EcoBali Recycling, Pencetus Pengelolaan Limbah yang Bertanggung Jawab - MLDSPOT
  • News
  • EcoBali Recycling, Pencetus Pengelolaan Limbah yang Bertanggung Jawab

EcoBali Recycling, Pencetus Pengelolaan Limbah yang Bertanggung Jawab

Sat, 28 September 2019
EcoBali sediakan kantung terpisah untuk sampah organik dan non-organik

Geliat memerangi penggunaan plastik secara serentak dilakukan di beberapa negara, termasuk Indonesia. Sejak larangan pemberian kantung plastik kresek diumumkan, beberapa badan usaha mulai menggunakan kantung pengganti yang lebih ramah lingkungan. Tapi, apakah itu cukup, Urbaners? Pasalnya, secara statistik, tercatat sebanyak 141 juta plastik diproduksi pada tahun 2015 dan sekitar 86% menjadi limbah yang nggak bisa terurai.

Melihat kondisi genting tersebut, EcoBali berusaha mengambil tindakan nyata. Berdiri sejak tahun 2006, perusahaan swasta ini fokus bergerak di bidang pengelolaan sampah secara sustainable. Didirikan oleh Ketut Mertaadi (Direktur) dan Paola Cannucciari (Program Manager), EcoBali lahir dari kekhawatiran mereka melihat cara penanganan sampah plastik yang sangat jauh dari ideal. Biasanya, limbah plastik ditimbun di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) atau dibakar, sehingga menimbulkan masalah lain, yaitu polusi udara yang mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, di daerah-daerah lain, seringkali warga membuang sampah ke sembarang tempat, karena nggak ada sistem pengangkutan sampah di sekitarnya.

“Kami percaya bahwa persoalan sampah harus dimulai dari pemilahan sampah yang lebih teliti. Caranya cukup sederhana, yaitu memilah sampah organik dan non-organik. Pelanggan EcoBali bisa dengan gampang memilah sampah di rumah maupun tempat usaha berdasarkan dua jenis bin berbasis warna. Kantung berwarna hijau untuk sampah kertas, warna merah untuk sampah plastik, gelas, dan metal. Sementara untuk sampah organik, kami mendorong orang-orang untuk mengelolanya menjadi kompos di rumah dengan compost bin yang kami jual,” tutur Ketut Mertaadi, Direktur EcoBali.

 

Berhasil Kelola Ribuan Ton Sampah

Sejak berdiri, EcoBali telah mengelola lebih dari 5000 ton sampah. Tiap bulan, mereka menerima dan mengelola 1500 m3 sampah, dan lebih dari 50 ton sampah didaur ulang. Total, ada 35 orang yang bekerja di EcoBali, Urbaners! Pembagian posisi dan tugas mereka mulai dari dari staf edukasi, staf bank sampah, staf eco-produk, hingga staf penyortir yang bertugas di Material Recovery Facility (MRF).

EcoBali nggak hanya menyediakan jasa pengambilan sampah non-organik, melainkan juga jasa lainnya seperti sistem composting yang terbuat dari daur ulang kemasan karton Tetra Pak. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat bisa mengelola sampah dapur mereka sendiri dan mengubahnya menjadi kompos. Ada juga program konsultasi, pelatihan, dan pelatihan terkait pengelolaan sampah in-house di tempat usaha dan hotel, bank sampah di desa-desa, hingga jasa pengangkutan sampah untuk event dan beach clean-up.

EcoBali turut serta mendukung aksi beach clean-up

Setelah sampah non-organik dikumpulkan, lalu apa yang dilakukan oleh tim EcoBali? “Kami akan membawa sampah tersebut ke MRF untuk disortir kembali agar terjamin bahwa semua materi dapat didaur ulang. Kemudian, kami kirimkan ke pabrik daur ulang di Jawa Timur, sementara untuk residu atau sampah yang belum bisa didaur ulang seperti kemasan metallizing, tisu kotor, dan popok, kami kirim ke TPA legal,” jelas Ketut mengenai prosesnya.

Beberapa material daur ulang, misalnya botol PET bening dan warna, gelas plastik, botol deterjen, kantong plastik bening dan warna, kertas, dupleks, kemasan minum Tetra Pak, kaleng, hingga besi, didaur kembali menjadi rangkaian eco-product seperti tas belanja 4-in-1 Net Bag Set, Upcycle Glass, serta atap dan tatakan gelas yang materinya terbuat dari daur ulang lapisan plastik dan aluminum foil kemasan karton Tetra Pak.

“Kami memang bermitra dengan Tetra Pak Indonesia sejak 2007 (sebagai bagian dari Extended Producer Responsibility Tetra Pak Indonesia) dan kami bertanggung jawab atas pengumpulan sampah kemasan karton Tetra Pak di Bali. Kami juga berkolaborasi dengan brand-brand lain dan PRAISE (Packaging and Recycling Alliance for Indonesia). Tentunya kami selalu untuk terbuka berkolaborasi dengan brand yang mau menyediakan solusi akan kemasan yang mereka produksi,” tambah Ketut.

