Sistem Direct to Costumer Bikin Konsumen Seakan Jadi 'Rekan' Bisnis Lo! - MLDSPOT
  • Buzz
  • Sistem Direct to Costumer Bikin Konsumen Seakan Jadi 'Rekan' Bisnis Lo!

Sistem Direct to Costumer Bikin Konsumen Seakan Jadi 'Rekan' Bisnis Lo!

Tue, 17 November 2020
sistem direct to consumer ini bisa lo adaptasi di bisnis yang sedang lo jalani bro, biar dapat konsumen yang loyal!

Siapa yang nggak mau buat dapat kesetiaan dari konsumen? Pasti semua pebisnis yang menjual produk atau jasa – menginginkan konsumennya loyal terhadap apa yang mereka tawarkan dan mereka jual. Namun, bagaimana mendapatkan kesetiaan itu?

Selain produk dan jasa yang lo tawarkan mempunyai kualitas yang tetap terjaga dengan baik, ada satu hal yang perlu lo ketahui juga, bro: membuat konsumen selalu dekat dengan produk atau jasa lo dan jadikan mereka seakan ‘rekan bisnis’.

Hal ini perlu lo lakukan agar konsumen memastikan kalau produk atau jasa yang lo tawarkan memang sesuai dengan kebutuhan mereka. Perlu lo ketahui bro kalau konsumen sudah berpikir kalau produk atau jasa yang lo tawarkan bukan kebutuhan mereka, mereka bakal langsung move on.

Oleh karena itu, segala produk atau jasa yang lo tawarkan – pastikan memang sudah sesuai dengan profil konsumen yang lo targetkan. Ini artinya juga lo mesti riset dulu – seperti apa konsumen yang lo inginkan, konsumen yang seperti apa yang bakal cocok sama produk atau jasa yang lo tawarkan, semuanya mesti matched, bro.

Memenangkan hati konsumen memang susah-susah gampang nih bro. Tapi tenang – ada hal yang bisa lo ketahui untuk bisa mendapatkan hal itu. Salah satu hal atau sistem yang bisa lo ketahui adalah sistem Direct to Consumer.

Jelas sekarang lo sudah penasaran nih sama istilah yang satu ini. Tenang bro – lo sudah berada di halaman artikel yang tepat buat mengetahui istilah di atas. Sekarang daripada lo makin penasaran, sila simak bahasan kali ini sampai habis buat tahu selengkapnya ya!

 

Apa Itu Direct to Consumer?

sistem direct to consumer ini bisa lo adaptasi di bisnis yang sedang lo jalani bro, biar dapat konsumen yang loyal!

Credit Image: freepik.com

Istilah ini adalah sebuah sistem, bro – atau bahasa sederhananya adalah sebuah pendekatan atau cara untuk brand, atau produk serta jasa yang lo tawarkan untuk target konsumen. Apakah lo sudah paham kalau konsumen itu selalu ingin meminta lebih dan ingin merasa puas ‘sekarang juga’?

Nah, sistem atau pendekatan direct to consumer adalah cara yang bisa lo terapkan untuk ke tipe konsumen yang seperti itu. Hal ini terkait dengan dasar kalau konsumen tersebut sebenarnya sudah merasa cocok dengan produk atau jasa yang lo tawarkan.

Namun, mereka tetap meminta lebih – dengan imbalan, mereka akan setia dengan produk atau jasa yang lo jual ke mereka. Hal ini adalah celah yang bisa lo manfaatkan untuk mendapatkan terus retention atau keuntungan.

Lalu ada effort apa untuk memanfaatkan celah tersebut? Nah di sinilah sistem direct to consumer akan bekerja dengan baik, bro. Sistem direct to consumer biasanya menjadi sebuah usaha yang memang langsung benar-benar menghadapi si konsumen tersebut.

 

sistem direct to consumer ini bisa lo adaptasi di bisnis yang sedang lo jalani bro, biar dapat konsumen yang loyal!

Credit Image: thrillist.com

Mengajak ngobrol, membicarakan banyak hal – perlakukan konsumen tersebut layaknya teman bahkan sampai ke ‘rekan bisnis’. Tanyakan ke mereka apa yang bisa lo tingkatkan sebagai pebisnis dari produk atau jasa yang ada.

Percaya atau nggak nih bro – konsumen bakal senang kalau dimintai feedback, lho. Misalnya untuk produk atau jasa yang sudah mereka senangi, mereka tentu ingin produk atau jasa itu terus terjaga kualitasnya – tanyakan kepada mereka bro, apa yang mereka mau dan yang mereka butuhkan.

Memang tidak semuanya bisa lo lakukan, tapi minimal lo mendapatkan insight secara gratis dari konsumen langsung. Well, satu hal yang jelas – lo perlu mempunyai tim yang mumpuni untuk benar-benar dekat berkomunikasi dengan konsumen.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan yang ada di atas – apakah lo sudah paham soal sistem direct to consumer? Kalau iya, dan sekiranya cocok dengan bisnis yang sedang lo jalani ini, lo bisa terapkan lho bro!

 

Feature Image – stocksy.com

UI/UX Writer jadi Posisi yang Fundamental di Era Industri Digital!

Mon, 23 November 2020
ui/ux writer adalah seseorang yang mampu membuat konsumen nyaman di website yang ia masuki, terlebih sampai tujuan pebisnisnya tercapai, konsumen beli produk atau jasa yang ada di dalam website tersebut

Jika lo berkecimpung di dunia bisnis terlebih bisnis yang lo jalankan menggunakan sosial media bahkan sampai ke website, ada baiknya lo mempunyai tim yang mumpuni di masing-masing bidangnya bro. Industri bisnis 4.0 ini membuat diri lo bisa bersaing dengan siapapun dan apapun.

