STAGE BUS JAZZ TOUR
Sabtu, 25 September 2021

Saterflesh: Pelukis ‘Gelapnya’ Dunia

  • Share

Inget gak di web series MLDSPOT Stage Bus Jazz Tour 2021 : Journey of Inspiration Episode 1, Lea sempat video call sama seorang senimal asal Bogor bernama Saterflesh? Saterflesh adalah nama jalanan dari Dimas Satria Putra, seorang seniman muda yang kerap mengulik sisi gelap dan gejolak batin manusia. Spontanitas dengan teknik splatter, brush, serta stensil yang ekspresif menjadi identitas setiap karya yang terpajang di akun Instagram Saterflesh.

Nama Saterflesh sendiri tercetus dari pameran ‘Maternal Disaster’ yang diikuti Dimas tahun 2016 silam. “Dulu tuh DimFlesh dan Dimas Sater. Jadi ya udah lah Saterflesh aja,” jawabnya santai dalam suatu sesi wawancara.

Memilih Jalan Gelap dalam Berkarya

Adalah tenebrisme, gaya atau teknik dalam lukisan yang memanfaatkan unsur gelap atau suram untuk mendramatisir adegan. Hasilnya, sebuah ruang imajiner tanpa cahaya yang membuat suatu objek tampak kabur dan tidak sempurna. Namun ketika dikombinasikan dengan teknik stensil dan gaya khasnya yang semi-realis, hal ini justru mempertajam informasi objek sehingga lebih mudah dicerna secara visual dan rasa.

Dalam mengilustrasikan kegelapan, Saterflesh menggunakan coretan kuas dan arang yang pekat, kasar, bahkan terkesan brutal. Bahkan, alumnus UPI Bandung ini menggunakan metode kolase dan assemblage untuk memberi kesan kehancuran dalam lukisan-lukisannya. Dalam pameran tunggal berjudul ‘Reminiscence of Darkness’ tahun 2019 lalu, lukisan-lukisan ini dijual dengan rentang harga mulai dari 200 ribu hingga 5 juta rupiah.

Selalu Bereksplorasi dengan ‘Darkness’

Memanfaatkan berbagai teknik lukis yang diasahnya sejak awal-awal kuliah tahun 2011, Dimas mengangkat peliknya isu sosial, politik, dan ekonomi dunia. Entah itu kerusakan alam, gangguan mental, atau kesenjangan sosial, gak ada topik yang terlalu ‘suram’ baginya. Justru konflik-konflik inilah yang menjadi inspirasi bagi sang pelukis untuk menciptakan berbagai karya figuratif semi-abstrak yang sarat akan ‘kegelapan’ dan juga makna.

Selain berkarir sebagai pelukis, Dimas juga mendalami dunia musik. Dia pernah tergabung dalam band grindcore seperti ‘Doctrine Clone’, ‘Scowled Dislike’, dan ‘Det Plag Lust’. Dia juga punya proyek musik solo dengan aliran eksperimental yang bernama ‘gro.tez’. Jelas sekali kalo unsur ‘dark’ begitu melekat pada eksplorasi dirinya.

Mau tau lebih banyak tentang Dimas ‘Saterflesh’ Putra? Tonton interviewnya di MLDSPOT TV, dan be sure to subscribe biar lo gak ketinggalan kisah inspiratif dari seniman-seniman keren lainnya.