Home Scoop MLDJAZZPROJECT Season 4 Belajar Bagaimana Menanggapi Jurnalis
MLDJAZZPROJECT Season 4 Belajar Bagaimana Menanggapi Jurnalis

MLDJAZZPROJECT Season 4 Belajar Bagaimana Menanggapi Jurnalis

Wednesday, July 31, 2019 - 11:56
Bagikan
Facebook Twitter Email

Selain karya, apa yang lo lihat dari musisi, Urbaners? Pasti lo akan menilai dari media sosialnya bukan? Ini lah yang harus dipelajari oleh MLDJAZZPROJECT Season 4. Bagaimana mereka manage media sosialnya menjadi sebuah personal branding sebagai public figure. Nggak hanya itu saja, mereka juga harus piawai 'menaklukkan' para jurnalis yang kritis. Nah, pada 25 Juli 2019 lalu, mereka melakukan workshop dengan ekspertis media sosial dan jurnalis senior yakni Ardian Atmaka selaku Head of Strategy MLDSPOT dan Ryan Kampua selaku Editor Chief LesehanMusik.com. Apa saja masukkan yang mereka dapatkan pada workshop tersebut? Check this out!

 

Mengenal Seluk Beluk Tentang MLDSPOT

Mengenal Seluk Beluk Tentang MLDSPOT

 
Sesi pertama workshop Ardian Atmaka terlebih dahulu memperkenalkan apa itu MLDSPOT. Dan bagaimana MLDSPOT ikut berperan untuk memajukan local greatness dengan 4 pilarnya yakni Inspiring Products, Inspiring Places, Inspiring People dan Inspiring Communities. Ardian juga memaparkan apa saja yang selama ini MLDSPOT dilakukan demi mendukung ke-4 pilar tersebut dari activity online sampai offline. Hal ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi antara MLDSPOT dengan para personel MLDJAZZPROJECT Season 4. Karena bisa dibilang mereka sudah masuk dalam kategori Inspiring People.

 

Jauhi Media Sosial Saat Emosi

Setelah selesai penjelasan singkat tentang seluk beluk MLDSPOT. Ardian Atmaka juga menjelaskan tentang Do & Dont's yang harus diperhatikan di media sosial khususnya bagi public figure. Karena tidak bisa dipungkiri, media sosial kini memiliki andil yang besar akan kesuksesan mereka. Tidak hanya kesuksesan, tetapi juga boomerang. Jika tidak hati-hati lo juga bisa 'jatuh' karena media sosial. So, inilah pentingnya memerhatikan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di media sosial.

Jauhi Media Sosial Saat Emosi

 
Contohnya jika ingin bermain di media sosial untuk personal branding, lo harus memiliki konsistensi dalam posting, dan setiap posting baiknya memiliki cerita, tidak harus sesuatu yang serius tetapi lebih bagaimana lo mengekspresikannya dengan jujur. Karena nantinya siapapun yang melihat dapat menilai bagaimana diri lo melalui media sosial. But make sure, jadilah diri lo sendiri, tidak perlu menyamakan dengan orang lain, you have your own uniqueness. Dan hal yang paling penting adalah, jauh kan media sosial saat sedang emosi. Seperti kata pepatah, "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga," penyebaran di media sosial begitu cepat bahkan hanya hitungan detik, jangan karena lo posting saat sedang emosi, akan merusak semua yang telah lo perjuangkan.

MLDJAZZPROJECT Season 4 cukup penasaran dengan apa yang Ardian Atmaka sampaikan pada kala itu. Karena mereka ingin mulai fokus di media sosial sebagai salah satu wadah keberhasilan dalam karir bermusik. Dan mereka sangat terlihat tidak ingin salah langkah. Seperti Timothy yang bertanya tentang feed salah satu musisi Indonesia yang tidak hanya soal musik, tetapi juga art. Tidak masalah jika memiliki interest yang lain, bahkan followers lo akan senang jika mengetahui kehidupan lo di luar yang mereka ketahui. Masukan ini tidak hanya berlaku untuk musisi saja, Urbaners. Tetapi bermanfaat untuk semua orang yang menggunakan media sosial, termasuk lo.

 

Jawaban yang Jurnalis Harapkan dari Musisi

Jawaban yang Jurnalis Harapkan dari Musisi

 
Kini giliran Ryan Kampua yang mengupas habis love-hate relationship antara jurnalis dan musisi. Ia ingin membekali MLDJAZZPROJECT Season 4 bagaimana cara musisi menanggapi media dan jurnalis. Begitu pun sebaliknya, bagaimana pandangan jurnalis terhadap para musisi. Pertama, Ryan memaparkan bahwa para jurnalis menginginkan sesuatu yang jujur dan dikatakan dengan gamblang dengan cara lo. Jurnalis menyukai konflik, itu benar adanya. Karena itu adalah berita yang cukup ditunggu. Tapi lo bisa mengatasi itu semua dengan jawaban yang pintar, Urbaners! Jawaban pintar yang dimaksud adalah bagaimana wawasan, komunikasi, body language, dan attitude lo berkolaborasi hingga membuat para jurnalis terdiam.

 

Ketegangan saat Simulasi Tanya Jawab dengan Jurnalis

Ketegangan saat Simulasi Tanya Jawab dengan Jurnalis

 
Tidak hanya menjelaskan secara rinci apa yang diinginkan para jurnalis, Ryan Kampua juga mengadakan sesi simulasi tanya jawab saat itu juga. Ketegangan mulai terasa, Saat MLDJAZZPROJECT Season 4 mulai disejajarkan dan bertatapan langsung dengan Ryan Kampua persis seperti situasi Press Confrence.

Ryan Kampua selaku jurnalis hanya melontarkan pertanyaan singkat nan tricky yakni "Apa alasan lo bermusik?" Para personel MLDJAZZPROJECT Season 4 pun menjawab satu per satu dengan raut muka yang nervous dan terbata-bata. Dari semua jawaban yang keluar, Ryan Kampua langsung megungkapkan pendapatnya bahwa "MLDJAZZPROJECT Season 4 belum siap." Karena jika menjadi sebuah band, lo harus memiliki jawaban yang disimpulkan menjadi 1, meskipun memiliki opini yang berbeda, tetapi harus ada benang merah diantara satu dan lainnya.

Ketegangan saat Simulasi Tanya Jawab dengan Jurnalis

 
Simulasi ini berlangsung cukup alot dengan pertanyaan-pertanyaan menjebak dari Ryan Kampua, tetapi terlihat semakin diuji, mereka semakin terampil dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Meskipun hanya berupa simulasi, tetapi para personel cukup serius merespon semua materi yang ada. Hal ini sangat menunjukkan bahwa mereka benar-benar serius ingin memperbaiki ketidaksiapan tersebut. Well done, MLDJAZZPROJECT Season 4!