 

Optimis Mencapai Gaya Hidup Zero Waste

Proses pemisahan sampah plastik untuk didaur ulang

Sejauh ini, EcoBali telah banyak bekerja sama dengan beragam komunitas, NGO, instansi swasta, maupun lembaga pemerintah yang bergerak di bidang lingkungan. Terkait bank sampah, sejak awal tahun ini, EcoBali telah menjalin kerja sama dengan Departemen Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) daerah Badung untuk mendirikan bank sampah di tiap banjar (total 33 banjar) yang berada di tiga desa: Tibubeneng, Munggu, dan Canggu. Ke depannya, akan ditambah dua desa lagi di Kecamatan Mengwi.

Setelah berkarya di bidang pengelolaan sampah selama bertahun-tahun, seberapa optimis EcoBali dengan animo masyarakat Bali untuk menuju lingkungan yang zero-waste? “Kami sangat optimis, apalagi kini larangan plastik sekali pakai seperti kantong plastik, sedotan plastik, dan styrofoam sudah efektif diimplementasikan di supermarket. Kita menyaksikan sendiri kini sudah banyak orang belanja menggunakan kantong belanja sendiri. Di beberapa kawasan seperti Badung, sejalan dengan Peraturan Bupati, sudah banyak berdiri bank sampah di mana warga dapat menjual limbah yang dapat didaur ulang,” jawab Ketut.

 

Penanganan Limbah Non-plastik

Kunjungan pemerintah setempat ke fasilitas EcoBali

Selain limbah plastik, problematika lain yang nggak kalah penting adalah sampah dapur bekas memasak atau makanan. EcoBali juga menganjurkan untuk mengompos sendiri sampah di rumah dengan cara yang mudah, karena lebih dari 60% sampah yang dihasilkan manusia adalah organik. Mereka menawarkan Home Composting System dalam bentuk compost bin yang terbuat dari daur ulang kemasan karton Tetra Pak.

Cara menggunakannya mudah: lo hanya perlu memasukkan sampah dapur, lalu lapisi dengan tanah untuk menutup bau dan jerami untuk sirkulasi udara. Setelahnya, ulang saja proses tersebut sampai bin penuh dan dalam waktu satu hingga dua bulan. Hasilnya, akan terbentuk pupuk kompos yang berguna untuk menyuburkan perkebunan.

Dari sekian banyak jenis limbah, menurut EcoBali, limbah paling berbahaya adalah yang nggak dikelola dengan baik dan berujung ke habitat alam atau laut. Dalam beberapa tahun terakhir, udah banyak banget contoh sampah plastik yang mencederai atau membunuh hewan laut yang mengkonsumsinya. Prihatin banget, Urbaners!

Limbah lain yang penting untuk dikelola adalah sampah B3 dan sampah medis. Oleh karena itu, EcoBali menekankan pentingnya infrastruktur dan fasilitas untuk mengelola sampah dengan cara bertanggung jawab.

Selaku direktur dari EcoBali, Ketut menutup sesi obrolan ini dengan menceritakan rencana EcoBali di tahun 2020. “Yang pasti kita akan terus berupaya berinovasi dan berkembang, serta menjalin kerja sama dengan lebih banyak komunitas. Kami akan selalu update via media sosial,” ungkapnya. Nah Urbaners, lo yang terinspirasi dengan cerita ini bisa mengikuti perjalanan EcoBali di Instagram mereka: @ecobalirecycle!

YellowFit, Catering Sehat Bergaransi Berat Badan Turun

Mon, 12 April 2021
catering sehat

Setiap orang tentunya ingin memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Hal itu bisa didapatkan melalui olahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Nah, kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis makanan sehat untuk mengembangkan usahanya.

Berangkat dari situasi tersebut, Christopher Aldo membangun bisnis catering sehat, bernama YellowFit Kitchen. Diet and healthy catering nomor satu di Indonesia dan satu-satunya yang berani memberikan jaminan 100% uang kembali, jika makanan di rasa nggak lezat atau berat badan konsumen nggak menurun.

Mau tau cerita lengkap dari Christopher Aldo dalam mendirikan usahanya dan bagaimana bisa tetap konsisten di sektor bisnis ini? Yuk, simak ulasannya di sini, bro.

Merintis Bisnis Katering Sehat Sejak Kuliah

Semasa kuliah, Christopher Aldo senang fitness dan ikut program diet di waktu bersamaan. Disisi lain, ia pun sering menghadapi masalah keuangan, terutama untuk bayar kamar kos, serta biaya kuliah. Pada tahun 2017, ia pun memutuskan untuk mendirikan bisnis katering sehat, YellowFit Kitchen bersama temannya.

Pastinya lo setuju kalo membangun bisnis dari nol memang nggak mudah dan tentu ada rintangan dalam prosesnya. Seperti yang dirasakan Aldo saat awal mengembangkan usahanya, rata-rata per harinya ia hanya bisa menjual 5 kotak aja ke teman-teman kampusnya selama 8 bulan.

