Ayu Larasati: Kerinduan pada Kerajinan Tangan yang Memulai AL Ceramics - MLDSPOT

Ayu Larasati: Kerinduan pada Kerajinan Tangan yang Memulai AL Ceramics

Nggak bisa dipungkiri, produk yang dibuat dari tangan atau handmade punya daya tarik lebih daripada produk yang dibuat massal. Meskipun sama-sama awet dan berkualitas, barang handmade punya value lebih. Buat yang ngerti, kreativitas dan craftsmanship dari pembuatnya adalah dua faktor yang bikin produk handmade terasa spesial.

Punya kualitas sekelas artisan dan melalui proses pembuatan yang teliti – emang bikin harga produk handmade cenderung lebih mahal daripada produk-produk lain. Tapi, justru tingginya tingkat craftsmanship-nya itulah yang bikin produk handmade layak dihargai tinggi.  

Jenis produknya pun beragam – mulai dari pakaian, sepatu, tas dan barang-barang kulit yang lagi populer, sampai ornamen dan barang-barang pecah belah seperti vas bunga, asbak, piring, gelas, sampai pot bunga. Inilah yang dilakukan Inspiring People kali ini – Ayu Larasati melalui bisnis AL Ceramics kepunyaannya.

Seniman keramik yang menjunjung tinggi prinsip quality over quantity ini pertama kali dikenalkan dunia pottery saat berkuliah jurusan Industrial Design di Toronto, Kanada. Setelah lulus, Ayu tidak langsung memulai bisnisnya saat ini. Ayu sempat bekerja sebagai product designer di salah satu manufacturing & design agency di Kanada.

Bekerja untuk proses pembuatan produk berskala besar, ruang lingkup kerja Ayu pada saat itu banyak berhubungan dengan klien dan enggak bisa turun langsung dalam proses pembuatan produk. Hal ini yang justru membuat Ayu pengen bisa membuat suatu produk langsung dengan tangannya sendiri.

Dari situ, Ayu memutuskan buat pulang kampung dan memilih keramik – karena itulah produk yang bisa dia buat di rumah. Lewat produk keramiknya, Ayu pengen produk keramiknya hadir dengan desain menarik, dibuat dengan material tanah liat terbaik yang diproses secara teliti langsung oleh Ayu dan timnya.

Fokus Menularkan Semangat Handmade-Making

Ayu Larasati

Lebih dari itu, melalui brand-nya – Ayu mengajak orang-orang untuk lebih sadar bahwa saat membeli produk, terutama yang handmade, ada proses yang panjang dan rumit dari perencanaan produk sampai tiba di tangan konsumen. Cara ini yang menurutnya adalah cara dari masa lalu yang mengedepankan proses produksi yang tepat.
“Sebenernya gue, tuh, penginnya, going back to the old days dengan a proper way of doing it. Bener-bener materialnya terbaik. Hopefully, dengan aku creating the awareness, orang bisa appreciate the actual process yang balik ke old days, the proper way to do it,” jelas Ayu.

Sebisa mungkin, Ayu selalu mau bercerita tentang apa saja yang dilakukan di belakang layar selama ia membuat sebuah keramik. Ia juga ingin orang-orang untuk bisa membuat keputusan yang lebih baik melalui barang keseharian yang dibeli.

Salah satu tujuan utama Ayu adalah membuat budaya konsumen yang lebih suportif terhadap bisnis lokal, terutama mereka yang menggunakan metode handmade. Ini akan membuat orang-orang di balik bisnis artisan punya waktu, modal, dan kesempatan untuk melakukan apa yang mereka sukai.

You can buy the ones that are actually cheaply made, tapi cepet rusak. Atau bisa supports the local economy with the proper way of doing things. Jadi, dengan spending my money, gue juga bisa make a decision to make a difference.” ujar Ayu.

Desain yang Struktural

Ayu Larasati

Selayaknya brand lain, Ayu juga menerapkan signature style untuk AL Ceramics. Model dan desain keramiknya dibuat dengan rapi dan struktural. Ayu merasa gaya khas produk miliknya ini berasal dari dirinya yang punya background di product design, yang memang udah terbiasa memperhatikan bentuk produk dengan saksama.

Meskipun begitu, Ayu juga menjelaskan kalau enggak semua tanah liat bisa dengan mudah dibentuk sesuai desain atau keinginannya. Aspek yang lebih alami inilah yang bagi Ayu, memberikan kesempatan buat produk-produk pottery-nya untuk bisa langsung dinilai oleh calon pembeli atau “speaks for itself.”

Sebelum dijual secara online maupun di tokonya yang berlokasi di Gandaria, Ayu memproduksi semua keramiknya di studio miliknya di Depok. Enggak cuma produksi aja, Ayu juga rutin mengadakan pottery making workshop di studionya sebelum pandemi. Untuk saat ini, kelas ini dihentikan sementara sampai waktu yang belum ditentukan.

Bukan cuma di studionya, Ayu juga membuka workshop yang kapasitasnya lebih kecil supaya lebih intensif. Di setiap workshop pembuatan keramik yang dilakukan Ayu, ia akan mengajarkan teknik pembuatan yang mendetail untuk mendukung keinginan pesertanya meningkatkan skill dalam pembuatan keramik.

Ayu menargetkan perkembangan bisnis yang signifikan setiap tahunnya. Sambil terus-menerus mengembangkan strategi bisnis untuk toko dan studionya yang berkelanjutan, Ayu yang berangkat dari seorang desainer—yang punya peran penting dalam pengembangan produk fokus menekuni seluk-beluk bisnisnya.

Kelihaian tangan Ayu ngebentuk tanah liat jadi produk keramik yang fungsional dan menarik dengan nonton MLDSPOT TV Season 7 Episode 2, “Local Crafty” di YouTube MLDSPOT TV. Sekalian, subscribe juga YouTube channel MLDSPOT TV, dan follow Instagram @mldspot buat lihat konten-konten inspiratif lainnya. Get yourself inspired by MLDSPOT!

Time Spent
4