• Movie
  • Kenapa Lego Movie Selalu Jadi Film Terbaik?

Kenapa Lego Movie Selalu Jadi Film Terbaik?

Thu, 25 August 2016

Tahun 2015 sepertinya menjadi salah satu episode ajang penghargaan Oscar yang menimbulkan paling banyak kontroversi. Salah satunya karena nggak adanya judul The Lego Movie dalam daftar nominasi Best Animate Feature. Film animasi tersebut hanya muncul dalam kategori Original Song. Padahal, The Lego Movie nggak cuma punya soundtrack yang oke, tapi juga hal-hal berikut ini yang membuatnya layak disebut sebagai salah satu film animasi terbaik sepanjang masa.

 

Cast Pengisi Suara Terbaik

Keberhasilan suatu film animasi banyak ditentukan oleh para pengisi suara tokohnya dan The Lego Movie sudah memenuhi kriteria tersebut. Chris Pratt, yang memang pada dasarnya memiliki karakter goofy, dipercaya untuk mengisi suara dari tokoh utama berkarakter serupa bernama Emmet. Penampilan nama-nama besar lain yang dipercaya untuk mengisi suara pun nggak kalah menakjubkan, seberti Elizabeth Banks sebagai Wildstyle, Morgan Freeman sebagai Vitruvius, dan Will Ferrel sebagai Lord Business.

The Lego Movie juga menghadirkan beberapa tokoh superhero dengan pengisi suara yang tepat. Salah satu yang paling menonjol adalah Will Arnett sebagai Batman. Ia bahkan sering masuk pada daftar pemeran Batman terbaik sepanjang masa meskipun hanya menyumbangkan suara. Tokoh superhero lain yang juga muncul dalam The Lego Movie adalah Superman (Channing Tatum), Green Lantern (Jonah Hill), dan Wonder Woman (Cobie Smulders).

 

Tampilan Visual Mengagumkan

Dari judulnya, lo tentu udah bisa menebak bentuk visual film The Lego Movie, dong? Seluruh karakter dan setting tempat terbuat dari balok-balok lego. Memang mungkin terkesan seperti promosi brand, tapi buktinya mayoritas penonton nggak menyadari hal tersebut dan tetap menikmati filmnya. Lego the Movie menggunakan teknologi animasi CG dan memadukannya dengan balok lego sungguhan untuk menampilkan kesan nyata dan realistis.

 

Menakjubkan Secara Tidak Terduga

Ibaratnya mungkin seperti ini, semakin kecil tingkat ekspektasi, lo bakal merasa semakin takjub terhadap sesuatu. Itulah yang terjadi pada Lego the Movie. Ketika pertama kali diumumkan, banyak orang yang menduga bahwa Lego the Movie cuma bakal menjadi film yang bagusnya biasa aja, tapi aspek visual, storytelling, pengisi suara, dan lainnya membuat orang-orang jadi menarik ucapannya dan justru melayangkan berbagai pujian untuk Lego the Movie.

Jadi, meskipun mungkin Lego the Movie menjadi “iklan” terpanjang yang pernah ada, lo nggak bisa memungkiri bahwa film ini memang benar-benar bagus. Rencananya, sekuel dari Lego the Movie bakal tayang pada tahun 2017 nanti. Kita tunggu sama-sama, Urbaners!

 

 

Sources: dailydot.com, variety.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?