Trailer Terbaru Pacific Rim: Uprising, Sebesar Apa Si Kaiju? - MLDSPOT
  • Movie
  • Trailer Terbaru Pacific Rim: Uprising, Sebesar Apa Si Kaiju?

Trailer Terbaru Pacific Rim: Uprising, Sebesar Apa Si Kaiju?

Tue, 30 January 2018
Trailer Terbaru Pacific Rim: Uprising, Sebesar Apa Si Kaiju?

Urbaners, kalau lo salah satu penggemar film fiksi ilmiah tentu sudah nggak asing lagi sama film Pacific Rim. Tahun ini sekuelnya akan hadir di layar bioskop kesayangan lo dengan judul Pacific Rim: Uprising. Cerita dari film yang disutradarai oleh Steven S. DeKnight ini dijadwalkan rilis pada tanggal 23 Februari 2018 mendatang. Nah, buat lo yang sudah penasaran, trailer terbaru Pacific Rim: Uprising sudah bisa diakses melalui YouTube.

 

Dibintangi oleh John Boyega

Dari trailer terbaru Pacific Rim: Uprising, lo pasti sudah melihat siapa saja aktor dan aktris yang memerankan tokoh-tokoh di film ini. Jika di seri sebelumnya, Pacific Rim ada Charlie Hunnam dan Idris Elba, di sekuel kali ini keduanya dipastikan nggak muncul. Jangan kecewa, Urbaners! Pasalnya akting hebat Boyega di film Star Wars: The Force Awakens bakal lo tonton lagi di film Pacific Rim: Uprising. Di sini, ia memerankan karakter Jake Pentecost, putra dari Tuan Elba.

 

Kaiju is back!

Di seri pertamanya, diceritakan bahwa kota-kota yang letaknya berdekatan dengan pantai di bumi berada dalam ancaman para Kaiju, yaitu binatang buas raksasa yang sewaktu-waktu bisa muncul dari sebuah portal antar dimensi di dasar Samudera Pasifik yang disebut The Breach. Untuk melawan mereka, negara-negara lingkar Pasifik membangun Jaegers, mesin tempur humanoid raksasa. Setiap Jaeger dikontrol oleh dua atau lebih pilot yang otaknya dihubungkan.

Nah, di Pacific Rim: Uprising kali ini para Kaiju tersebut datang kembali menyerang bumi dan seisinya. Disinilah lo bakal melihat Jake yang hidup dalam bayang-bayang warisan dan harapan ayahnya bergabung dalam sebuah pertarungan sengit melawan Kaiju. Tentunya Jake nggak sendirian, tapi dibantu oleh sekelompok pilot Jaegers lainnya.

 

Sinopsis Pacific Rim: Uprising

Pihak Universal Pictures dan Legendary Entertainment menyebutkan bahwa cerita dalam sekuel Pacific Rim akan berfokus pada pertarungan yang terjadi antara pilot Jaegers, Jake Pentecost yang bertarung menghadapi serangan Kaiju demi mempertahankan kelangsungan hidup manusia di Bumi. Jake berusaha menyatukan kembali pasukan dunia untuk menghadapi kebangkitan global para monster tersebut.

 

Pernah gagal masuk Box Office di serial sebelumnya

Siapa sangka kalau Pacific Rim yang sukses di negara-negara Asia, seperti Jepang dan China justru gagal masuk dalam jajaran film box office di Amerika Serikat. Meskipun demikian, seri pertama film ini mendapat keuntungan penjualan hingga $411 juta di seluruh dunia. Nggak heran kalau di sekuel Pacific Rim: Uprising efek visual dan adegan aksinya dibuat lebih spektakuler untuk mengantisipasi kegagalan yang sama.

 

Well, akankah film yang diangkat dari cerita karya Guillermo del Toro ini sukses menembus Box Office Movie 2018? Biar nggak makin penasaran, buruan deh lo coba cek trailer terbaru Pacific Rim: Uprising. Happy watching!

 

 

 

Source: cinemablend.com

Videografi dan Sinematografi: Ternyata Nggak Sama, Bro!

