• Sport
  • Egy Maulana Masuk 60 Pemain Muda Berbakat Versi The Guardian

Egy Maulana Masuk 60 Pemain Muda Berbakat Versi The Guardian

Mon, 16 October 2017

Pada sebuah turnamen kecil di Perancis, timnas U-19 Indonesia bersaing dengan timnas besar dunia. Mulai dari Brazil, Inggris, Argentina, dan negara-negara adidaya sepak bola ini turut serta dalam turnamen yang bernama Toulon Tournament 2017. Walaupun timnas Indonesia harus kalah tiga kali dari tiga pertandingan, ada satu nama yang membuat media internasional terkesima, yaitu Egy Maulana Vikri. Di akhir turnamen, kecepatan dribbling, kontrol bola, dan visi bermain membuat Egy terpilih menjadi Pendatang Baru Terbaik Toulon Turnamen 2017.

Beberapa bulan kemudian, daya magis Egy masih berlanjut. Pada ajang Piala AFF U-18, Egy mencetak delapan gol untuk merebut gelar top skor. Lagi-lagi, walaupun timnas Indonesia gagal juara, nama Egy seakan menghipnotis semua pelatih dan media dari luar negeri. Atas jeri payah dan hasil kerja keras Egy tersebut, media besar Inggris The Guardian memasukkan Egy Maulana ke dalam 60 besar talenta muda terbaik dunia.

 

Egy Maulana Menjadi Satu-Satunya Pemain Tanpa Klub

Daftar yang dikeluarkan oleh The Guardian ini bukan sembarangan lho, Urbaners. The Guardian menuliskan bahwa Egy Maulana ini nggak hanya moncer di sebuah turnamen, tetapi juga saat melakukan pertandingan persahabatan melawan Espanyol B pada bulan Agustus lalu. Pelatih Espanyol B, David Gallego, memuji secara langsung Egy Maulana. David mengatakan bahwa kemampuan Egy akan sangat mendunia jika dia bisa bertahan sama baiknya.

Nah, selain itu, Egy Maulana ternyata menjadi satu-satunya pemain muda yang sampai sekarang bermain tanpa klub. Memang Egy Maulana ini bukan berasal dari klub profesional, terakhir Egy hanya ikut berlatih di salah satu klub amatir di Brebes, Jawa Tengah.

 

Egy Maulana Setara Vinicius Junior

Bagi para penggemar Real Madrid, nama Vinicius Junior pasti udah nggak asing lagi. Pemain berusia 17 tahun ini baru saja menandatangani kontrak senilai 45 juta euro atau sekitar 713 miliar rupiah dengan Real Madrid. Padahal peraturan Liga Spanyol mengatakan minimal usia transfer pemain di luar Eropa ini harus 18 tahun. Itu berarti Vinicius Junior baru bisa bergabung pada tahun 2018 mendatang.

Jika Vinicius Junior saja bisa sukses di usia muda dan masuk dikontrak Real Madrid, bukan nggak mungkin nama Egy Maulana juga bisa melambung setenar Vincius. Bagaimana menurut lo, Urbaners?

 

Source: kompas.com

Bangganya Greysia Polii dan Apriyani Memenangkan Indonesia Masters

Friday, January 31, 2020 - 11:16
Greysia Polii dan Apriyani berfoto bersama setelah peroleh kemenangan di Indonesia Masters

Pasangan ganda putri bulu tangkis unggulan Indonesia Greysia Polii dan Apriyani baru saja meraih kemenangan di pertandingan Indonesia Masters pada 19 Januari 2020 lalu. Mereka berdua kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional setelah berhasil membawa kemenangan di salah satu ajang bulu tangkis yang bergengsi tersebut.

 

Greysia Polii dan Apriyani Berhasil Jadi Juara Indonesia Masters 2020

Greysia Polii dan Apriyani merayakan kemenangan di lapangan Indonesia Masters

Greysia Polii dan Apriyani memang menjadi salah satu pasangan ganda putri unggulan Indonesia dan di awal tahun ini mereka telah mempersembahkan kemenangan di ajang Indonesia Masters 2020. Mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan ganda putri asal Denmark di partai final, Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen.

Saat di final rupanya pasangan Greysia Polii dan Apriyani tidak bisa menang mudah karena mendapatkan perlawanan sengit dari pasangan Denmark tersebut. Selama kurang lebih 80 menit pasangan asal Indonesia tersebut harus berjuang sekuat tenaga menghadapi lawannya. Mereka baru bisa menang dengan permainan 3 set dengan score 18-21, 21-11 dan 23-21.

 

Greysia Polii dan Apriyani Sangat Terharu Akhirnya Bisa Menang di Istora Senayan

Kemenangan pasangan Greysia Polii dan Apriyani rupanya membuat pasangan tersebut merasa sangat terharu. Pasangan tersebut baru pertama kali memenangkan kejuaraan yang digelar di Istora Senayan. Meskipun sudah sangat sering berlaga di tempat tersebut, ternyata pasangan ganda putri unggulan Indonesia itu belum pernah menang.

Jadi, setelah pertandingan selesai pantas saja Greysia Polii dan Apriyani menunjukkan wajah yang sangat terharu dan nggak bisa menahan tangisnya. Selain itu, dukungan para penonton yang datang ke Istora Senayan ternyata juga membuat mereka berdua merasa lebih semangat sehingga bisa terus berjuang dan berhasil menjadi juara.

“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah jauh-jauh untuk datang dan mengantre tiket. Saya sudah lama banget main di Istora dan baru kali ini bisa jadi juara,” ucap Greysia Polii kepada CNNIndonesia.com.

 

Pasangan Greysia Polii dan Apriyani Sempat terpuruk di Tahun 2019

Gresya tersenyum pada Apriyani setelah meraih poin

Kemenangan di Indonesia Masters 2019 ini juga menjadi hal yang spesial bagi pasangan ganda putri Indonesia itu. Hal itu disebabkan Greysia Polii dan Apriyani sempat terpuruk di tahun 2019 dan jarang mendapatkan kemenangan. Di tahun lalu mereka hanya berhasil meraih gelar juara di India Open saja.

“Tahun lalu kami terpuruk banget. Kami berusaha bagaimana caranya bisa keluar dari masalah, bagaimana caranya kami mau jadi juara dan mau maju. Di tahun 2019 kami terpukul dan alhamdulillah sekarang jadi tuan rumah karena di Indonesia kami bisa menunjukkan performa terbaik,” cerita Apriyani.

Meskipun telah berhasil menjadi juara tapi mereka nggak mau terlena dan terus merayakan kemenangannya. Greysia Polii dan Apriyani ingin tetap fokus karena tujuan utamanya adalah Olimpiade 2020.

Apakah lo kemarin sempet nonton pertandingan Greysia Polii dan Apriyani di kejuaraan Indonesia Masters, Urbaners?

 

 

Sources: cnnindonesia.com, kompas.com, provoke-online.com