Terlebih jika model atau bentuk bisnis lo adalah sebuah start up. Bentukan bisnis seperti start up membutuhkan beberapa orang yang profesinya mungkin jika ditelisik, nggak semua orang akrab dengan profesinya, salah satunya adalah UI/UX Writer.

Betul bro, kata writer di profesi itu adalah memang bisa diartikan sebagai penulis. Namun bukan sembarang penulis. Jika sekarang lo malah bertanya pada diri lo apakah lo membutuhkan orang dengan profesi seperti itu, jelas jawabannya adalah butuh.

Kemajuan start up lo untuk bisa dikenal oleh banyak kalangan dan bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar lagi untuk berkembang bisa dipengaruhi oleh hasil karya dari seorang UI/UX writer. Memang profesi ini sebenarnya ngapain sih?

Di internet sendiri – masih banyak lho yang salah mengartikan siapa UI/UX writer ini. Tidak sedikit mereka di luar sana yang mengartikan profesi ini sama dengan seperti Content Strategist, Content Designer dan masih banyak istilah lainnya.

Padahal, semua istilah yang disebutkan tadi – cukup mempunyai perbedaan yang begitu siginifikan terkait dengan UI/UX writer. Lalu sebenarnya itu profesi yang seperti apa sih? Daripada lo penasaran sendiri, sekarang sila simak bahasan kali ini sampai habis buat mengetahui selengkapnya ya!

 

Kenalan Sama UI/UX Writer!

ui/ux writer adalah seseorang yang mampu membuat konsumen nyaman di website yang ia masuki, terlebih sampai tujuan pebisnisnya tercapai, konsumen beli produk atau jasa yang ada di dalam website tersebut

Credit Image: unsplash.com

 

ui/ux writer adalah seseorang yang mampu membuat konsumen nyaman di website yang ia masuki, terlebih sampai tujuan pebisnisnya tercapai, konsumen beli produk atau jasa yang ada di dalam website tersebut

Credit Image: facemweb.com

Sebelum lo tahu seperti apa profesi yang satu ini, hal fundamental yang perlu lo ketahui terlebih dahulu itu adalah apa itu UI/UX. Kalau dari singkatannya UI adalah User Interface dan kalau UX adalah User Experience.

Dua hal tersebut adalah hal yang bakal dilihat pertama kali oleh konsumen jika produk atau jasa yang lo tawarkan berada di internet, berbentuk konten website dan segala hal terkait lainnya. Berbagai elemen terkait dengan UI, seperti layar, layar sentuh, keyboard bahkan sampai output suara menjadi hal yang penting di tampilan tersebut.

Kalau user experience adalah hal-hal yang bisa dialami dan dirasakan oleh konsumen begitu mereka masuk ke dalam website, sampai mereka akhirnya memutuskan untuk membeli produk atau jasa yang lo tawarkan atau mereka keluar begitu saja dari website bisnis lo.

Nah, agar semua tujuannya tercapai, terlebih dari lo sebagai pebisnis, yang lo mau adalah pastinya konsumen dengan nyaman bisa berlama-lama di website yang lo punya, dan mereka sibuk memilih produk mana yang bakal dibeli, betulkan?

Supaya mereka, para konsumen lo nyaman, mudah mengerti apa yang ada di dalam website, UI/UX writer adalah orang yang bisa mengarahkan konsumen lo itu, mendapatkan kenyamanan tersebut dari kata-kata yang ia buat di dalam website.

Dibantu dengan visual yang mumpuni juga, seorang UI/UX writer punya tanggung jawab untuk membuat konsumen yang datang ke dalam website lo, mengerti apa yang lo jual baik produk atau jasa – dan akhirnya mereka membeli sesuatu di dalamnya.

Hal ini juga terkait dengan datangnya mereka kembali ke website lo karena mereka nyaman dengan segala apa yang mereka lihat dan yang mereka rasakan. This is what UI/UX writer do, bro. Membuat konsumen lo nyaman dan terus membeli produk atau jasa yang ada di dalam website tersebut.

Segala directions, baik yang ada di tombol, yang ada di banner utama, tulisan yang ada di menu utama – hampir semua elemen di dalam website yang menggunakan kata-kata – UI/UX writer lah yang bertanggung jawab.

Percaya atau nggak bro – dengan memberikan kata-kata yang tepat, pasti konsumen bakal semakin mudah mengerti dan nyaman di dalam website untuk melihat-lihat dan sampai membeli produk atau jasa yang lo tawarkan.

Memang sih UI/UX writer tidak bisa sendirian mengerjakan hal itu semua. Mesti ada designer yang membantunya menciptakan visual yang appealing juga bro. Jadi semuanya makin mudah dimengerti dan membuat siapapun yang datang ke website tersebut nyaman.

Coba refleksikan kepada diri lo sendiri, jika lo datang atau masuk ke dalam sebuah website, lalu kata-kata di dalam menu atau di manapun yang ada di website itu tidak jelas, pasti lo langsung membuang ketertarikan lo dan menutup halaman website tersebut kan?

Untuk menghindari hal tersebut, lo membutuhkan UI/UX writer yang mumpuni. So now do you get what I mean about this, hmm?

 

Feature Image – learn.g2.com