• Movie
  • Film Indonesia yang Lebih Dikenal di Luar Negeri

Film Indonesia yang Lebih Dikenal di Luar Negeri

Mon, 05 October 2015

Urbaners, film Indonesia ternyata nggak hanya terkenal di Indonesia saja, banyak film karya anak bangsa sudah berhasil merebut jutaan pasang mata di luar negeri. Lo pasti tahu film The Raid kan? Nggak hanya itu, ternyata sejak jaman dulu debut film Indonesia ini sudah banyak dikenal di luar negeri. Urbaners, Indonesia dari dulu emang sudah hebat, lo harus simak film apa aja yang sudah berhasil eksis di luar negeri!

 

Tjoet Nja’ Dhien

Film buatan Eros Djarot ini berjudul Tjoet Nja’ Dhien dibuat pada tahun 1988. Film ini adalah film Indonesia pertama yang berhasil meraih penghargaan Best International Film dan juga diputar di Cannes Film Festival. Film ini bercerita tentang pahlawan wanita dari Aceh yang bisa mengorganisir tentara Indonesia untuk melawan Belanda.

 

The Warrior (Jaka Sembung)

Film yang berjudul The Warrior ini digarap tahun 1981 oleh Sisworo Gautama. Film ini berkisah tentang sang pahlawan Jaka Sembung yang berontak akan ketidakadilan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu. Film ini dirilis kembali oleh Mondo Macabro tahun 2002 dengan film seri fantasi Indonesia.

 

Lewat Djam Malam (After The Curfew)

Film Lewat Djam Malam sangat jadul karena dibuat pada tahun 1954 disutradarai oleh Usmar Ismail. Film ini dikenal di luar negeri karena berhasil jadi film bersejarah dan disimpan di National Museum of Singapore. Nggak hanya itu saja, film ini berhasil diputar di Cannes Film Festival tahun 2012. Nah, sejak saat itu, film ini sudah dianggap sebagai karya Indonesia yang hanyut ditelan bumi, malah diakui oleh Negara tetangga.

 

Mystics In Bali (Leyak)

Film horor berjudul Mystics in Bali dibuat pada tahun 1981 oleh H. Tjut Djalil. Film ini dirilis lagi pada tahun 2007 dan dibahas di Total Film UK, nggak hanya itu, film ini juga dibahas di Slate TV dalam program Cinemassacre’s Monster Madness tahun 2010, dimana film ini disetarakan dengan film Shaw Brother. Film yang bercerita tentang seorang wanita bule fasih bahasa Indonesia ingin belajar ilmu hitam di Bali, lalu dia bertemu dengan seorang guru mistik di hutan yang pada akhirnya guru tersebut menjadikan bule itu sebagai Leak.

 

The Act of Killing (Jagal)

Film yang berjudul The Act of Killing atau Jagal ini dibuat oleh Joshua Oppenheimer dan Christine Cynn tahun 2010. Film ini merupakan film dokumenter kekejaman PKI. Film ini meraih film dokumenter terbaik di piala Oscar di US, lalu menang dalam BAFTA di UK dengan kategori yang sama. Nggak hanya itu saja, masih banyak penghargaan yang diraih film ini dikancah perfilman luar negeri.

Urbaners, gimana sudah terbukti kan kalau dunia perfilman Indonesia dari dulu itu nggak bsia dipandang sebelah mata saja.

Source: www.city.fukuoka.lg.jp  ,   maroonweekly.com  , www.berlinfilmsociety.com

 

 

Bioskop pertama
​Bioskop pertama di Indonesia didirikan pada tahun 5 desember 1900 di tanah abang Jakarta

Film pertama di indonesia
​Film pertama yang dibuat pertama kali di Indonesia adalah film bisu 1926 berjudul Loetoeng Kasaroeng

Jumlah bioksop
​Jumlah bioskop di Indonesia pada tahun 1964 berjumlah 700, sampai pada akhirnya pada tahun 165 berkurang 50 karena kerusuhan

4 Sutradara Terbaik Indonesia dengan Segudang Prestasi Membanggakan

Friday, January 24, 2020 - 14:17
Mouly Surya saat mengarahkan Marsha Timothy dalam film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak.