Aldo berpikir untuk menutup YellowFit Kitchen, lantaran masih fokus dengan kuliahnya. Ditambah lagi, ia harus menjaga makanannya supaya tetap fresh. Kurirnya pun terkadang masih terpencar di daerah yang berbeda dan mahalnya biaya ongkos kirim. Selain itu, banyak konsumennya yang mengeluh dan meminta refund.

Namun, setelah berhasil melewati masa sulit itu, bisnisnya semakin berkembang, ia bisa menjual rata-rata 30 kotak per hari. Yang awalnya hanya berjualan di Depok, lalu diperluas ke Jakarta dan berhasil menjual hingga 100 kotak per hari. Bahkan, di tahun 2019, pesanannya meningkat sebanyak 2.000 kotak per hari. Wow keren banget ya, bro?

Menghadirkan Menu Makanan Sehat dan Lezat

catering sehat

Credit image - pingpoint

Keistimewaan yang dimiliki YellowFit Kitchen adalah hidangan yang berganti-ganti setiap harinya dan terdapat beberapa menu autentik hasil racikan sendiri. Menurut Christopher Aldo, yang terpenting di setiap makanan harus mengandung rendah kalori, rendah lemak, rendah karbohidrat, dan tinggi protein.

Salah satu menu favorit YellowFit Express adalah Pizza Diet. Biasanya pizza berbahan tepung, namun berbeda dengan yang satu ini menggunakan kembang kol. Adapun, menu McD versi diet digoreng dengan minyak yang sehat, tanpa kulit, dan dibalut tepung gandum. Lo bisa makan junk food tapi tetap rendah kalori, bro. 

Menu YellowFit Kitchen ini dikembangkan oleh tim internalnya sendiri. Jadi setiap minggunya, ia melakukan rapat rutin bersama para koki. “Kami memiliki 6 koki, setiap 2 orang akan bergiliran untuk rapat dengan kami. Di kesempatan itu juga kami bersama-sama melakukan pengukuran zat-zat yang terkandung dalam makanan yang ingin ditawarkan kepada konsumen,” ujar Aldo.

Kebutuhan gizi di setiap porsinya berbeda-beda. Menurut Christopher, kebutuhan untuk wanita kurang lebih 1.000-1.200 kalori, dan untuk pria akan lebih tinggi berkisar 1.200-1.500 kalori. Dengan catatan, semua ukuran itu tergantung dari aktivitas yang dijalankan masing-masing orang.

Buat lo yang mau coba, harga perposinya sekitar Rp50.000 dan bisa lebih mahal kalo lo beli cuma buat makan siang aja. Tapi, kalau beli paket siang dan malam, akan diberikan harga spesial. Nikmatnya lagi, lo bisa memesan catering ini dengan pilihan paket perminggu atau perbulan. Jadi, disesuaikan aja dengan kebutuhan lo, bro.

Melihat Peluang Industri Makanan Sehat

catering sehat

Credit image - goodlife.id

Belum merasa puas diri dengan hasil yang telah dicapai, ia pun tetap melihat adanya tantangan dari kompetitor yang bermunculan setiap harinya. “Dulu saat saya memulai bisnis ini, kompetitornya memang masih sedikit. Berbeda halnya dengan sekarang, mungkin jumlahnya sudah puluhan, bahkan ratusan,” paparnya.

Untuk meningkatkan pelayanannya, Christopher menawarkan free delivery kepada pelanggan-pelanggannya dengan frekuensi pengiriman 2 kali dalam sehari, dan jaminan refund jika makanannya nggak fresh. Layanan ini berlaku untuk daerah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya ya, bro.

“Kebanyakan kompetitor itu hanya sekali kirim aja dalam sehari, jadi kalau udah malam makanannya kurang segar. Kami juga memberikan guarantee refund bilamana makanannya nggak enak, maka kami akan refund uang mereka,” tegasnya.

Selain usaha katering, ia juga berjualan detox tea dengan rasa leci, lemon, dan jasmine untuk menahan nafsu makan. “Banyak teh detox di luar sana yang bilang kalau manfaatnya itu bisa menurunkan berat badan. Itu sebenarnya bohong,” tambah Aldo.

Kini, YellowFit Kitchen udah memiliki jumlah karyawan sebanyak 250 orang, dengan 25 orang untuk urusan kantor, dan sisanya ada di divisi distribusi. Untuk melebarkan sayapnya, YellowFit juga sering mengadakan kolaborasi dengan beberapa influencer ternama.

Menurut Christopher kedepannya bisnis catering sehat memiliki peluang besar karena orang-orang  mulai sadar akan kesehatan mereka, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Wahhh sangat inspiratif banget ya, bro, perjalanan bisnis dari Christopher Aldo. Untuk memulai usaha, kuncinya ada pada diri lo sendiri. Nggak ada sesuatu yang luar biasa yang didapatkan dengan mudah. Well, kapan giliran lo buat mengembangkan ide bisnis lo, bro?.

 

Featured image - traveling.bisnis.com