Trending
Kamis, 16 Mei 2019

Paulus Hyu, Designer Toys Yang Sukses Ciptakan Desain Karakter Mainannya Sendiri

  • Share
  • fb-share
Paulus Hyu, Designer Toys Yang Sukses Ciptakan  Desain Karakter Mainannya Sendiri

Punya hobi mengoleksi mainan nggak melulu menjadi hobi yang mahal dan nguras kantong lho, Urbaners. Hal ini dibuktikan oleh Paulus Hyu. Pria yang akrab disapa Paulus ini awalnya punya hobi mengoleksi berbagai desain karakter mainan sampai akhirnya ia sukses menciptakan yang sesuai dengan keinginannya sendiri.

Penasaran gimana Paulus menciptakan desain karakter mainan yang unik dan diminati berbagai kalangan mulai dari anak muda sampai orang tua? Yuk, simak cerita selengkapnya di sini, Urbaners!

 

Awal Ketertarikan di Dunia Designer Toys

Memiliki latar belakang pendidikan di jurusan Design Graphic membuat Paulus Hyu mulai menyukai berbagai jenis desain. Hanya saja, saat itu belum spesifik pada desain karakter toys. Bagi Paulus, designer toys bisa menjadi sebuah media seni dalam berekspresi bagi para desainer.

Sejak kecil, Paulus memang hobi mengoleksi berbagai mainan action figure. Pada tahun 2011 barulah ia mulai spesifik mengoleksi designer toys karena salah satu temannya dari Amerika membelikan ia sebuah mainan dari Kidrobot (toko mainan terkenal di Amerika Serikat).

"Kalau ditanya berapa jumlah koleksi mainan gue, mungkin udah ribuan jumlahnya. Dulu pertama kali toys yang gue beli adalah Labbit karakter ciptaan Frank Kozik, seorang pop artist yang gue kagumi dari dulu,” ungkapnya.

“Setiap karakter itu mempunyai background story masing-masing. Selain bentuk, warna dan cerita, kadang kehidupan artist yang menciptakan karakter toys bisa juga jadi daya tarik toys itu sendiri ", lanjut pria kelahiran Jakarta yang hobi bermain game ini.

 

Tantangan Mendalami Desain Karakter Mainan

Sebagai seorang yang hobi mengoleksi mainan,  Paulus mengoleksi semua benda yang berhubungan dengan french bulldog. French Bulldog sendiri adalah ras anjing peliharaan Paulus. Kala itu, Paulus sedang melihat anjingnya tidur dan mengigau. Melihat kejadian itu Paulus langsung mengambil kertas dan mencoba menggambarnya.

Kendala muncul ketika sketsa yang dibuat gambar tidak bisa diaplikasi ke mainan. Sementara dalam mendesain mainan harus membuat karakter, bukan hanya menggambar. Selain itu, tema, latar belakang cerita, kepribadian, warna dan pose, juga harus diperhatikan. Kendala yang ditemui tersebut pada akhirnya membuat Paulus lebih mendalami berbagai macam hal tentang mendesain karakter.

 

Proses Lahirnya Kurobokan

Proses Lahirnya Kurobokan

Kurobokan berasal dari nama kelurahan di kecamatan Bali Utara bernama Kerobokan. Dalam perjalanannya, nama ini diplesetkan menjadi Kurobokan karena kebanyakan orang Jepang penggemar desain toys karya Paulus, sering menyebut Kerobokan menjadi Kurobokan. Akhirnya nama Kurobokan-lah yang digunakan sebagai branding designer toys karya Paulus. Kurobokan juga menjadi wadah untuk me-manage beberapa artist lokal yang sama-sama menekuni dunia designer toys.

“Yang membedakan Kurobokan dengan toys lain karena kita semua membuat karakter mainan terinspirasi dari hewan peliharaan kita masing-masing, semua karakter yang kita ciptakan mewakili kepribadian dari orang-orang yang ada disekitar kita,” tuturnya.

Proses pengerjaan karya Kurobokan sendiri cukup panjang. Diawali dari proses brainstorming ide, sketsa, proses sculpt baik manual dan 3 dimensi, revisi, proses mould, proses cetak, proses mewarnai hingga proses packaging. Keseluruhan proses pembuatan karya ini bisa memakan waktu hingga 1 tahun. Kisaran harga seri Kurobokan sendiri cukup beragam, yaitu mulai dari Rp300.000 hingga Rp2 juta.

Untuk sistem penjualannya, Kurobokan menggunakan sistem Limited Collectibles. Jadi, cara menjual dan pemasarannya seperti sistem penjualan limited pada sepatu atau tas.

 

Nggak Melulu Disukai Anak Muda

Para pecinta desain toys Kurobokan terdiri dari berbagai kalangan usia mulai dari usia 8 tahun  sampai 60 tahun. Masing masing  pecinta kurobokan memiliki karakter toys favorit masing-masing dan memiliki  fan base-nya tersendiri.

Nggak Melulu Disukai Anak Muda

Karya-karya Kurobokan sudah dipamerkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Taiwan, China, Thailand, Hong Kong, dan Singapura. Antusias dan tanggapan masyarakat luar negeri terhadap karya Kurobokan cukup  beragam. Hal ini, karena tingkat kedewasaan dalam menghargai suatu karya di masing-masing negara tentu berbeda. Saat ini, pembeli Kurobokan paling banyak berasal dari Thailand dan China.

Seri Kurobokan yang saat ini paling banyak diminati adalah seri Nimbus yang terdiri dari daydream, offspring, sleepwalker, chibiwalker, dan mora frenchie yang semuanya adalah karya Paulus Hyu. Selain itu ada seri Gwen Corgie yang dibuat oleh artists, Eric. Nggak cuma itu, seri Murdog, British Bulldog juga banyak diminati karena bentuknya yang familiar di kalangan pecinta toys.

Nggak Melulu Disukai Anak Muda

“Inspirasi gue dalam membuat karya biasanya datang dari kehidupan sehari hari, dari anak dan hewan peliharaan gue, keluarga-lah intinya. Tapi kalau inspirasi pembuatan karya cerita dan bentuk karakter toys biasanya datang dari film, komik, novel, dan games”, ujar pria yang mengidolakan Frank Kozik dan Mark Nagata ini.

Nggak Melulu Disukai Anak Muda

Belum lama ini, Paulus baru saja mengeluarkan seri Kurobokan terbarunya berjudul Ice Cream Sandwich, yang terinspirasi dari es krim 1 dollar di Singapura. Proses pembuatan karya ini memakan waktu hingga 1 tahun dan dirilis pertama kali di Shanghai, China.

Buat Urbaners yang mau menekuni dunia designer toys seperti Paulus, ada beberapa  tips yang bisa lo lakuin. Salah satunya, yaitu harus menekuni karakter desain terlebih dahulu, kemudian barulah merambah ke bidang mainan. Kesulitan utamanya terletak pada pemahaman untuk mengenal karakteristik desain toys, jadi harus mendalami betul karakter desainya.

Comments
Sandi Widiyantoro
Lucu-lucu semua karakternya
Mursidin
Keren banget