Home Scoop (Lab) Rana Jakarta, Lebih Dari Tempat Cuci-Scan Roll Film
(Lab) Rana Jakarta, Lebih Dari Tempat Cuci-Scan Roll Film

(Lab) Rana Jakarta, Lebih Dari Tempat Cuci-Scan Roll Film

Friday, May 24, 2019 - 18:05
Bagikan
Facebook Twitter Email

#Filmsnotdead, tagar ini cukup banyak di Instagram. Pasalnya memang film photography sedang naik daun, Urbaners. Milenials yang terlahir di dunia digital malahan berbondong-bondong untuk ngulik kamera yang penuh dengan keterbatasan ini. Melihat fenomena yang terjadi, (Lab) Rana muncul dengan produk jasa cuci-scan roll film dan juga social hub untuk pecinta film photography. Inilah yang dibahas pada MLDSPOT TV x NET Season 3 Episode 11. Tidak hanya itu, selain tentang film photography, terdapat pula pembahasan tentang komunitas fotografer pertunjukkan. Ada pula sosok VNGNC yang merupakan seorang Visual Jockey. Penasaran nggak sih, Urbaners seperti apa keseruan episode ini? Check this out!

 

(Lab)rana: Laboratorium Film photography

 Laboratorium Film photography

Oldie but goodie, kata ini yang paling bisa mendeskripsikan kamera film. Karena bukan ditinggalkan, malahan foto menggunakan roll film makin diminati. Sejalan dengan hal tersebut, makin banyak tempat Cuci-Scan-Cetak yang bisa developing hasil foto-foto keren lo. Salah satunya adalah (Lab)rana Jakarta. Terletak di daerah Kemang, Jakarta Selatan, bukan hanya bisa "cuci-scan" tetapi lebih ke social hub yang mensosialisasikan laboratorium film. Dimana para pecinta kamera film berkumpul dan sharing tentang pengalamannya dalam memotret, atau apapun yang berhubungan dengan analog. Lucunya, (Lab)rana nggak menggunakan Ruang Gelap untuk developing roll film, melainkan Changing Bag dan setiap foto yang di-scan bisa memiliki size sampai 10 mb!

 

Siapapun Yang Memotret Konser adalah Anggota Stage ID

Siapapun Yang Memotret Konser adalah Anggota Stage ID

Bagaimana menceritakan sebuah momen konser musik dalam sebuah foto. Inilah yang Stage ID lakukan selama ini. Awal terbentuk 2011, Stage ID hanya beranggotakan 20 fotografer. Kini, Stage ID berkembang, bahkan sampai punya kepengurusan regional dan anggota di berbagai kota besar di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Jogja, Semarang, Palu, Palembang, dan lain-lain. Tetapi sebenarnya Stage ID sangat terbuka untuk semua orang lho, Urbaners! Bahkan jika lo juga suka memotret saat konser, secara tidak langsung lo menjadi anggota komunitas ini. Dan jika ingin mengenal lebih dekat atau belajar bersama tentang fotografi pertunjukkan, bisa langsung mengikuti program kopdar atau sharing session yang dibuat oleh Stage ID secara gratis, Urbaners! Nggak hanya memperluas relasi, tetapi pasti lo mendapatkan ilmu yang baru jika berkumupul dengan anggota Stage ID yang lain.

 

VNGNC: Bukan Hanya Youtuber, Tapi Visual Jockey

 Bukan Hanya Youtuber, Tapi Visual Jockey

Kalau lo hobi nonton program Youtube  WTF Indonesia, pasti familiar banget dengan VNGNC. Bernama asli Yudhistira Israel ternyata bukan hanya eksis di Youtube aja, Urbaners. Selain sebagai desainer, digital artis, ia juga menobatkan diri sebagai seorang Visual Jockey. Buat lo yang belum familiar, Visual Jockey adalah orang yang mendesain visual di belakang panggung pada sebuah pertunjukkan. Di balik musisi yang sedang perform, Yudhistira juga menunjukkan hasil karya-nya  dengan mengatur visual pada bagian belakang agar sesuai dengan musik yang dimainkan. Nggak main-main, pria yang akrab dipanggil Izzy ini pernah berkolaborasi dengan musisi internasional seperti Yellow Claw, Jim Aasgier dan Nizzle.