• Techno
  • Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Menerbangkan Drone di Tempat Wisata

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Menerbangkan Drone di Tempat Wisata

Thu, 22 August 2019
Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Menerbangkan Drone di Tempat Wisata

Urbaners, menikmati keindahan alam di tempat wisata sudah tentu jadi hal paling menyenangkan yang bisa lo lakukan selama berlibur. Beruntung saat ini lo bisa menggunakan bantuan teknologi drone untuk menelusuri beragam keindahan dari ketinggian. Dengan perspektif kamera drone, lo bisa menemukan sisi lain yang selama ini mungkin nggak bisa dilihat dari jarak dekat. Tapi, sebelum menerbangkan drone di tempat wisata, ada beberapa hal yang wajib lo perhatikan.

 

Lakukan Riset tentang Regulasi yang Berlaku

Lakukan Riset tentang Regulasi yang Berlaku

Pastikan lo sudah lebih dulu melakukan riset tentang regulasi atau peraturan menerbangkan drone di tempat wisata yang dituju. Hal ini penting agar lo bisa mengantisipasi kalau-kalau memang tempat tersebut nggak memperbolehkan pengunjung menerbangkan drone. Misalnya di Bali, lo nggak bisa menerbangkan drone di area Tanah Lot, Pura Besakih, Uluwatu, dan Pantai Pandawa.

 

Izin Menerbangkan Drone

Untuk menerbangkan drone di tempat wisata, lo wajib memiliki surat izin terbang dan registrasi drone dari pihak yang berwenang. Di Indonesia sendiri, persoalan izin menerbangkan drone sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak. Jadi, kalau sampai lo melakukan pelanggaran dan menerbangkan drone tanpa surat izin, maka akan ada sanksi yang diberikan.

 

Menyertakan Flight Plan untuk Drone

Menyertakan Flight Plan untuk DroneNah, Urbaners, saat lo mengurus perizinan untuk menerbangkan drone di tempat wisata, jangan lupa menyertakan flight plan atau rencana terbang. Flight plan yang lo buat harus dilengkapi dengan berbagai informasi terkait pengoperasian drone. Mulai dari identifikasi unit pesawat drone yang digunakan, jenis penerbangan yang akan dilakukan (fotografi, ekspedisi, uji performa, dll), peralatan yang dibawa, titik lepas landas, estimasi waktu, kecepatan terbang, ketinggian drone, hingga rute penerbangan dan area manuver pengoperasian.

 

Persiapkan Baterai Cadangan

Jangan lupa untuk membawa baterai cadangan saat lo berencana menerbangkan drone di tempat wisata. Pastikan lo sudah mengisi baterai hingga penuh sebelum mulai diterbangkan. Selama perjalanan menuju tempat wisata, sebaiknya lo menyimpan baterai cadangan drone di tempat yang aman dengan suhu ruangan sekitar 22 – 28 derajat Celsius. Hindari mengisi daya saat suhu baterai cukup panas, hal ini akan membuat baterai berpotensi meledak.

 

Menghargai Privasi

Menerbangkan drone dari ketinggian juga harus memerhatikan privasi area pribadi milik orang lain maupun kehidupan satwa liar yang ada di sana. Jangan sampai drone yang lo terbangkan justru merugikan dan mengurangi kenyamanan mereka dalam beraktivitas. Ingat, lo dilarang menerbangkan drone terlalu dekat dengan hal-hal yang sangat privasi tersebut.

 

Jadi, Urbaners, apa lo sudah siap menerbangkan drone di tempat wisata?

 

 

Source: cnnindonesia.com, liputan6.com

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys