• News
  • MLDSPOT X Ricky Janitra: Blurring Boundaries

MLDSPOT X Ricky Janitra: Blurring Boundaries

Wed, 04 July 2018
MLDSPOT X Ricky Janitra: Blurring Boundaries

Saat musik, seni, dan market bersatu di sebuah tempat, hasilnya adalah acara Xspace yang merupakan kerja sama Brillio dengan MLDSPOT. Berlangsung selama 3 hari dari 29 Juni-1 Juli, Xspace menjadi wadah bagi para pengunjung maupun pelaku seni untuk “Xhibition, Xperience, dan Xplore”.  Lewat Xhibition dan Xperience, para art creator bisa menawarkan dan menampilkan karya mereka, sedangkan lewat Xplore para musisi hadir menampilkan penampilan musik masa kini Ketiganya bisa dinikmati pengunjung tanpa harus repot berpindah-pindah venue.

Berbagai art installation tersaji apik di Xspace. Sebut saja karya Adi Dharma yang bertajuk ‘Stereoflow’, instalasi berbentuk 3D dengan gelombang karakter warna-warni yang sangat artsy. Bergeser sedikit, lo bisa menemukan karya Marishka Soekarna yang terinspirasi fenomena selfie.

 

MLDSPOT X Ricky Janitra

 

Tak jauh dari kedua instalasi tadi, tepatnya di sebelah panggung, ada satu instalasi seni unik yang merupakan hasil karya Ricky Janitra atau yang biasa dipanggil Babay. Sekilas, instalasi Babay terlihat seperti segitiga berwarna hitam yang biasa saja. Namun, di bagian atas karya yang diberi nama Blurring Boundaries ini ada sebuah lubang di mana lo bisa memasukkan kepala lo untuk melihat isi di dalam segitiga ini. Saat lo memasukkan kepala, siap-siap untuk menyaksikan sebuah taman dengan bunga dan rerumputan berhias lampu-lampu berpendar. Uniknya lagi, kamu juga bisa mendengar cuitan burung saat memasukkan kepala ke dalam segitiga hitam tadi.

Ambience di dalam instalasi Blurring Boundaries milik Babay memang diatur untuk memberikan kesan suasana yang asri, tapi jangan sampai lo terkecoh. Di balik itu semua, ada makna lebih yang diusung instalasi ini. Meski terlihat asri layaknya suasana di tengah taman, tetap saja elemen yang ada di dalamnya merupakan benda ‘palsu’. Menurut Babay, instalasi yang ia buat mencoba menyajikan kenyataan dunia zaman sekarang, di mana batasan antara dunia nyata mulai sirna. “Sebagian orang sudah nggak bisa lagi membedakan dunia nyata dengan virtual. Padahal apa yang lo lakukan itu adalah fake.” ujarnya ketika menjelaskan makna di balik instalasi karya seni miliknya.

 

MLDSPOT X Ricky Janitra

 

Untuk menghasilkan karya dengan esensi yang begitu dalam, Babay menghabiskan waktu yang cukup lama. Ia membutuhkan satu bulan penuh untuk menyelesaikan Blurring Boundaries. Lamanya proses pengerjaan ini juga dipengaruhi detail material pembuatan karena media yang biasanya Babay gunakan untuk karya-karya sebelumnya adalah multimedia projector sedangkan untuk karya kali ini ia memanfaatkan sculture dan media lain dalam bentuk 3D agar karyanya terlihat lebih ‘hidup’.

Penasaran dengan art installation karya seniman-seniman lokal lainnya? Tenang, Urbaners. Masih banyak event-event seni yang menghadirkan karya-karya seniman lokal yang bisa lo nikmati sepanjang tahun ini. Cek event schedule di website MLDSPOT atau ikutin info di media sosial MLDSPOT untuk tahu jadwal art event terdekat!

 

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.