Home Traveling Wah, Bandara di Dubai Ini Pakai Bahasa Jawa

Wah, Bandara di Dubai Ini Pakai Bahasa Jawa

Thursday, August 10, 2017 - 15:00
Bagikan
Facebook Twitter Email

Seperti Syahrini dan Nikita Mirzani, Dubai memang selalu berhasil membuat sensasi. Sebut saja The Burj Al-Arab atau Hydropolis. The Burj Al-Arab, atau dalam bahasa Indonesia berarti Menara Orang Arab, adalah sebuah hotel mewah di Dubai yang dipasarkan sebagai hotel bintang tujuh pertama di dunia. Keindahan yang ditawarkan The Burj Al-Arab sudah tidak perlu diragukan, salah satu bangunan termahal yang pernah dibangun manusia itu dikelilingi oleh air dan api menari yang bewarna-warni.

Sementara Hydropolis adalah hotel mewah bawah air pertama di dunia yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Joachim Hauser, pengembang dan perancang Hydropolis, mengatakan bahwa bentuk hotel tersebut merupakan kombinasi dua hewan laut: ubur-ubur dan penyu. Sekedar informasi, tanah di mana proyek ini dibangun adalah milik Yang Mulia Jenderal Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Putra Mahkota Dubai.

 

Bandara Internasional Dubai Pakai Bahasa Jawa

Sensasi kota terpadat di Uni Emirat Arab (UEA) yang paling baru datang dari Bandara Internasional Dubai. Kali ini, bukan lagi soal bangunan tinggi atau mewah, tapi tentang penggunaan Bahasa Jawa sebagai sarana pemberian informasi kepada calon penumpang Urbaners.

Dalam video milik Wahyu Pratomo, penumpang maskapai Emirates Airlines rute Amsterdam-Jakarta yang kebetulan sedang transit di Dubai, terdengar kalimat Jawa dalam pemberitahuan informasi penerbangan. Katanya,  “Nuwun sewu, Bapak-bapak soho Ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo gangsal wolu dateng Jakarta meniko  bade sedyo...” (Permisi, Bapak-bapak dan Ibu-ibu, penerbangan Emirates EK 358 ke Jakarta saat ini akan...”). Terang saja video ini menjadi viral, lha di Arab kok ada yang ngomong Jawa?

 

Ini Nih Alasannya Bandara Dubai Pakai Bahasa Jawa

Bukan tanpa alasan, penggunaan Bahasa Jawa sebagai informasi penerbangan di bandara nomor 3 tersibuk di dunia ini ternyata bertujuan untuk memberikan pengalaman baru yang lebih personal kepada jutaan penumpangnya. Dilansir dari Kumparan, Bandara Internasional Dubai juga digunakan sebagai penghubung 240 bandara lain di semua benua, membuatnya menjadi tempat yang didatangi oleh orang-orang memiliki beragam latar belakang dan berasal dari berbagai penjuru dunia. Berdasar kondisi itulah akhirnya manajemen bandara memutuskan untuk menggunakan banyak bahasa.

Selain itu, Walter Riggans, Divisional Vice President dari Emirates, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut juga berguna untuk memudahkan penumpang yang tidak memahami bahasa Inggris atau Arab. Dikutip dari BBC Indonesia, Riggans mengatakan bahwa sistem multibahasa sangat membantu mempercepat proses naik pesawat.

Walaupun begitu, penggunaan banyak bahasa dalam pengumuman informasi penerbangan tentu saja disesuaikan dengan rute pesawat. Pengumuman ini tidak akan didengar oleh semua orang di bandara, tapi hanya akan terdengar di pintu boarding, premium lounge, dan transfer desk. Jika merujuk pada pengalaman Wahyu, bahasa Jawa terdengar di sana karena rute Amsterdam-Jakarta sering ditumpangi oleh orang Indonesia. Selain menggunakan Bahasa Jawa, Bandara Internasional Dubai juga menambahkan 25 bahasa lain dalam menginformasikan penerbangan, seperti Inggris, Prancis, dan China.

 

 

Source: kumparan.com

Baca juga:

Lima Negara yang Menggunakan Bahasa Jawa