• Music News
  • Death of a Bachelor, The Rises of Brendon Urie dari Panic! At The Disco

Death of a Bachelor, The Rises of Brendon Urie dari Panic! At The Disco

Tue, 09 February 2016

Urbaners, setelah 3 tahun, Panic! At the Disco akhirnya meluncurkan album kelima yang berjudul Death of a Bachelor pada Januari lalu loh. Lo pun sudah bisa membelinya di iTunes, yang ulasannya memberikan skor 4.9/5 untuk album ini. Ups, tapi jangan lupa, anggota P!ATD kini hanya terdiri dari sang vokalis, Brendon Urie seorang!

 

Death of a Bachelor, Identitas P!ATD atau Brendon Urie?

Banyak yang penasaran, jadi album ini bakal jadi bagaimana, ya? Buat lo penggemar P!ATD, tenang saja, Death of a Bachelor tetap setia dengan gaya khas P!ATD—setidaknya melalui lirik-liriknya. Hallelujah sebagai lagu pertama, tidak akan mengecewakan lo. Namun, Urie seolah tetap menegaskan bahwa album ini merupakan debut solonya. Coba dengarkan lagu Death of a Bachelor, di sana Urie menyanyi ala Frank Sinatra, lengkap dengan video klip hitam putih dan baju formal tanpa kesan emo sama sekali. Nuansa lagu kelima tersebut, dibawa lagi oleh Urie di lagunya yang kesepuluh, yaitu Impossible Year.

Selain itu, Urie benar-benar total memamerkan kemampuan vokalnya pada lagu Emperor’s New Clothes dan Victorious. Untuk semakin memantapkan album ini (dan identitas P!ATD sendiri) sebagai milik Urie, ia mengemulasikan musik P!ATD dengan salah satu referensi musiknya, The B-52’s, pada lagu Don’t Threaten Me with a Good Time. Bikin lo penasaran nggak, tuh?

Album Death of a Bachelor tentunya menjadi berita baik bagi penggemar Brendon Urie, namun tetap bukan kabar yang buruk-buruk amat kok, untuk penggemar P!ATD. Penggemar P!ATD yang pada umumnya sepaket dengan penggemar Fall Out Boy, bisa bergembira dan menikmati lagu The Good, The Bad, and The Dirty!

 

Konser Hingga Agustus

Meski hanya sendiri dan belum juga ada tanda akan merilis nama-nama anggota barunya, Urie atas nama P!ATD sudah memiliki serangkaian jadwal manggung di Amerika Serikat, Eropa, dan Kanada. Sorry Urbaners, Indonesia belum ada ancang-ancang akan didatangi Urie, nih.

Dari bulan April hingga Agustus, nampaknya Urie masih tetap akan tampil solo sebagai vokalis band asal Las Vegas tersebut. Kira-kira, gaya apa yang akan dia bawa dan bagaimana masa depan musik P!ATD, ya? Menurut lo sendiri bagaimana, Urbaners? Lebih suka P!ATD yang biasa, atau mengarah jadi klasik? P!ATD juga pernah masuk lagu yang wajib di denger tahun 2015 lalu lho.

Sumber: allhotmusic.com

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.