• News
  • Apa Kata Dira Sugandi, Zulham & Teddy Adhitya tentang Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang"

Apa Kata Dira Sugandi, Zulham & Teddy Adhitya tentang Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang"

Tue, 16 May 2017

Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" kali ini sedikit berbeda dari kota-kota lainnya. Bandung memberikan suasana yang berbeda untuk para musisi dan juga penonton yang hadir. Suasana dingin Maja House, dengan venue serba kaca, membuat para penonton memiliki ambience yang chill dan seru banget. Tidak hanya itu, terdapat beberapa musisi Indonesia yang juga hadir disana, sengaja datang jauh-jauh ke Bandung untuk mendukung Kunto Aji, Eva Celia dan Jordy Waelauruw. Bagaimana sih pendapat para musisi seperti MLDJAZZPROJECT Season 2, Teddy Adhitya, Dira Sugandi & Zulham?

 

MLDJAZZPROJECT Season 2 banyak belajar dari Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang"

MLDJAZZPROJECT Season 2 mendapat kesempatan untuk menjadi band pembuka di 5 titik Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang", pada saat itu mereka mengaku bahwa banyak banget pelajaran yang bisa diambil saat berpartisipasi pada acara ini. Tidak hanya dari segi musik, tetapi juga acara,  Almira sang vokalis mengaku ia belajar bagaimana menangani situasi yang genting dalam suatu acara dan bagaimana mengatasinya dengan tenang.

MLDJAZZPROJECT Season 2 pun mengaku bahwa, tidak ada latihan sebelum acara, mostly, mereka dan ketiga musisi bertemu di venue, padahal selalu ada kolaborasi di akhir acara. Tetapi terlihat bahwa ketiga musisi ini sangatlah detail, apapun diperhatikan secara terperinci sehingga penampilan mereka selalu sempurna. "This type of concert needs to happen alot more", Ujar Almira. MLDJAZZPROJECT Season 2 juga berharap acara-acara seperti ini akan terus ada sehingga para musisi indie dapat terus mengibarkan karya nya dan mewarnai industri musik Indonesia.

 

Antusiasme Teddy Adhitya pada Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang"

Musisi muda ini mengaku secara impulsive datang ke Bandung hanya karena ingin menonton Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang". Jauh sebelum dimulai ia memang sudah tau adanya acara ini, bahkan Teddy Adhitya sempat diajak oleh Kunto Aji untuk menjadi fotografer mereka selama tour, tetapi jadwal yang tidak sesuai, membuat Teddy Adhitya terpaksa untuk menolaknya.

Teddy Adhitya sangat excited dengan Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" karena konsep yang dibawakan sangat menarik, bagaimana 3 seniman menyampaikan karya dengan cara yang berbeda-beda dan juga musik yang berbeda. Apalagi venue art space yang dipilih, Teddy Adhitya percaya bahwa sebuah karya memiliki nyawa, dan jika perform di ruangan yang dikelilingi karya, akan menimbulkan energi yang sangat berbeda. Apa lagi konsep 360 nya yang seru banget, tidak ada gap yang membuat musisi dan penonton sangat intim.

Secara pribadi Teddy Adhitya berharap semoga semakin banyak musisi yang mendapat kesempatan seperti mereka, menjalani tur dengan membawa konsepnya masing-masing. Karena tak bisa dipungkiri, tur adalah goal setiap musisi, dan semoga Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang" ini menjadi pemacu para musisi lainnya bergerak memamerkan karya dengan caranya sendiri.

 

Dira Sugandi & Zulham yang bisa merasakan perjuangan para musisi indie seperti mereka

Sama seperti Teddy Adhitya, pasangan musisi Dira Sugandi dan Zulham juga sengaja datang ke Bandung untuk mendukung teman sekaligus adik mereka di acara ini. Menurut mereka Intimate Tour "3 Cerita 1 Ruang” ini seru banget dan sangat berbeda, karena tidak banyak musisi yang punya kesempatan untuk perform sangat intimate dengan menontonnya, apalagi dengan adanya sharing session yang membuat penonton lebih mengenal musisi secara personal.

Zulham juga mengaku salut dengan MLDSPOT yang sudah mensupport para musisi indie untuk berkarya, karena Zulham dan Dira Sugandi juga merupakan musisi indie, dapat merasakan sekali perjuangan untuk mendeliver karya mereka. Mereka berharap acara seperti ini akan terus ada dan MLDSPOT dapat mendukung musisi-musisi yang belum memiliki kesempatan untuk bisa mengekspose musik mereka.

Haris Pranowo: Komposer dan Musisi Multi Talenta

Wednesday, January 8, 2020 - 11:36
Haris Pranowo unjuk kemampuan menemani penampilan Afgan di Hobbyground

Nggak ada musik hebat tanpa dukungan musisi keren di belakangnya. Kalau selama ini lo melihat nama-nama beken Indonesia, seperti Raisa, Afgan, dan Rossa, ternyata mereka didukung oleh musisi panggung yang nggak kalah talented, Urbaners! Salah satunya adalah Haris Pranowo, komposer multitalenta yang berpengalaman bekerja bersama artis-artis papan atas, mulai dari Raisa, Afgan, Tulus, hingga artis senior seperti Rossa dan Yovie Widianto.

