Inspiring People
Rabu, 24 Desember 2025

Calvin Hadi Bangun Riders & Rules dari Garasi

  • Share
  • fb-share
Calvin Hadi Bangun Riders & Rules dari Garasi

Calvin Hadi dikenal di skena motor kustom sebagai sosok di balik Riders & Rules, brand helm dan apparel yang tumbuh dari kultur komunitas motor. Salah satu desain helm buatannya yang sempat menarik perhatian adalah helm berbentuk rambut ala Elvis.

Di balik brand ini, ada satu prinsip yang terus dipegang, ketika lo memutuskan serius sama hobi, konsistensi dan kejujuran jadi kunci. Dari situ, kepercayaan tumbuh dengan sendirinya. Orang datang bukan cuma buat beli produk, tapi buat menitipkan selera, cerita, dan identitas mereka ke dalam sebuah helm.

Bermula dari Rasa Penasaran

helm rambut elvis
Photo by @calvinhadii

Riders & Rules lahir dari pertanyaan kenapa susah menemukan helm lokal yang aman, punya karakter kuat, dan bisa jadi medium bercerita? Rasa penasaran itu mendorong Calvin buat mulai bereksperimen di garasi rumahnya.

Prototipe demi prototipe lahir dari proses trial dan error. Ada yang gagal, ada yang setengah jadi, dan ada juga yang memaksa standar kualitas untuk dinaikkan lagi. Di fase awal ini, Riders & Rules belum memikirkan viral atau ekspansi besar. Fokusnya hanya bikin produk yang layak dipakai dengan rasa bangga.

Kesadaran penting muncul ketika Calvin memilih untuk tidak terburu-buru. Riders & Rules dibangun dengan prinsip quality over quantity. Harga tidak harus murah, tapi harus masuk akal dengan material, desain, dan finishing yang ditawarkan. Di tengah industri yang serba instan, pilihan ini memang berisiko, tapi justru di situlah karakter brand terbentuk.

Baca juga: Custom Helmet Jadi Ladang Gaya Baru

Komunitas sebagai Fondasi Brand

helm riders and rules
Photo by @calvinhadii

Hal menarik dari Riders & Rules bukan cuma produknya, tapi cara brand ini tumbuh. Tanpa iklan besar-besaran atau endorsement influencer, Riders & Rules hidup lewat komunitas. Mulai dari riding bareng, pop-up kecil, kolaborasi, sampai hadir di ruang-ruang yang relevan dengan kultur motor.

Orang yang datang bukan sekadar pembeli. Mereka masuk ke ekosistem. Feedback datang langsung dari pengguna, kritik diterima terbuka, dan hubungan yang terbangun lebih dari sekadar transaksi. Banyak yang mengenal Riders & Rules bukan dari iklan, tapi dari rekomendasi teman ke teman.

Pendekatan community-first ini membuat komunitas bukan diposisikan sebagai target market, tapi sebagai partner bertumbuh. Calvin paham, brand yang sehat bukan yang paling berisik, tapi yang paling konsisten. Riders & Rules berjalan dengan ritmenya sendiri, tapi jelas arahnya.

Baca juga: Unionwell, Perpaduan Pakaian Vintage dan Kultur Motor Klasik

Relevan untuk Lo yang Berkarya

toko riders & rules
Photo by @calvinhadii

Cerita Calvin Hadi relevan buat siapa pun yang sedang mengerjakan proyek kreatif. Tidak semua hal harus dimulai dengan rencana besar atau modal masif. Kadang cukup satu produk yang lo percaya, lalu rawat orang-orang yang percaya balik.

Hari ini, Calvin dikenal sebagai founder Riders & Rules. Tapi di balik itu, dia tetap seorang penggemar motor, desain, dan proses. Ketika rasa cinta terhadap apa yang dikerjakan tetap dijaga, bisnis bukan cuma soal bertahan, tapi berkembang dengan cara yang bisa dibanggakan.

Pada akhirnya, hobi yang dijalani dengan serius dan komunitas yang dirawat dengan tulus bisa jadi kombinasi paling kuat untuk membangun sesuatu yang tahan lama.

Comments
Fadya
Semoga suksrs
Sukamto
Keren masbroo