Folk Musik Festival 2017, Bangkitkan Musik Folk di Indonesia - MLDSPOT
  • Music News
  • Folk Musik Festival 2017, Bangkitkan Musik Folk di Indonesia

Folk Musik Festival 2017, Bangkitkan Musik Folk di Indonesia

Thu, 27 July 2017

Musik folk diambil dari kata folklore yang berarti sekelompok orang yang masih setia dengan budaya dan adat istiadat masa lampau. Dalam bermusik, musik folk ini kebanyakan digunakan oleh folklore dengan menggunakan peralatan musik yang sederhana. Oleh karena itu, musik folk ini biasanya hanya dimainkan dengan akustik dengan irama cenderung lambat.

Di Indonesia, musik folk sedang masuk ke dalam masa puncak. Beberapa band indie di Indonesia banyak yang mengusung musik folk. Dengan lagu dan musik yang sangat sederhana, ternyata mereka mampu menghipnotis sebagian besar anak muda Indonesia. Puncaknya, pada awal bulan Juli kemarin diselenggarakan Folk Musik Festival 2017 di Malang yang menampilkan penyanyi dan band indie dari seluruh Indonesia.

 

Musik Folk yang Sederhana

Musik folk nggak bisa membuat lo untuk angguk-angguk kepala, maksimal musik folk akan membuat badan lo goyang sedikit. Musik folk juga nggak membutuhkan belasan instrumen musik modern, tetapi cukup dengan perkusi atau bahkan gitar aja. Seperti yang dilakukan oleh Silampukau, Urbaners. Band folk asal Surabaya ini bahkan sering tampil berdua saja tanpa band pengiring.

Silampukau menjadi salah satu lineup Folk Musik Festival 2017 kemarin. Selain Silampukau, ada pula nama Payung Teduh, Float, Stars and Rabbit, Monita Tahalea, dan penyanyi folk lain. Lokasi acara di Kusuma Agrowisata Batu, yang dikenal sangat dingin, berubah hangat dengan kehadiran mereka.

 

Nggak Cuma Soal Band

Menariknya, acara Folk Musik Festival 2017 ini nggak menampilkan band-band besar. Ada beberapa diskusi musik yang menampilkan langsung pakarnya. Beberapa topik seperti How to manage your band and tour dan diskusi mengenai gitar juga dibuka untuk umum bagi penonton. Jadi, acara ini nggak sekedar menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para penonton yang ingin berdiskusi langsung dengan pemusik folk.

Musik folk memang sekilas agak mirip dengan musik jazz. Monita Tahalea merupakan salah satu penyanyi spesialis musik jazz. Suara merdunya seakan menyempurnakan Folk Musik Festival 2017 kemarin. Band folk apa yang menjadi favorit lo, Urbaners?

Balutan Jazz dan Lo-Fi dalam Album Sleepless Night Indra Lesmana

Thu, 04 March 2021
Indra Lesmana

Musik jazz emang nggak ada matinya – bahkan dari perkembangannya sejak 1919 masuk ke Indonesia, musik jazz udah berkembang banget. Terkenal sebagai musik yang nggak ada matinya, musisi jazz di Indonesia pun semakin berkembang.

Tapi dari berkembangnya musisi jazz di masa sekarang, lo pastinya nggak boleh lupa dengan orang musisi terdahulu Indonesia yang ikut mengembangkan industri musik jazz di Indonesia – salah satunya Indra Lesmana.

Indra Lesmana pada bulan September 2020 lalu sempat merilis album bertajuk Sleepless Nights. Album yang menghadirkan sentuhan musik jazz dengan nuansa lo-fi dijamin bakal bikin lo ketagihan buat denger deh!

Di album ke-27, Indra Lesmana mencoba membuat sesuatu yang berbeda dan mencoba mengikuti tren yang sedang diminati saat ini. Memulai karyanya sejak tahun 1978, apa yang istimewa dari album baru Indra Lesmana ini?

Meskipun sudah terlampau 6 bulan, MLDSPOT mencoba mengupas tuntas album baru dari Indra Lesmana ini. Selengkapnya langsung aja simak ulasan di bawah ini, bro!

Memproduksi Semuanya Sendiri

Indra Lesmana

Credit image – Dok. MLDSPOT

Mengeluarkan album di era new normal ini pastinya bukan hal yang mudah. Tapi hal ini berhasil ditepis oleh Indra Lesmana dan membuat album Sleepless Night dengan hasil yang sangat ciamik ini.

Dikarenakan keadaan ini, Indra Lesmana nggak bisa bertemu dengan banyak orang dan juga nggak banyak melibatkan banyak pihak. Akhrinya, Indra menyelesaikan album ini dengan semuanya sendiri, bro!

Dengan produksi musik mulai dari aransemen, memainkan alat musiknya, merekam instrumen dari keyboards, gitar, saxophone, hingga proses mixing dan mastering. Dengan seluruh kesulitan yang ada, Indra Lesmana mengaku sangat enjoy menjalani hal ini dengan sendirian.

“Di era new normal ini, kemampuan bermusik saya harus saya kembangkan dan saya harus tetap berkeasi meskipun di rumah secara mandiri” ujarnya pada Antara News.

Wah, emang nggak heran kalau Indra Lesmana dinobatkan jadi musisi jazz paling keren abad ini ya, bro!

Balutan Jazz dan Lo-fi

Mendengarkan musik jazz rasanya udah biasa – terlebih musik jazz pun sekarang udah bisa lo nikmatin di mana-mana. Tapi untuk genre lagu lo-fi, apakah sebelumya lo udah pernah denger?

Untuk lo yang suka dengerin lagu lewat Youtube, lo-fi sepertinya udah bukan hal yang asing lagi untuk lo dengar. Lo-fi atau yang memiliki artu low fidelity adalah jenis musik yang direkam dengan peralatan sederhana dan hasilnya sangat sederhana, namun hasil musiknya sangat menenangkan.

Di album Slepless Night ini Indra sukses menggabungkan jazz dengan sentuhan lo-fi ke dalam 6 tracks yang ada di album ini, di antaranya:"It Could Happen To You","You Don’t Know What Love Is","What Are You Doing The Rest Of Your Life”, "But Beautiful", "Someone To Watch Over Me", dan "The Nearness Of You".

Perjalanan Karir Indra Lesmana

Indra Lesmana

Credit image – Dok. MLDSPOT

Sejak 1978, Indra Lesmana udah total mengeluarkan 27 album – dan Sleepless Night merupakan album terakhirnya yang mencoba untuk menjangkau para penikmat musik masa kini. Indra Lesmana mengaku agak kesulitan untuk menyamakan selera dan juga mengikuti industri musik jazz saat ini.

Indra Lesmana mengaku, perjalanan berkarirnya dalam dunia musik sudah melintasi waktu dan menyentuh banyak generasi. Baginya, memproduksi musik yang bisa dinikmati oleh semua kalangan menjadi sebuah bentuk apresiasi diri.

Pastinya nggak mudah bagi Indra Lesmana untuk menciptakan lagu dengan menggabungkan genre lain selain jazz dalam albumnya, but, guess what? He did it!

Album yang bisa menemani waktu senggang dan nyantai ini sudah tersedia di seluruh platform musik digital dan bisa lo nikmati kapan aja, enjoy!

 

Feature image – Indra Lesmana