Home Scoop Difficulties Make You One Step Closer To Reach Your Goals

Difficulties Make You One Step Closer To Reach Your Goals

Monday, July 25, 2016 - 19:20
Bagikan
Facebook Twitter Email

Sukses didapatkan bukan tanpa usaha, untuk mencapai itu semua, lo harus melewati berbagai rintangan yang akan membuat lo ingin berhenti, tapi disitulah ujiannya, Urbaners. Rintangan atau kendala yang lo hadapi nantinya akan menjadi 'bumbu' kehidupan, dan tentunya pembelajaran untuk diri sendiri kedepannya. Seperti yang diceritakan para nara sumber MLD SPOT TV Launching di Bandung kemarin nih Urbaners. Angga Sasongko 'Filosofi Kopi, Lucky Dana Aria 'Matoa, Marchella FP 'Generasi 90an' dan Syagini Ratna Wulan 'Blibliotea' bercerita tentang perjalanan usaha mereka sampai mendapatkan kesuksesan seperti sekarang.

Lucky bercerita pada awal mula membuat Matoa, ia masih menggunakan vendor dalam pengerjaan produknya, jadi keterlambatan, atau kekurangan sering saja terjadi. Tidak hanya itu, pada awalnya brand ini juga kurang dianggap, bahkan dicemooh. Banyak yang bilang Matoa adalah gelang kayu yang overpriced, mereka men-judge tanpa melihat kesulitan dan kualitas dari pembuatan jam ini sendiri. Karena tidak bisa dipungkiri, pada zaman itu, kultur Indonesia masih berkiblat pada brand luar negeri yang terkenal, sehingga adanya produk lokal masih kurang dianggap.

Angga pun juga 'curhat' tentang pembuatan film yang memiliki kompleksitasnya sendiri, karena membuat sebuah film tidak hanya menciptakan sebuah karya tetapi juga terdapat unsur industri didalamnya. Bagaimana sebuah karya dikemas menjadi suatu industri yang menguntungkan. Angga bercerita bahwa ia tidak hanya menjadi produsen yang memproduksi suatu film berkualitas, tetapi harus melihat sisi marketing yang menjual. Belum lagi tentang kebijakan pemerintah yang memiliki ketentuan mutlak. Itulah yang menjadi tantangan terberatnya dalam membuat suatu film.

Meskipun mereka berada di bidang yang berbeda-beda dengan tantangan yang beragam, tetapi dalam membuat suatu karya baik itu film, suatu barang, buku ataupun seni murni, mereka memiliki 'benang merah' untuk solusi itu semua, yaitu "Keyakinan bahwa semua dapat terpecahkan, dan keep movin’ on". Syagini berpendapat bahwa suatu kendala adalah permasalahan yang harus diperbaiki. Seperti halnya bermain sebuah game yang memiliki tingkat kesulitan berbeda di tiap levelnya. Syagini juga memiliki keyakninan sederhana dengan impact yang cukup besar yaitu, apapun permasalahan yang dihadapi, jalani saja dan teruslah melangkah walaupun perlahan, at least ada yang bisa dilakukan hari ini.

Marchella juga menambahkan tentang opini yang sering sekali membuat kita jatuh, menurutnya, jangan terlalu memusingkan tentang kritik orang lain. Kritik positif dijadikan motivasi, dan yang negatif dibuang saja. Karena jika sebuah karya masih di kritik, berarti karya tersebut memiliki ketertarikan tersendiri. Setuju nggak, Urbaners?