Thu, 04 March 2021
Videografi

Dalam memproduksi sebuah film emang nggak bisa terhindar dari teknik-teknik yang membuat film itu sendiri hidup. Baik dalam pengambilan gambar, cara menggunakan alatnya, sampai teknik ke dalam bagaimana film itu dikemas.

Dalam sebuah film, nggak cuma ada sinematografi – tapi juga ada videografi. Sinematografi dan videografi emang sering disalah artikan ataupun dianggap sama, tapi yang perlu lo ketahui – kedua hal ini berbeda, bro!

Beberapa minggu lalu MLDSPOT udah sempat ngebahas mengenai sinematografi dan teknik yang perlu diketahui, nah tapi sebenarnya apa sih makna sinematografi dalam film sebenarnya? Dan apakah benar berbeda dengan videografi?

Dari pada bertanya-tanya sendiri dan penasaran, lebih baik langsung aja simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Pahami Arti Sinematografi

Videografi

Credit image – Creative Planet Network

Sebelum masuk ke dalam sinematografi itu sendiri, lebih baik luruskan dulu pemahaman lo mengenai film dan video – sinematografi lebih sering digunakan untuk istilah dalam film, sebenarnya video pun bisa, tapi hanya video yang memiliki jalan cerita atau makna yang ingin disampaikan. Jadi, nggak semua video bisa dilihat sinematografinya ya!

Dari segi penilaian, sinematografi emang identik dengan pengambilan kamera. Tapi dalam hal ini bukan cuma bagaimana kamera mengambil sebuah gambar, tapi juga pemaknaan yang diberikan dalam sebuah gambar ketika diambil dan berkaitan dengan scene dari sebuah film atau video.

Nggak cuma kamera aja, efek dari film dan video, lighting, hingga color palette yang digunakan dalam film pun akan menjadi makna berbeda dalam sinematografi. Salah satu hal yang paling terlihat dalam sebuah sinematografi adalah bagaimana para penonton bisa memahami film yang ditontonnya yang dibalut dalam sebuah sinematografi yang baik sebagai penunjangnya.

Lalu, Apa Videografi Sendiri?

Nah kalau selama ini lo merasa sinematografi adalah teknik gimana cara mengambil sebuah gambar yang baik, tanpa shaking, dan lain sebagainya – hal itulah yang disebut dengan videografi.

Videografi hanya sekedar gimana sebuah film dan video diambil, gimana menarik perhatian penonton dari setiap scene-nya dari sebuah gambar. Hal ini nggak kalah penting dari sinematografi – cuma untuk kegunaan, videografi hanya mementingkan estetika aja.

Seorang videografer dalam membuat film atau video dengan videografi yang baik adalah dengan membuat gambar yang diambil menjadi lebih nyata. Pernah nggak sih – lo nonton sebuah film atau video, saking bagusnya lo berasa ada di suasana film itu?

Kalau pernah, itu artinya lo sudah pernah merasakan menonton film atau video yang videografinya bagus.

Jadi, Bedanya Apa?

Videografi

Credit image - FStoppers

Setelah membaca kedua hal yang ternyata berbeda ini, pasti lo sudah memahami kalau sinematografi lebih berfokus pada pengambilan gambar yang juga berpengaruh pada bagaimana sebuah pesan dalam film atau video disampaikan, berbeda dengan videografi yang memfokuskan estetika dalam pengambilan gambar.

Ibaratnya – sinematografi memberikan gambaran bahwa sebuah film dapat terlihat menjadi sebuah cerita, videografi memberikan gambaran bagaimana sebuah film dikemas dan membuat visual semenarik mungkin.

Meskipun kedua hal ini berbeda, tapi yang harus lo ketahui adalah – bahwa kedua hal ini berjalan secara beririsan, alias nggak bisa jalan sendiri-sendiri. Sebuah film atau video nggak akan maksimal hasilnya kalau hanya menerapkan sinematografi aja tanpa ada videografi yang matang, begitu juga sebaliknya.

Jadi, setelah membaca ini – pastikan ketika menonton sebuah film atau video dengan pengemasan visual yang bagus dan jalan cerita yang menarik, itu adalah hasil dari kesinambungan antara sinematografi dan videografi.

 

Feature image – Olerte Maure