Nongkrong Seru di 3 Toko Buku Independen Pasar Santa - MLDSPOT
  • News
  • Nongkrong Seru di 3 Toko Buku Independen Pasar Santa

Nongkrong Seru di 3 Toko Buku Independen Pasar Santa

Mon, 09 September 2019
Membaca buku di Pasar Santa bakal hakiki banget, lo bisa sambil makan mie ayam atau menikmati segelas kopi andalan Urbaners!

Sejatinya, Pasar Santa Jakarta bukan sekedar gudang makanan buat para pecinta kuliner. Tempat nongkrong hits anak Jakarta Selatan ini juga jadi “surga” mungil buat pencinta buku—terutama buku-buku dari penulis Indonesia.

Post Santa, Transit Bookstore, dan Gueari Galeri adalah tiga toko buku independen yang bisa lo temukan di Pasar Santa. Ketiganya punya tema yang berbeda, koleksi beragam, dan mood yang bervariasi juga. Jadi, mengunjungi ketiganya menjadi keharusan buat lo Urbaners! Yuk, simak hasil jalan-jalan MLDSPOT ke Pasar Santa!

 

Post Santa

Bisa dibilang Post Santa adalah pionir toko buku independen di Pasar Santa. Toko buku ini sudah didirikan sejak tahun 2014 oleh pasangan Teddy W. Kusuma dan Maesy Angelina. Tempatnya mungil dengan buku-buku berjejer rapi di kiri-kanan raknya.

Lo bisa minta rekomendasi buku yang sesuai dengan ‘jiwa’ lo di Post Santa!

Di Post Santa juga disediakan meja kayu dan kursi, buat lo yang ingin duduk dan memilih buku, sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli. Lagu-lagu yang diputar adalah lagu-lagu jazz sehingga membangkitkan mood banget untuk memilih buku yang ingin lo bawa pulang. Belum lagi, aroma buku baru yang menyeruak, bikin para bibliophile betah berlama-lama di sana.

Nggak cuma menyediakan buku, Post Santa juga kerap mengadakan diskusi buku, peluncuran buku atau workshop menulis. Duo founder-nya terinspirasi dari Toko buku Kineruku (Bandung), Toko Budi (Yogyakarta), C2O (Surabaya) dan Kata Kerja (Makassar). Sedikit banyak ada feel serupa yang bakal lo rasain saat menginjakkan kaki di Post Santa.

Sebagai “pelahap” buku, Teddy dan Maesy akan dengan senang hati merekomendasikan buku-buku keren untuk lo beli. Post Santa sangat mendukung penulis indie Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari penerbit mainstream. Karenanya, mereka kerap bekerja sama dengan penulis-penulis indie untuk mengadakan launching buku terbaru di Post Santa.

 

Transit Bookstore

Suasana “intim” di Transit Bookstore.

Sedikit melipir dari Post Santa, lo akan menemukan Transit Bookstore. Sedikit berbeda dengan Post Santa, Transit Bookstore hanya menjual buku-buku berbahasa Inggris. Lo yang mengaku introvert dan senang hal-hal yang sifatnya intimate bakal dimanjakan di sini.

Secara berkala, mereka punya tema untuk buku-buku yang dipajang—bisa jadi ini salah satu trik menyiasati ruang yang mungil. Salah satu tema yang sedang mereka angkat adalah Know Your Neighbours.

Melalui tema ini, buku-buku yang dipajang adalah penulis dari negara tetangga Indonesia seperti Malaysia, Turki, Pakistan, India dan lainnya. Ketika Transit Bookstore mengangkat tema Displacement, buku-buku yang dipajang adalah tema pengungsian atau refugee. “Ini salah satu cara kita memperkenalkan kekayaan buku mulai dari genre dan tema kepada pembaca,” jelas Indra selaku salah satu owner dari Transit Bookstore.

Koleksi buku di Transit Bookstore dengan tema “Knowing Your Neighbour”.

 

Gueari Galeri

Kalau Post Santa mengusung toko buku komplit, Transit Bookstore jauh lebih spesifik dan intim, Gueri Galeri adalah toko buku yang menjual buku-buku bertema fotografi. Lokasinya berada di satu lantai di bawah Post Santa dan Transit Bookstore.

Geliat toko buku independen di Pasar Santa tidak hanya menyediakan buku melainkan wadah untuk anak muda berdiskusi dan berekspresi.

Buku-buku yang dijual cukup nyeleneh dan menggambarkan perkembangan dunia fotografi Indonesia dan dunia. Kenapa nyeleneh? Soalnya beberapa buku menceritakan sejarah foto nude dan bahkan ada yang memuat koleksi foto blonde nude dari model-model Playboy.

