• Music News
  • Reza Pramudya: MLD Jazz Project Season 2 adalah Peluang Untuk Sukses

Reza Pramudya: MLD Jazz Project Season 2 adalah Peluang Untuk Sukses

Thu, 26 January 2017

Pada MLDare2Perform Season 2 ini banyak banget musisi-musisi muda dengan bakat yang luar biasa, salah satunya adalah Fahreza Pramudya pemenang MLDare2Perform Season 2 kategori gitar. Kemampuan Reza dalam memetik gitar memukau para juri saat live audition.

Bagaimana tidak, Reza telah bermusik sejak umur 6 tahun. Reza juga tumbuh dengan keluarga menyukai musik, kegemarannya pada musik jazz tertular dari sang ayah yang juga pecinta musik. Reza selalu terinspirasi dengan para musisi dunia seperti Oscar Peterson, Jesse Van Ruller, Bireli Lagrene dan masih banyak lainnya.

 

Tertarik Dengan MLDare2Perform Season 2

Awalnya Reza tidak mengetahui ajang satu ini, sampai teman kampusnya yakni Michael Setiawan menjadi pemenang di MLDare2Perform Season 1. Ia melihat kesuksesan Michael dan kemajuannya dalam bermusik sangat berkembang sejak menjadi MLD Jazz Project. Selain itu, menurut Reza ini adalah peluang untuk mencari relasi dan memperluas link dalam bermusik. Saat dibuka pemilihan season 2, Reza langsung mendaftarkan dirinya melalui online audition dengan persiapan yang cukup matang.

 

Ketegangan Saat Live Audition

Ia sempat kesulitan saat penampilannya terpatok dengan durasi. Reza diberi kesempatan maksimal 2 chorus, sementara untuk build dinamika solo harus secara perlahan. Dua menit telah selesai, ia sempat bingung karena pengiringnya terus bermain, karena Reza fokus pada gitar tidak melihat para juri memberikan kode untuk jangan berhenti. Itu adalah moment menegangkan untuk Reza, karena ia berpikir sudah melakukan kesalahan. Reza mengaku grogi banget saat live audition, salah satu cara mengatasi nya ia ngobrol dengan kontestan lain untuk mengalihkan fokus.

 

Reza dan MLD Jazz Project Season 2

Meskipun terbilang baru kenal, tetapi Reza merasa beruntung menjadi salah satu anggota MLD Jazz Project Season 2, karena orangnya asik-asik dan gampang banget nge-blend, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk nyambung. Hal ini memudahkan mereka untuk menumbuhkan chemistry satu sama lain. Gitaris yang suka jamming di Sudden Jazz ini berharap MLD Jazz Project Season 2 akan terus eksis di dunia musik sampai seterusnya. Dan membuka kesempatan lebih luas lagi bagi setiap personilnya.

 

Jazz Indonesia Dimata Reza

Menurut Reza, Semakin kesini Jazz di Indonesia memiliki perubahan makna seiring dengan perkembangan zaman. Hal ini adalah fenomena menarik tetapi juga krusial, karena disisi lain jazz mengalami perkembangan pesat, tapi masih banyak orang yang misleading terhadap musik jazz itu sendiri. Reza berharap dengan berkembangnya hal tersebut, jazz di Indonesia juga semakin terarah sehingga masyarakat tau seperti apa musik jazz itu sendiri.

Pecinta Musik Wajib Datangi Museum Musik Indonesia di Malang

Monday, February 17, 2020 - 15:41
: Bagian depan dari Gedung Museum Musik Indonesia

Kota Malang memang menjadi salah satu kota paling populer di Indonesia. Selain memiliki banyak tempat wisata alam yang menarik, di kota ini rupanya juga memiliki museum musik yang wajib didatangi oleh para pecinta musik. Museum Musik Indonesia yang terletak di Jalan Nusakambangan No. 19, Kota Malang ini merupakan satu-satunya museum seni musik yang ada di Indonesia.

 

Punya Banyak Koleksi yang Menarik

Museum Musik di Kota Malang ini memiliki banyak koleksi yang sangat menarik. Sejak tahun 2009 sampai tahun 2018 lalu Museum Musik ini diketahui memiliki lebih dari 26 ribu koleksi yang berhubungan dengan dunia musik. Mulai dari kaset, leaflet, CD, poster, buku musik, piringan hitam, peralatan audio hingga alat musik koleksi dari para musisi. Menariknya, di museum musik ini juga terdapat kostum dari koleksi para musisi.

Koleksi yang ada di Museum Musik ini rupanya sebagian besar didapatkan dari sumbangan masyarakat baik dari Malang ataupun luar Malang. Selain itu, juga terdapat beberapa musisi yang rela turut menyumbangkan barang-barangnya untuk dijadikan koleksi di museum yang satu ini. Sekitar 60 sampai 70 persen dari koleksi yang ada di museum ini berasal dari musisi Tanah Air. Sedangkan sisanya berasal dari musisi luar negeri. Koleksi di museum ini juga terdiri dari cukup banyak genre mulai dari lagu daerah, jazz, pop, rock, latin hingga lagu anak-anak.

 

Baru Diresmikan pada Tahun 2016 Lalu

Meskipun telah memiliki jumlah koleksi yang cukup banyak, Museum Musik ini baru diresmikan pada tahun 19 November 2016 lalu. Peresmian tersebut langsung dihadiri oleh pihak Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dan bertempat di Gedung kesenian Gajayana lantai 2 di Jalan Nusakambangan No. 19 Malang.

Museum Musik ini juga telah didaftarkan ke Kementrian Hukum dan Ham. Pemerintah Kota Malang juga telah memberikan izin kepada pengelola museum untuk menempati Gedung Kesenian Gajayana. Jadi Gedung Kesenian Gajayana telah resmi menjadi lokasi dari Museum Musik tersebut. Sebelum menempati gedung tersebut, Museum Musik ini cukup sering berpindah tempat.

Sejarah Berdirinya Museum Musik

Koleksi di museum musik yang tertata rapi di display

 

Sejarah dari Museum Musik ini cukup menarik lho, Urbaners. Berawal dari koleksi yang dimiliki oleh salah satu pendirinya, Hengki Herwanto, kemudian museum ini bisa berkembang menjadi lebih besar. Sejak sekitar tahun 2009 lalu Hengki Herwanto berencana untuk mendirikan Galeri Malang Bernyanyi dan hanya memiliki sekitar 250 koleksi saja. Koleksi yang terdiri dari CD, kaset hingga piringan hitam itu merupakan milik dari Hengki Herwanto dengan teman-temannya.

Kemudian koleksi tersebut disimpan di garasi rumah Hengki Herwanto yang berada di jalan Citarum. Galeri koleksi musik itu pun semakin dikenal luas sehingga pada tahun 2013 mereka memindahkannya di sebuah rumah kontrakan di Griya Santa. Setelah itu, baru di tahun 2016 galeri musik itu pindah ke Gedung Kesenian Gajayana dan resmi disebut sebagai Museum Musik Indonesia.

Itulah sedikit ulasan mengenai Museum Musik Indonesia yang terletak di Malang. Apakah lo berencana untuk mampir ke tempat ini saat berkunjung ke Malang?

 

Sources: jawapos.com, kumparan.com, goodnewsfromindonesia.id