Trending

Cici Claypot Bandung: Sajian Sedap dalam Semangkuk Tembikar

Urbaners, skena kuliner di Kota Bandung memang nggak pernah ada matinya, ya! Buat lo yang mencari ragam kuliner sedap yang bisa menemani di tengah udara dingin Bandung, lo wajib mengunjungi kedai Cici Claypot yang terletak di Jl. Trunojoyo No.58, Tamansari, Bandung. Menggunakan teknik masak yang out of the box, Cici Claypot adalah resto pertama di Bandung yang menyajikan hidangan hangat di semangkok tembikar. Sensasinya beda banget!

Yuk, simak di sini apa saja keistimewaan dari Cici Claypot!

Cinta Pribadi ke Hidangan Claypot

Belum satu tahun berdiri, sudah banyak menu yang bikin antri panjang!

Cici Claypot baru aja didirikan pada bulan Februari 2019 oleh Shasya Pashatama. Cewek yang hobi traveling ini adalah seorang blogger dan content creator yang sering membagikan pengalamannya lewat Instagram (@surgamakan). Hobi jalan dan kuliner menambah pengalaman Shasya tentang ragam hidangan lokal hingga luar negeri. Ia mengaku sangat menyukai hidangan claypot, namun kesulitan untuk menemukannya di tempat tinggalnya di Bandung.

Hidangan claypot sendiri sebenarnya berasal dari Malaysia dan Singapura. Biasanya, mereka memasak nasi dengan tembikar, kemudian menambahkan lauk seperti sosis dan sayur-sayuran. Untuk mencapai rasa yang khas, hidangan claypot harus dimasak menggunakan kompor arang. Proses masak yang tradisional ini memakan waktu lebih lama, kira-kira 15-30 menit sebelum hidangan siap untuk disantap.

“Karena nggak ada restoran yang menyediakan claypot di Bandung, saya jadi tertarik untuk memulainya. Saya ingin mengenalkan asyiknya bersantap di claypot, yang pastinya berbeda dari makan di piring biasa,” kata Shasya.

Lantas, apa yang membuat hidangan claypot lebih berkesan dibandingkan masakan biasa? Menurut Shasya, proses memasak dengan claypot membuat setiap menu menjadi lebih aromatik dan punya cita rasa yang ‘nendang’. Begitu mangkuk tembikar disajikan, lo bisa melihat asap yang mengepul dan merasakan aroma makanan yang nikmat banget. Karena disajikan di tembikar, maka suhu hidangan akan selalu panas sampai suapan terakhir. Cocok banget kan buat menemani dinner di tengah dinginnya Kota Bandung?

Diciptakan oleh blogger Shasya Pashatama, banyak menu berasal dari Singapura dan Malaysia

“Untuk menu rekomendasi, sejauh ini yang paling laris adalah Mie Kriuk Siram Sapi pakai telur. Kami menggunakan mie renyah, sayuran, kuah kaldu kental, daging sapi, dicampur dengan telur yang dimasak pakai tembikar. Tekstur yang beragam bikin hidangan ini jadi best-seller, mungkin karena nggak ada tempat lain yang menjualnya. It’s very easy to love!” ungkap Shasya.

Selain Mie Kriuk Siram Sapi, masih banyak menu lain yang bisa lo cobain, Urbaners. Ada nasi hainan, nasi buncis cah sapi, sampai nasi goreng. Walaupun menunya sudah familiar, tapi menyantapnya dengan semangkuk tembikar bakal memberikan cita rasa yang berbeda, lho. Misalnya, untuk menu nasi, lo bisa menemukan elemen crispy dari sisa-sisa nasi yang sengaja dibikin gosong dan menempel ke pot. Itu juga salah satu hal favorit yang disukai Shasya dari hidangan claypot.

Suka Duka Membesarkan Cici Claypot

Kesibukan yang padat tidak menghambat passion Shasya berkat dukungan orang terdekat

Walaupun hobi traveling dan punya kesibukan tinggi, Shasya tetap meluangkan waktu untuk membesarkan sendiri Cici Claypot menjadi salah satu spot makan ter-hits di Bandung. Ia bahkan ikut memasak sendiri hidangannya, Urbaners!

Setelah beberapa bulan menjalankan bisnis, Shasya nggak banyak menemukan rintangan karena sambutan masyarakat terhadap hidangan Cici Claypot sangatlah baik. Ia mengaku senang karena banyak sekali teman-teman yang mendukungnya. Apalagi, ketika ia sedang berada di Cici Claypot, ia banyak menambah teman baru dari para langganan yang sering datang.

“Salah satu hal paling berkesan sebagai owner adalah kalau melihat pelanggan yang datang berulang kali. Pertama mereka datang sendiri, lalu mengajak teman, keluarga, sampai ada juga yang mengajak kakek dan nenek. Kadang mereka jalannya sudah susah, tapi mereka mau menyempatkan datang untuk mencoba makanan Cici Claypot, rasanya buat saya membahagiakan sekali,” cerita Shasya.

Hal itu juga membuktikan kalau hidangan Cici Claypot pas banget untuk pengunjung berbagai usia. Banyak pengunjung yang menjadikan Cici Claypot sebagai tempat makan comfort food, terutama didukung juga karena harganya yang terjangkau.

Supaya pelanggan nggak bosan dengan menu yang ada, Shasya terus berinovasi dan mencoba racikan menu baru. Karena ia sering berjalan-jalan dan selalu berwisata kuliner di tiap negara yang ia singgahi, Shasya selalu mendapatkan ide-ide baru untuk dijadikan menu. Tentunya, semua hidangan selalu disesuaikan dengan lidah dan selera orang Indonesia. Selain itu, banyak juga menu dari Cici Claypot yang sebenarnya berasal dari menu khas keluarga yang sering dimasak di rumah.

Jadi Urbaners, kalau lo penasaran buat mencoba sajian sedap dalam semangkuk tembikar, langsung aja kunjungi @CiciClaypot di Bandung, ya!