Film Indonesia saat ini memang udah nggak boleh dianggap sebelah mata lagi. Sudah banyak sekali film Indonesia yang terkenal sampai di luar negeri. Sebut saja seperti ‘Pengabdi Setan yang sampai diputar di beberapa negara mulai dari Thailand hingga Jepang. Kesuksesan film Indonesia tersebut tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain memiliki cerita yang menarik, akting apik dari para aktor dan aktris, sentuhan tangan dingin dari sutradara juga sangat menentukan kesuksesan suatu film.

Indonesia memiliki sejumlah sutradara terbaik yang telah menghasilkan karya-karya yang keren. Inilah empat sutradara Indonesia dengan prestasi mendunia yang perlu lo ketahui:

 

Joko Anwar

Joko Anwar selalu merilis film yang populer dan miliki jutaan penonton.

Nama Joko Anwar tentunya sudah nggak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sutradara yang satu ini telah merilis banyak karya terkenal seperti ‘Pengabdi Setan’, Janji Joni, Gundala dan yang terbaru adalah Perempuan Tanah Jahanam’. Joko Anwar memang paling jago membuat cerita horor yang mengerikan dan bisa mengguncang emosi penontonnya. Nggak heran jika film horornya seperti ‘Pengabdi Setan’ dan ‘Perempuan Tanah Jahanam’ selalu laris dan ditonton jutaan penonton.

 

Angga Dwimas Sasongko

Angga Dwimas Sasongko juga menjadi salah satu sutradara terbaik Indonesia yang perlu diketahui.

Sutradara yang satu ini juga memiliki pengaruh besar dalam industri perfilman Indonesia. Angga Dwimas Sasongko pun mulai dikenal dengan karya-karya suksesnya seperti ‘Surat dari Praha, Filosofi Kopi, Wiro Sableng 212 dan yang paling terbaru adalah ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang sedang diperbincangkan. Sutradara berusia 35 tahun ini juga telah mengumpulkan banyak penghargaan mulai dari Piala Maya hingga Festival Film Bandung.

 

Hanung Bramantyo

Karya dari Hanung Bramantyo pastinya sudah dikenal oleh banyak orang Indonesia.

Hanung Bramantyo selalu memproduksi karya-karya film yang berkualitas dan populer. Misalnya saja ‘Jomblo’, ‘Get Married, Ayat-Ayat Cinta, Perahu Kertas,Kartini, Bumi Manusia dan yang paling terbaru adalah ‘Habibie & Ainun 3’. Suami dari Zaskia Adya Mecca ini juga telah memiliki banyak prestasi dan penghargaan. Ia pernah membawa pulang Piala Citra sebanyak dua kali dari filmnya ‘Brownies dan ‘Get Married’ sebagai Sutradara Terbaik.

 

Mouly Surya

Lewat film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak nama Mouly Surya mulai dikenal oleh banyak orang.

Sutradara yang satu ini mungkin masih cukup asing bagi lo kan Urbaners? Tapi saat mendengar karya filmnya pasti lo semua tahu. Mouly Surya adalah sutradara dari film ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’ yang terkenal. Lewat film ini nama Mouly Surya mulai diperhitungkan menjadi salah satu sutradara terbaik di Indonesia. Film yang satu ini juga sempat diputar di festival film internasional seperti Festival Film Cannes 2017. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak juga meraih banyak penghargaan seperti Asian World Film Festival 2018.

 

Itulah empat sutradara terbaik dari Indonesia yang sudah membuat banyak karya-karya keren dan prestasi segudang. Siapa sutradara favorit lo Urbaners?

 

 

Sources: idntimes.com, keepo.me