• Traveling
  • Helena Sky Bridge dan Kerajaan Kupu-kupu, Spot Wisata di Sulawesi Selatan

Helena Sky Bridge dan Kerajaan Kupu-kupu, Spot Wisata di Sulawesi Selatan

Mon, 29 January 2018
Helena Sky Bridge dan Kerajaan Kupu-kupu, Spot Wisata di Sulawesi Selatan

Jika biasanya lo liburan di Bali atau bahkan ke Raja Ampat, sekarang lo harus mencoba liburan ke tempat yang benar-benar baru. Dengan tinggi 200 meter dan panjang 50 meter, jembatan bernama Helena Sky Bridge di Maros, Sulawesi Selatan menjadi idola baru masyarakat Sulawesi. Helena Sky Bridge yang bertempat di Penangkaran Kupu-Kupu Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, bakal jadi tempat terbaik untuk selfie, dengan latar Gunung Karst.

 

Sulawesi Selatan Enggak Hanya Pantai Losari

Mungkin sebagian besar ketika lo mengunjungi Makassar, pasti akan berwisata ke Pantai Losari atau Pulau Pabbiring. Sekarang, Sulawesi Selatan juga punya tempat wisata andalan baru yang nggak kalah kerennya dengan yang ada di Makassar tersebut. Helena Sky Bridge sejatinya diresmikan bersamaan dengan dome yang berisi penangkaran kupu-kupu pada tahun 2016 yang lalu.

Untuk melihat penangkaran kupu-kupu seluas 7 hektar, lo bisa mendaki sejauh 200 meter untuk menuju Helena Sky Bridge. Sampai di atas jembatan, lo akan terkesima dengan pemandangan Taman Nasional Bantimurung yang sangat luas. Jangan khawatir mengenai masalah keselamatan, karena untuk melintasi jembatan ini dibatasi maksimal 10 orang.

 

Kerajaan kupu-kupu

Setelah puas foto selfie, lo bisa turun kembali dan menjelajah Taman Nasional Bantimurung yang mempunyai 21 jenis kupu-kupu yang dikembangbiakkan sejak tahun 2012. Sebelumnya, Taman Nasional Bantimurung memang dibuat sebagai penangkaran kupu-kupu tetapi enggak terlalu banyak dan terawat. Setelah mengalami perombakan total, sekarang Taman Nasional Bantimurung mendapatkan julukan The Kingdom of Butterfly.

Kerennya lagi, di penangkaran kupu-kupu tersebut lo bisa melihat salah satu spesies kupu-kupu yang hanya hidup di Sulawesi Selatan, yaitu Troides Helena Linne, Troides Hypolitus Cramer, Troides Haliphron Boisduval, Papilo Adamantius, dan Cethosia Myrana. Jika lo adalah pecinta kupu-kupu, di sini dahaga informasi soal kupu-kupu akan tuntas terpuaskan.

 

Source: kompas.com

Tidak Biasa, 5 Kafe di Jakarta Ini Hadir dengan Konsep Anti Mainstream

Mon, 30 March 2020
Empat orang terlihat sedang menikmati waktu di sebuah kafe

Lima kafe di bawah ini mengusung konsep yang anti-mainstream. Berusaha menampilkan sisi distinct pada bisnis kafe yang marak di kota-kota besar, Jakarta salah satunya. Kelima kafe unik ini bisa jadi tujuan ‘pelarian’ lo, dengan mengambil jeda rutinitas ibukota yang selalu sibuk di keseharian.

 

Kayuh Clubhouse Café

Salah satu sudut kafe dengan beberapa pengunjung

Buat lo pencinta hidup sehat yang hobi ke mana-mana pakai sepeda, ada satu tempat yang cocok buat lo kunjungi, Kayuh Clubhouse Café. Kafe dengan interior rustic ini dibuat minimalis dan pastinya bisa bikin lo lebih nyaman saat nongkrong di sini. Dinding kafe yang dibiarkan tanpa dicat ini juga dihiasi tanaman rambat dan sepeda yang digantung.

Berlokasi di Jalan Cikajang, Petogogan, daerah Kebayoran Baru, suasanannya tenang dan nyaman. Kalau ke tempat ini, lo wajib coba Es Kopi Susu Gowes yang rasanya nikmat cocok untuk menemani lo bersantai. Harga menu di sini juga murah, bersahabat dengan kantong.

 

Haka Dimsum

Seorang pelanggan sedang menaiki tangga masuk Haka Dimsum

Haka Dimsum memiliki satu cabang di daerah Kemang yang buka selama 24 jam untuk memberikan lo kesempatan menyantap dimsum, makanan khas dari China Selatan. Kalau lo berkunjung ke sini saat sore, lo bisa lihat anak muda ramai menikmati dimsum di sini dengan rentang harga yang terjangkau pula.

Hal lainnya yang unik juga dari shop cabang Kemang ini adalah, salah satu dinding yang bersisian dengan tangga menuju resto mereka yang dipenuhi dengan poster-poster China. Kesannya lo sedang berkunjung ke salah satu resto di Hongkong. Buat lo yang penikmat chinese street food, Haka Dimsum nggak boleh kelewatan.

 

Sunyi Coffee

Staff kafe berinteraksi dengan bahasa isyarat

Nah, satu lagi kafe yang nggak biasa di Jakarta. Sunyi Coffee ini dioperasikan oleh teman-teman tunarungu. Dengan konsep kafe yang minimalis, dan kopi manis yang nikmat lo bisa menikmati suasana eskapis di sini, jauh dari keramaian ibukota. Ditambah mereka punya Aglio Olio ternikmat di sini.

Nggak cuma itu, di kafe yang berlokasi di Jalan Fatmawati ini lo juga bisa dapat manfaat tambahan dengan berinteraksi bersama teman-teman tunarungu yang bekerja di sini. Mereka akan dengan senang hati mengajarkan lo basic sign language, kalau lo mau.

 

Carburator Springs Cafe

Suasana kafe dengan beberapa orang duduk di pantry

Kafe yang satu ini jadi tempat nongkrong wajib dikunjungi untuk para bikers dan pecinta otomotif. Kalau lo salah satunya, lo harus sempatkan untuk datang ke sini dan nikmati menu grilled andalan Carburator Springs Café. Kafe ini berlokasi di Jalan Veteran, Bintaro, daerah Pesanggrahan.

Saat lo datang ke sini, nggak cuma kafe saja daya tariknya. Ada bikers station tempat lo bisa cuci mata melihat moge, dan toko khusus yang menjual line apparel serta perlengkapan bikers di sini. Beberapa malam juga diramaikan dengan live music, pokoknya dijamin asik.

 

Social Garden

Para staff resto tampak bekerja di pantry

Apa jadinya kalau taman dan resto dijadikan satu? Social garden jadinya. Kafe yang bertempat di Ground Floor Senayan City ini berhasil menarik perhatian banyak pengunjung mall karena tanaman tropis yang mendominasi interiornya. Memberi ambiance hangat dan teduh dengan unsur kayu di resto ini .

Lo bisa menyantap berbagai macam menu makanan saat bersantai sejenak di sini. Dari makanan Asia hingga Italia tersedia, termasuk makanan penutup yang gluten free. Menikmati makan siang di sini pasti bikin lo betah.

Jadi mana yang akan lo kunjungi untuk melepas penat dan refreshing diri? Atau coba semua? Boleh lah!

 

 

Sources: Qraved, Detik Food, Carburator Springs, Wolipop