Berbagai gigs musik telah dilalui keyboardist yang belajar musik sejak kecil ini. Mau tahu perjalanan Haris di dunia musik? Yuk, simak kisahnya!

 

Suka Musik Karena Les Piano

Haris dalam sesi latihan untuk konser Raisa bertajuk “Fermata”

Haris kecil yang belum banyak mengerti tentang musik, memiliki kesempatan untuk mengikuti les piano di Yayasan Pendidikan Musik atau yang lebih dikenal dengan nama YPM. Komunitas inilah yang menjadi awal ketertarikan seorang Haris Pranowo pada musik dan mulai tertarik untuk mendalami berbagai alat musik. “Dari situ akhirnya sering ikut kegiatan musik di sekolah, lomba-lomba band, dan lomba musik lainnya,” terang Haris.

Saat itu, YPM terkenal dengan permainan musik klasik. Setelah beberapa waktu, ia penasaran ingin mencari lebih banyak pengalaman di genre musik yang lain. Oleh karena itu, Haris kemudian masuk ke Lembaga Pendidikan Musik Farabi.

 

Awal Karir Di Dunia Musik

Haris (paling kanan) melakukan sesi rekaman dengan Andien dan Yovie Widianto

Haris Pranowo memulai karirnya di dunia musik dengan cara mengikuti berbagai audisi dan lomba musik. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah ketika diajak oleh Sherina Munaf untuk mengikuti audisi penyanyi cilik. Lucunya lagi, pada saat mengikuti audisi tersebut, Haris bukan lagi penyanyi cilik, melainkan anak SMA, Urbaners!

“Itu pertama kali ikutan audisi buat band. Pucet. Jago-jago banget orang-orang di situ mainnya, asli, nggak bohong. Nah, pas giliran disuruh main lagu bebas, gue bingung sendiri main apaan. Alhasil main piano lagunya Sherina waktu kecil “Andai Aku Telah Dewasa”. Eh, kepilih! Berkesan banget waktu itu, karena itu ternyata jadi awal gue mulai karir di musik,” kenangnya.

Pengalaman tersebut membuka jalan Haris untuk belajar musik lebih banyak lagi, serta membuka pergaulan yang lebih besar di dunia musik.

 

Dari Audisi hingga Jadi Komposer Multitalenta

Haris mengakui, setelah terjun ke dunia musik, lingkup pergaulannya semakin besar. Itu merupakan anugerah yang menjadi jalan pembuka karir, hingga akhirnya ia bisa menjadi komposer artis, komposer iklan, sekaligus komposer film. Baginya, selain kemampuan, networking tentunya merupakan hal yang penting untuk membangun karir di dunia musik.

“Intinya selain ketekunan kita sendiri, networking menurut gue penting banget sih. Itu salah satu yg membuka jalan hingga saat ini. Dari session satu artis ke artis lainnya, manggung, sampai akhirnya nanti bisa workshop-workshop bikin lagu, membuahkan karya, dan lain-lainnya,” ungkap ayah beranak satu ini.

Meski jam terbangnya sudah sama tinggi dengan jam terbang para penyanyi papan atas, namun Haris tetap menganggap serius setiap penampilannya dengan melakukan persiapan yang matang. Menurut Haris, latihan yang matang adalah kunci utama dari setiap penampilan yang sukses. Selain itu, doa juga merupakan ritual penting yang harus dilakukan sebelum tampil.

Haris berfoto di belakang panggung sebelum penampilan Raisa di Jazz Goes to Campus 2019

Haris mengaku sangat menikmati penampilannya ketika berbagi panggung bersama penyanyi-penyanyi ternama. Tantangan justru datang ketika hubungan dengan penyanyi yang bersangkutan sudah cukup dekat layaknya teman. Di sinilah profesionalitas dibutuhkan, agar pada saat latihan tetap disiplin dan dapat menghasilkan penampilan yang maksimal di panggung.

Selain menjadi komposer artis-artis ternama, karya-karya Haris Pranowo juga bisa kita temukan mengisi musik jingle dan musik iklan produk, seperti Indomilk, Indomie, Zwitsal, XL Axiata, dan masih banyak lagi. Haris juga mengisi musik untuk film dan acara TV. Multitalenta banget kan, Urbaners?

Hobinya di bidang musik membuat Haris nggak pernah bosan dengan pekerjaan sebagai komposer dan arranger. “Bahkan, dukanya ketutup sama yg suka-suka, karena memang yang penting kita enjoy dalam menjalaninya,” ungkap Haris.

Buat Haris, musik adalah sesuatu yang selalu membuatnya happy dan enjoy

Nah, bagi Urbaners yang juga ingin berkarir di bidang musik, satu hal menurut Haris Pranowo yang perlu lo siapkan adalah mental untuk menghadapi naik turunnya dunia musik. Nggak hanya skill, networking dan attitude adalah dua hal penting yang akan menentukan nasib lo di dunia musik, Urbaners!

“Datang tepat waktu, rajin ngulik sepenuh hati, menghargai sesama musisi dan tim produksi, dan yang paling penting, terus berkarya!”

Jadi, sudah siap jadi musisi sekeren Haris Pranowo, Urbaners? Lo bisa pantengin langsung keseruan performa Haris lewat akun Instagram-nya, @harispranowo!