Inspiring Products
Selasa, 23 Juli 2019

Memainkan "Bunyi Indonesia" Bersama Sjuman Instruments

  • Share
  • fb-share
Memainkan "Bunyi Indonesia" Bersama Sjuman Instruments

Kalau mendengar nama Aksan Sjuman, banyak di antara lo mungkin lebih mengenal sosoknya sebagai mantan drummer Dewa 19 yang menjadi personel Potret dan Aksjan Sjuman and The Committee of The Fest. Padahal, kontribusinya di bidang musik nggak cuma sebatas itu aja, Urbaners. Selain nge-band, dia pernah membuat ilustrasi musik sekaligus bermain untuk sejumlah film. Dia juga memiliki sebuah sekolah musik bernama Sjuman School of Music.

Nah, beberapa tahun terakhir ini, Aksan Sjuman kembali dengan sebuah gebrakan lainnya. Bersama beberapa temannya, dia menghadirkan Sjuman Instruments. Berdiri sejak 4 April 2015, Sjuman Instruments secara khusus memproduksi alat musik seperti gitar, bass, dan piano.

Aksan Sjuman mengakui bahwa sejak awal dirinya memang menyukai gitar dan ingin berbisnis untuk menciptakan sebuah karya. Tapi, yang membuatnya semakin yakin untuk membangun Sjuman Instruments adalah dia ingin memiliki bunyi sendiri, yang disebutnya sebagai Bunyi Indonesia. “Karena senang gitar. Kalau beli mahal, ya sudah bikin saja. Indonesia produksi alat musik ‘kan asyik,” ujarnya.

Memainkan "Bunyi Indonesia" Bersama Sjuman Instruments

Memangnya seperti apa sih Bunyi Indonesia itu? Jadi, yang dimaksud di sini adalah sebagian besar alat musik Sjuman Instruments menggunakan produk dan material lokal. Pada gitar misalnya, pickups yang digunakan merupakan buatan Ganee (@ganeepickups), sementara bridge-nya buatan Aldridge (@aldridgeempire) di Malang, Jawa Timur.

Dengan konsep ramah lingkungan, Sjuman Instrument memanfaatkan pula material kayu-kayu bekas yang berasal dari bangkai kapal, dermaga, pohon tumbang, dan bambu sebagai bahan dasar untuk pembuatan instrumennya. “Jadi, saya membuat gitar tanpa merusak lingkungan dan tidak menebang pohon,” ungkap Aksan Sjuman.

 

Menjual Alat Musik ‘Mahal’ dengan Harga ‘Murah’

Hal lain yang membedakan Sjuman Instruments adalah alat musiknya handmade dan nggak diproduksi secara massal. Rata-rata produksi per tahunnya hanya berkisar 20 instrumen, jadi termasuk limited edition. Meski begitu, Sjuman Instruments memiliki nilai artistik yang tinggi dengan kualitas premium. Produk Sjuman Instruments bahkan sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia dan diekspor ke beberapa negara seperti Inggris, Jerman, Korea dan Amerika Serikat.

Menjual Alat Musik ‘Mahal’ dengan Harga ‘Murah’

Untuk gitar, saat ini Sjuman Instruments menawarkan seri Stratosphere 2nd Generations dan SQJ 2nd Generations. Stratosphere 2nd Generations merupakan gitar dengan rasa “Strat” yang memiliki suara yang berbeda dengan atmosfer yang sama. Sebaliknya, SQJ 2nd Generations merupakan gitar dengan rasa “Telecaster”, yang beberapa serinya di 2018 merupakan hasil kolaborasi Sjuman Instruments dengan desainer dan arsitek Raul Renanda.

Lain halnya dengan bass, Aksan Sjuman menyebutkan bahwa instrumen tersebut hanya dibuat menurut permintaan. Sedangkan untuk piano, tersedia beberapa pilihan grand piano (Shakuntala), upright piano, dan custom model (Sinaraditu) dengan harga mulai dari Rp55 juta hingga Rp1 miliar. Piano Sjuman Instruments pun bisa dibilang sangat worth it karena pengerjaannya manual dan presisi serta didukung layanan Sjuman Piano Restoration yang siap men-tunning, merawat, maupun memperbaiki piano lo.

Sayangnya, di balik semua keunikan yang dimiliki Sjuman Instruments, masih ada beberapa persoalan yang harus dihadapi Aksan Sjuman dan timnya. Aksan Sjuman berpendapat bahwa Sjuman Instruments masih terkendala dalam hal keuangan dan kekurangan alat. Masih banyak trial and error yang harus dilalui dalam beberapa waktu ke depan.

Oleh karena itu, nggak seperti tahun-tahun sebelumnya, Sjuman Instruments akan lebih banyak melakukan riset sambil membuat gitar spesial untuk pasar Eropa dan Amerika Serikat. Sjuman Instruments juga berencana memasarkan pianonya ke Tiongkok.

Yang terdekat, Sjuman Instruments sedang bersiap untuk kembali mengikuti pameran gitar di Mannheim Guitar Summit pada bulan September mendatang dan The NAMM Show pada bulan Januari 2020. Sebelumnya, Sjuman Instruments menghadiri kedua pameran tersebut di tahun 2018 dan 2019.

Well, buat lo yang masih kepo dengan Sjuman Instruments, lo bisa cek di sjumaninstruments.com. Kalau lo mau lihat langsung instrumennya, datang ke Kemang Vintage Shop atau lokasi workshop-nya di Ciputat, Tangerang Selatan. Sementara itu, tonton dulu nih hasil bincang-bincang kita bareng Aksan Sjuman di MLDSPOT TV Season 4 episode 2 dengan tema “Karya di Balik Nada”. Subscribe YouTube channel MLDSPOT and get yourself inspired!

Comments
Mukhtadin Fajri H
keren banget mantap
DEVI TRI HANDOKO
Memangnya seperti apa sih Bunyi Indonesia itu? Jadi, yang dimaksud di sini adalah sebagian besar alat musik Sjuman Instruments menggunakan produk dan material lokal. Pada gitar misalnya, pickups yang digunakan merupakan buatan Ganee (@ganeepickups), sementara bridge-nya buatan Aldridge (@aldridgeempire) di Malang, Jawa Ti