• Techno
  • Samsung Bakal segera Pamerkan Smartphone yang Bisa Ditekuk

Samsung Bakal segera Pamerkan Smartphone yang Bisa Ditekuk

Fri, 09 November 2018
Samsung Bakal segera Pamerkan Smartphone yang Bisa Ditekuk

Di masa depan, nantinya lo bakal membawa smartphone dengan ukuran yang sangat kecil. Bukan berarti di masa mendatang semua orang akan menggunakan smartphone kecil, tetapi nantinya smartphone tersebut bisa dibuka dan menjadi layar lebar. Yup, masa depan dunia smartphone nantinya akan berbentuk foldable atau bisa ditekuk.

Nah, ketika banyak produsen smartphone berlomba untuk membuat smartphone foldable, maka Samsung bisa menjadi pioner. Rencananya, Samsung dalam waktu dekat akan segera mengumumkan prototype dari foldable smartphone.

 

Memang baru diperkenalkan tahun 2018

Memang baru diperkenalkan tahun 2018

Sejak awal 2010, foldable smartphone sudah menjadi salah satu wacana besar untuk masa depan smartphone. Walaupun begitu, masih belum ada developer yang benar-benar fokus ke dalam pengembangan foldable smartphone. Nah, di tahun 2018 ini akhirnya Android membuka kesempatan kepada para developer untuk mengembangkan foldable smartphone. Di lansir langsung dari Twitter resmi Android Developers, Android VP of Engineering Dave Burke mengatakan bahwa ketika Android memutuskan untuk support, setidaknya ada beberapa produsen yang akan bekerja sama.

Dari kerja sama tersebut, Samsung lah yang berada di garda depan. Dave Burke mengatakan bahwa smartphone Galaxy akan bersiap untuk tampil pertama kalinya. Bahkan pada awal 2019 besok, Samsung berencana akan mengeluarkan smartphone foldable perdana nya.

 

Cara kerja smartphone foldable

Cara kerja smartphone foldable

Buat lo yang penasaran bagaimana sih cara kerja smartphone foldable, secara sederhana lo nggak bisa melakukan tekukan yang kasar terhadap smartphone ini. Lo hanya bisa menekuk lewat satu arah dan nggak bisa melakukan tekukan baru. Nah, jika lo menggunakan aplikasi saat smartphone dalam keadaan tertekuk, kemudian lo membuka smartphone, maka seharusnya aplikasi tersebut akan melebar dan harus mengalami transisi yang sangat lembut.

Di sinilah tugas dari para developer untuk membuat aplikasi yang bisa digunakan di layar kecil dan juga mempunyai transisi saat layar menjadi besar. Hmm, bagaimana, sudah penasaran dengan smartphone foldable?

 

 

Source: cnet.com

Facebook Kembangkan Fitur E-Commerce untuk Platformnya

Thu, 04 June 2020
Mark Zuckerberg dengan baju biru, berbicara di depan layar biru bertuliskan Facebook

Adanya pandemi COVID-19 membuat segala aktivitas jadi terhambat. Terutama aktivitas dagang yang jadi terganggu karena adanya himbauan untuk tetap diam di rumah saja. Untungnya, barang-barang kebutuhan masih bisa dibeli secara online. Lo juga pasti sering berbelanja online #MumpungLagiDirumah saja, kan?

Muncul lagi satu layanan e-Commerce baru yang bisa lo coba, yakni Facebook Shops. Facebook bekerja sama dengan Shopify, BigCommerce, dan Woo membentuk fitur baru ini untuk memudahkan operasional bisnis di tengah pandemi ini.

 

Shops Sebagai Solusi Bisnis di Tengah Pandemi

Tampilan Shops di Facebook dan Instagram yang terlihat dari tiga layar smartphone.

Pada Selasa (19/5), Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook mengumumkan hadirnya fitur e-Commerce bernama Facebook Shops. Berbeda dengan fitur marketplace yang sebelumnya sudah ada, Facebook Shops sendiri merupakan fitur e-Commerce kembangan tim Facebook yang bisa dipakai secara gratis, di mana segala proses jual-beli dilakukan langsung dalam Facebook.

Peluncuran fitur Shops ini dilakukan oleh Facebook sebagai solusi bagi para pemilik bisnis kecil yang kesulitan di tengah pandemi ini. “If you can’t physically open your store or restaurant, you can still take orders online and ship them to people,” ungkap Mark Zuckerberg. Ia juga mengakui bahwa peluncuran ini terkesan tergesa-gesa, namun dianggap perlu agar bisa membantu kelangsungan bisnis-bisnis yang merugi.

Di sisi lain, fitur Shops ini juga menjadi langkah pintar bagi Facebook, mengingat e-Commerce merupakan segelintir industri yang diuntungkan di kala pandemi. Sebut saja Amazon dan Etsy, dua kompetitor Facebook yang keuntungannya bahkan dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hadirnya Facebook Shops menjadi simbol resmi bahwa Facebook siap “bertarung” menghadapi Amazon.

 

Terhubung dengan Aplikasi Facebook dan Instagram

Tampak toko online di Facebook Shops yang terlihat dari sebuah layar smartphone

Nggak hanya melalui Facebook saja, tetapi Zuckerberg juga mengatakan bahwa fitur Shops ini akan hadir di Instagram. Orang-orang bisa membuka toko online dan meng-upload katalog di Facebook Shops secara gratis, begitu pula di Instagram. Nantinya, para pembeli bisa melakukan transaksi layaknya di aplikasi e-Commerce di kedua platform media sosial ini.

Rencananya, pengguna bisa mencantumkan daftar barang dan harga secara langsung di halaman Facebook, profil Instagram, dan story Instagram. Selain itu, para pengguna juga bisa memesan fitur iklan di Facebook dan Instagram untuk memasarkan toko online mereka. Itu juga sebabnya mengapa Facebook Shops gratis untuk digunakan.

 

Fitur-Fitur yang Tengah Dikembangkan

Mark Zuckerberg memperkenalkan fitur Shops dalam sebuah livestream

Facebook Shops memang sudah diluncurkan, tetapi masih banyak fitur-fitur yang sedang dikembangkan oleh Facebook. Salah satunya adalah layanan pelanggan melalui chatting. Selanjutnya, para pembeli bisa melakukan tracking order bahkan langsung melakukan transaksi dari fitur Messenger, WhatsApp, dan Instagram Direct Message.

Pengguna juga bisa memanfaatkan fitur Messenger, WhatsApp, dan Instagram Direct Message untuk berjualan. Lebih keren lagi, barang-barang tersebut juga bisa di-tag selama livestream, sehingga orang bisa langsung membelinya dalam sekali klik.

Nggak hanya itu, Facebook juga sedang mengembangkan program loyalitas dan reward untuk menarik lebih banyak lagi pembeli dan penjual ke dalam Facebook Shops. “You’ll be able to easily see and keep track of your points and rewards,” ujar Zuckerberg dalam livestream. Tentu saja program ini bisa disesuaikan sendiri oleh pemilik bisnis. 

 

 

Sources: The Verge, CNBC, Business Insider