi di seluruh dunia.

Penyajian panorama ini juga berfungsi sebagai “pemetaan” yang dapat menjadi kunci bagi kelestarian laut itu sendiri. Hal ini dikarenakan setiap gambar yang ada di Google Maps merupakan catatan digital yang berdasar pada GPS bawah laut. Jadi, lo bisa memantau pergerakan atau perubahan kondisi bawah laut dari waktu ke waktu.

Lebih dari itu, lo bisa melihat keindahan ekosistem laut dan berbagai ancaman yang umum terjadi, seperti badai di sekitar Great Barrier Reef dan peningkatan suhu air yang memutihkan terumbu karang. Lo juga berkesempatan untuk melihat makhluk-makhluk air yang langka dan menakjubkan, mulai dari penyu laut di Solomon Island, humpback whales di Cook Island, great white sharks di Australia, sampai sunfish (Mola mola) misterius di Bali!

Untuk memaksimalkan usaha pemetaan dan pelestarian laut ini, Google Street View dan XL Catlin Seaview Survey mengumumkan bahwa mereka membutuhkan mitra baru di berbagai lembaga, tepatnya di NOAA’s Office of National Marine Sanctuaries, Reef Check, Blue Ventures, Our World Underwater Scholarship Society, dan GUE’s Project Baseline. Setiap lembaga itu memiliki fokus bidang masing-masing, namun mereka tetap berpedoman pada satu tema yang sama, yaitu pelestarian dan perlindungan laut.

Kalau lo penasaran dengan inovasi dari Google Street View ini, lo bisa cek langsung maps.google.com/ocean. Tinggal pilih lokasi yang lo inginkan, dan lo pun udah siap untuk menikmati pengalaman “menyelam” dari balik monitor laptop!

Source : www.nbcnews.com, i.huffpost.com 

 

 

Global Fishing Watch
Global Fishing Watch adalah salah satu lembaga yang turut membantu Google Street View dalam memetakan laut. Selain itu, Global Fishing Watch juga bekerja sama dengan SkyTruth dan Oceana untuk menciptakan pandangan interaktif pertama tentang industri pemancingan secara global kepada publik.

Google Street View di Gurun Pasir Liwa
Google Street View sering mengalami kendala untuk menyorot tempat-tempat yang susah dijangkau dengan kendaraan bermotor, seperti Gurun Pasir Liwa di Abu Dhabi. Untuk memecahkan masalah ini, pihak Google Street View sampai meletakkan 360-degree Trekker camera ke atas punggung unta.

Tentang Google Street View
Google Street View pertama kali dirilis pada tahun 2007 di beberapa kota di United States. Google Street View merupakan teknologi yang bertujuan untuk menampilkan berbagai panorama dari seluruh dunia. Nantinya, tampilan panorama ini bisa lo lihat di Google Maps dan Google Earth.

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience