• News
  • MLDSPOT TV X NET Episode 13: Semua Tentang Kuliner

MLDSPOT TV X NET Episode 13: Semua Tentang Kuliner

Tue, 11 June 2019
Semua Tentang Kuliner

Sudah nonton MLDSPOT TV x NET Season 3 Episode 13? kali ini membahas content yang nggak jauh dari kuliner, Urbaners! Mulai dari Djournal House dengan coffee mocktail berbagai varian rasa, Lapo Bonga-Bonga yang menyajikan masakan khas Batak yang 100% halal sampai sosok Billy Oscar yang sukses menjadi konsultan branding berbagai restoran di Jakarta. Buat lo yang kemarin nggak sempet nonton, here's the recap special for you!

 

Memadukan Konsep Coffe Shop & Bar

Satu lagi cafe terbaru dari Ismaya Group yang harus lo kunjungi! Djournal House dengan konsep casual nan elegan, memadukan nyamannya coffee shop dengan elegansi cocktail bar. Terletak di daerah Jl. Gunawarman No.11 A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menu yang ditawarkan pun lebih beragam dari Djournal Coffee yang selama ini lo kenal, Urbaners. Mereka juga menyediakan kopi cocktail yang menjadi ciri khasnya, seperti Djakarta Roast Martini, Tequila Espresso Martini, Bali Sunset, Coffee Mojito, hingga Whisk Me Up. Dan yang lebih unik lagi, terdapat cupping room untuk siapa saja yang mau belajar membuat latte art! Belum selesai, di Djournal House juga banyak properti Instagramable yang menjadikan Djournal House sebagai tempat nongkrong ideal, sebut saja deretan vinyl memenuhi dinding-dindingnya. Nggak heran jika tempat ini jadi basecamp Darling Records yang selalu melakukan live performance pada Rabu malam. Penasaran sama ambience tempat ini? Langsungs aja datang, Urbaners!

Lapo Halal Buatan Chicco Jerikho dan Rio Dewanto

Apa yang ada dipikiran lo kalau mendengar kata Lapo? Restoran khas Batak ini memang menyajikan makanan non-halal yang membuat tidak semua orang dapat mencobanya. Namun Chicco Jerikho dan Rio Dewanto memberikan solusi itu semua, Urbaners! Mendirikan Lapo Bonga-Bonga yang 100% halal, membuat semua orang dapat menikmati hidangan khas Batak seperti Rondang Bolut, Mie Gomak, Ikan Arsik, Sayur Pakis Rebung, hingga Daun Ubi Tumbuk disajikan dengan model prasmanan. Makanan yang biasanya dimasak dengan bahan yang non-halal diganti dengan bahan yang mirip hingga rasanya pun tidak jauh berbeda. Contohnya Ayam Bumbu Saksang. Biasanya, Bumbu Saksang menggunakan bahan berupa darah ayam. Namun, darah ayamnya diganti dengan hati ayam yang kemudian dihaluskan agar rasanya sama dengan rasa darah.

 

Konsultan Kuliner Tidak Perlu Bisa Masak

Kegemarannya akan kuliner sejak kecil, membawa Billy Oscar sampai ke titik sekarang. Tidak hanya seorang food blogger dan food enthusiast, ternyata pria ini juga sosok dibalik kesuksesan restoran-restoran ternama di Jakarta dan sekitarnya. Mendirikan F&B Brand Building dan Marketing Consultant bernama Soal Perut, Billy Oscar ahli dalam membuat konsep dari restoran, menciptakan menu yang menarik untuk pelanggan, memberikan training untuk merekrut karyawan restoran, hingga memaparkan strategi digital marketing di media sosial restoran. Lucunya, Billy malahan tidak bisa masak sama sekali, ia hanya seseorang yang menikmati makanan dengan rasa dan sajiannya.  Jujur adalah konsep utama Billy, ia akan berbicara apa adanya tentang apapun hidangan yang disantap tanpa sugar-coating. Nggak heran jika Billy dipercaya untuk membantu banyak chef ternama di Indonesia sebut saja William Gozali, Eddrian Tjhia, Arimbi Nimpuro, Renatta Moeloek, hingga chef senior William Wongso dalam membantu berbagai pebisnis F&B di seluruh Indonesia.

 

 

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.