• Buzz
  • Tesla Motors Bikin Pabrik Baterai Terbesar Di Dunia

Tesla Motors Bikin Pabrik Baterai Terbesar Di Dunia

Fri, 10 June 2016

Pada tahun 2007, CEO Tesla Motors pada saat itu Martin Eberhard mengundurkan diri. Elon Musk langsung menjadi President of Technology dari Tesla Motors. Di tangan Elon Musk, total pendanaan yang didapat oleh Tesla Motors sekarang mencapai 1,5 miliar dolar atau sekitar 15 triliun rupiah. Dan lo tahu berapa keuntungan penjualan Tesla Motors pada tahun 2015 lalu? Sebesar 4.4 miliar dolar!

Mobil elektriknya sangat digemari oleh semua orang di dunia. Tanpa bensin dan ramah lingkungan, membuat mobil Tesla ini ada dimana-mana. Mobil ini hanya membutuhkan charger dan baterai untuk tenaga penggeraknya. Saat ini ada total 125 ribu mobil elektrik di seluruh dunia. Itu berarti Tesla membutuhkan baterai dan charger dalam jumlah yang besar. Karena itu, pada bulan Juli besok, Tesla Motors akan meresmikan pabrik baterai terbesar di dunia.

 

Pabrik ini bernilai 5 miliar dolar

Ada yang mengatakan bahwa Tesla Motors ini nggak hanya menjual mobil elektrik, tetapi juga menjual baterai. Semakin banyak yang menggunakan mobil elektrik milik Tesla, tentu semakin banyak pula yang membutuhkan baterai isi ulang. Untuk membuat pabrik baterai terbesar di dunia ini, Tesla Motors mengeluarkan uang sebesar 5 miliar dolar. Jumlah ini termasuk biaya operasional mulai tahun 2016 ini sampai tahun 2020.

Nantinya Gigafactory ini dapat menyediakan baterai mobil sebesar 50 GWh pak baterai. Jumlah tersebut diyakini cukup untuk menyuplai 500 ribu mobil setiap tahunnya. Jadi sudah terlihat kan, berapa target penjualan mobil elektrik ini tahun 2016 dan tahun-tahun berikutnya?

 

Mobil Tesla ini bisa di charge di mana saja

Sebagai informasi nih Urbaners, ketika lo mempunyai mobil elektrik, lo nggak bisa charge mobil itu di rumah. Lo harus mengisi “bensin” ini di tempat yang telah disediakan oleh Tesla Motors. Tesla Motors ini menamakan produknya “Destination Charging”. Dan di Amerika Serikat, sudah ada sekitar 500 tempat untuk “isi bensin”. Pada awal tahun 2016 ini, Tesla Motors menambahkan sekitar 100 tempat yang ramai dikunjungi, misalnya restoran, hotel, dan pusat perbelanjaan.

Gimana Urbaners, walaupun lo sangat tertarik dengan mobil listrik dan bisa membelinya. Lo nggak akan bisa “ngecharge” di Indonesia, karena masih belum ada tempatnya.

 

 

Source: cnet.com

6 Tokoh Ini Dapat Gelar Pahlawan Nasional 2019

Friday, November 22, 2019 - 13:15
Presiden Joko Widodo berdiri di depan foto-foto para Pahlawan Nasional.

Dalam rangka Hari Pahlawan 2019 yang jatuh pada tanggal 10 November, Presiden Joko Widodo memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 tokoh. Hal ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 120 TK 2019 yang ditandatangani pada 7 November 2019. Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada ahli waris di Istana Negara, Jakarta Pusat.

 

Roehana Koeddoes

Sosok Roehana Koeddoes, memakai semacam bandana di kepala

Sepupu dari H. Agus Salim ini merupakan pendiri dari surat kabar Sunting Melayu. Sebelumnya, beliau menekuni bidang jurnalistik melalui surat kabar Poetri Hindia. Roehana Koeddoes memiliki keinginan agar wanita di daerahnya memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih. Itulah kenapa jajaran direksi dan penulis di Sunting Melayu berasal dari kaum wanita.

 

A.A. Maramis

A.A Maramis berpose formal dengan mengenakan jas dan dasi kupu-kupu.

Sebagai Menteri Keuangan Indonesia yang kedua, A.A. Maramis berperan penting dalam perkembangan dan percetakan uang kertas yang pertama di Indonesia. Tanda tangan beliau bahkan tertera pada uang kertas tersebut. Nggak cuma itu, pria kelahiran 20 Juni 1897 ini juga merupakan anggota dari Panitia Lima yang dibentuk oleh Soeharto, presiden kedua Indonesia, untuk mendokumentasikan rumusan Pancasila.

 

Sarjito

Sardjito mengenakan jas berwarna hitam

Pria asal Magetan ini sangat berjasa dalam menciptakan vaksin untuk kolera, typus, dan disentri. Sarjito juga cukup aktif dalam organisasi Budi Utomo di Jakarta. Bersama dengan dokter Sanusmo, Prof. Sutarman, dan dokter Pudjodarmohusodo, Sarjito mendirikan Fakultas Kedokteran Republik Indonesia di Solo dan Klaten pada 5 Maret 1946. Saat ini, fakultas tersebut telah berkembang dan menjadi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

 

K.H. Masjkur

Ilustrasi sosok K.H. Masjkur, yang mengenakan kacamata dan pakaian berwarna cokelat.

Perjuangan K.H. Masjkur dalam kemerdekaan Indonesia dilakukan beliau dengan bergabung menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA). Selain itu, beliau juga mengumpulkan pemuda Islam dalam laskar khusus untuk ikut turun seiring perobekan bendera di Hotel Yamato, Surabaya. Laskar ini jugalah yang turut melawan tentara Inggris yang marah setelah Mayor Jenderal Mallaby tewas.

 

Abdul Kahar Mudzakkir

Ilustrasi sosok Abdul Kahar Mudzakkir, sedang memakai kacamata dan pakaian berwarna abu-abu.

Sempat menempuh pendidikan di Kairo, Mesir, Abdul Kahar Mudzakkir turut mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia di Timur Tengah. Melalui tulisan-tulisan di sejumlah surat kabar, pria asal Yogyakarta ini juga membawa nama Indonesia. Di samping itu, beliau juga terlibat dalam perumusan bentuk negara bersama sejumlah tokoh Islam.     

 

Sultan Himayatuddin

Gambar dari Sultan Himayatuddin, memiliki brewok, dan memakai semacam bandana.

Sultan Himayatuddin adalah seorang sultan dari kerajaan Buton, Sulawesi Tenggara. Beliau berperan dalam memutuskan untuk mengakhiri perjanjian antara Kesultanan Buton dan VOC. Bersama dengan rakyatnya, Sultan Himayatuddin merancang strategi di dalam hutan untuk melawan VOC. Perjuangan tersebut berhasil membuat VOC akhirnya keluar dari Buton.

 

Melalui caranya masing-masing, keenam sosok tersebut sudah berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Ikut senang rasanya melihat mereka mendapat gelar Pahlawan Nasional!