Tidak melulu erotisme, beberapa koleksi Gueari Galeri juga memuat rangkaian perjalanan tokoh politik tertentu, landscape, dan human interest. Selayaknya toko buku independen, Gueari Galeri juga melengkapi aktivitasnya sebagai wadah untuk berdiskusi mengenai fotografi. Buat lo yang senang dengan fotografi dan desain grafis, jangan pikir panjang untuk berkunjung ke Gueari Galeri!

 

Gejolak Toko Buku Indie di Pasar Santa

Kenapa disebut indie? Bisa jadi karena passion mengalahkan keinginan mengejar komersil. Toko buku independen ini hanya buka di weekend, itupun dari sore sampai menjelang malam. Bahkan ada yang bukanya dari jam 3-8 malam saja.

Lo bakal menemukan buku-buku fotografi yang nggak akan lo temui di toko buku lain!

Pemilik toko buku independen ini sebagian besar punya pekerjaan lain yang harus dilakoni, makanya hanya buka di weekend. “Gue sehari-hari kerja di bank, makanya Transit Bookstore hanya buka saat weekend,” jelas Indra. Hal yang sama juga terjadi pada Teddy W. Kusuma dan Maesy Angelina. “Penggila” buku, “pelahap” buku atau istilah-istilah lainnya bisa dilekatkan ke mereka. Soalnya, kalau hanya mengejar keuntungan materi, pastinya mereka tidak akan membatasi jam buka toko bukunya.

Keinginan untuk berbagi, bercerita, dan menjadi support system bagi penulis pemula yang memiliki bakat menjadi salah satu alasan kenapa toko-toko buku independen ini bersemayam di denyut geliat Pasar Santa—sebuah area kekinian bagi penduduk ibukota.

Tentunya ini adalah angin segar yang harus lo dukung, supaya makin banyak literatur berkualitas karya penulis-penulis Indonesia yang dikenal masyarakat. Setuju?

 

Congrats, Bro! Ini Deretan Pemenang Video Competition #MLDSPOTNEWNORMALRIDE !

Wed, 30 September 2020
pemenang dari video competition MLDSPOTNEWNORMALRIDE

Gue sudah bilang berulang kali bro sama lo kalau @mldspot pastinya nggak pernah main-main soal video competition. Seperti video competition #MLDSPOTNEWNORMALRIDE – sekarang gue sudah punya tiga pemenangnya.

Sebelumnya, congrats buat lo semua yang bakal gue mention di bawah ini – lo berhasil membuktikan kalau keadaan seperti ini, tidak membuat lo semua berhenti untuk menjadi kreatif dan produktif. Terbukti dari berbagai video yang begitu menarik, lo semua benar-benar kreatif, bro!

#MLDSPOTNEWNORMALRIDE – memang menjadi ajang buat lo semua yang sedang menggeluti tren gowes, untuk membuat cerita yang begitu menarik dan disubmit ke @mldspot – sekali lagi bro, ini jadi acuan kalau diri lo bisa selalu kreatif dan produktif #MauLagiDimanapun dan kondisi seperti apapun.

Respect buat lo semua yang sudah submit videonya ke gue. Buat lo yang belum menang – tenang, sans saja bro – karena @mldspot nggak berhenti sampai #MLDSPOTNEWNORMALRIDE saja. Masih ada tantangan-tantangan seru, terkait video competition lainnya yang bakal digelar sebentar lagi.

Buat lo yang belum menang – lo bisa ikutan video competition berikutnya ini. Kalau lo penasaran apa video competition selanjutnya – jangan lupa terus ikuti @mldspot biar lo tahu update terbaru dari gue.

Tanpa panjang lebar lagi, gue respect sama lo semua yang sudah submit – sekali lagi, karya-karya lo luar biasa. Tapi tiga orang ini yang benar-benar memenuhi kriteria para juri buat #MLDSPOTNEWNORMALRIDE ini.

Congratulation buat:

  • @maulanarawks
  • @dr_7ey
  • @karismodityo

 

Tiga orang di atas adalah pemenang dari #MLDSPOTNEWNORMALRIDE kali ini – respect buat semuanya ya! Sekali lagi, selamat bro-bro yang sudah gue mention di atas – lo menang video competition dari @mldspot #MLDSPOTNEWNORMALRIDE kali ini!

Nah, buat lo yang belum menang – seperti yang sudah gue bilang di atas – sans saja bro. Karena bakal ada video competition dengan tema lainnya yang nggak kalah seru, yang nggak kalah memacu lo untuk terus kreatif dan produktif.

Lo bisa terus update semuanya di website ini, atau langsung gas saja ke @mldspot – buat tahu update terbaru dari gue. Bro, biar makin semangat lagi buat ikutan video competition yang akan datang, gue ingetin lagi kalau masih banyak hadiah menarik sampai voucher blilbli.com yang bernilai JUTAAN RUPIAH!

Bro, jangan lupa buat ikutan lagi ya!