Home Movie Film Indonesia yang Lebih Dikenal di Luar Negeri

Film Indonesia yang Lebih Dikenal di Luar Negeri

Monday, October 5, 2015 - 15:25
Bagikan
Facebook Twitter Email

Urbaners, film Indonesia ternyata nggak hanya terkenal di Indonesia saja, banyak film karya anak bangsa sudah berhasil merebut jutaan pasang mata di luar negeri. Lo pasti tahu film The Raid kan? Nggak hanya itu, ternyata sejak jaman dulu debut film Indonesia ini sudah banyak dikenal di luar negeri. Urbaners, Indonesia dari dulu emang sudah hebat, lo harus simak film apa aja yang sudah berhasil eksis di luar negeri!

 

Tjoet Nja’ Dhien

Film buatan Eros Djarot ini berjudul Tjoet Nja’ Dhien dibuat pada tahun 1988. Film ini adalah film Indonesia pertama yang berhasil meraih penghargaan Best International Film dan juga diputar di Cannes Film Festival. Film ini bercerita tentang pahlawan wanita dari Aceh yang bisa mengorganisir tentara Indonesia untuk melawan Belanda.

 

The Warrior (Jaka Sembung)

Film yang berjudul The Warrior ini digarap tahun 1981 oleh Sisworo Gautama. Film ini berkisah tentang sang pahlawan Jaka Sembung yang berontak akan ketidakadilan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu. Film ini dirilis kembali oleh Mondo Macabro tahun 2002 dengan film seri fantasi Indonesia.

 

Lewat Djam Malam (After The Curfew)

Film Lewat Djam Malam sangat jadul karena dibuat pada tahun 1954 disutradarai oleh Usmar Ismail. Film ini dikenal di luar negeri karena berhasil jadi film bersejarah dan disimpan di National Museum of Singapore. Nggak hanya itu saja, film ini berhasil diputar di Cannes Film Festival tahun 2012. Nah, sejak saat itu, film ini sudah dianggap sebagai karya Indonesia yang hanyut ditelan bumi, malah diakui oleh Negara tetangga.

 

Mystics In Bali (Leyak)

Film horor berjudul Mystics in Bali dibuat pada tahun 1981 oleh H. Tjut Djalil. Film ini dirilis lagi pada tahun 2007 dan dibahas di Total Film UK, nggak hanya itu, film ini juga dibahas di Slate TV dalam program Cinemassacre’s Monster Madness tahun 2010, dimana film ini disetarakan dengan film Shaw Brother. Film yang bercerita tentang seorang wanita bule fasih bahasa Indonesia ingin belajar ilmu hitam di Bali, lalu dia bertemu dengan seorang guru mistik di hutan yang pada akhirnya guru tersebut menjadikan bule itu sebagai Leak.

 

The Act of Killing (Jagal)

Film yang berjudul The Act of Killing atau Jagal ini dibuat oleh Joshua Oppenheimer dan Christine Cynn tahun 2010. Film ini merupakan film dokumenter kekejaman PKI. Film ini meraih film dokumenter terbaik di piala Oscar di US, lalu menang dalam BAFTA di UK dengan kategori yang sama. Nggak hanya itu saja, masih banyak penghargaan yang diraih film ini dikancah perfilman luar negeri.

Urbaners, gimana sudah terbukti kan kalau dunia perfilman Indonesia dari dulu itu nggak bsia dipandang sebelah mata saja.

Source: www.city.fukuoka.lg.jp  ,   maroonweekly.com  , www.berlinfilmsociety.com