Apa Itu Manual Brewing? Apa Hanya Sebatas Menyeduh Kopi?

Friday, August 11, 2017 - 18:00

Bagikan

Facebook Twitter Email

Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini banyak cafe yang bermunculan. Nggak sedikit dari cafe-cafe tersebut berfokus untuk menyediakan berbagai cita rasa kopi. Teknik mereka dalam menyajikan kopi juga berbeda-beda. Berbeda cara penyajian, maka akan berbeda pula rasa kopi yang dihasilkan. alah satu teknik penyajian kopi yang sedang populer akhir-akhir ini adalah manual brewing. Kalau lo suka nongkrong di coffee shop, pasti nggak asing lagi dengan istilah yang satu ini.

Buat Urbaners yang belum tahu, manual brewing merupakan salah satu cara menyajikan kopi yang diseduh dengan cara manual, tanpa menggunakan mesin espresso dan sebagainya tapi Urbaners memerlukan kertas penyaring khusus.

 

Apa Kelebihan Manual Brewing Dibanding Teknik Lainnya?

Cara menyeduh kopi secara manual banyak digemari bukan karena tanpa alasan lho, Urbaners. Kalau kamu pergi ke cafe yang menyediakan teknik penyajian berupa manual brewing, lo bakal lebih fleksibel dalam memilih jenis biji kopinya. Barista akan memberi opsinya dan menjelaskan satu per satu kalau lo belum paham perbedaan masing-masing biji kopi. Pihak cafe biasanya juga menyediakan biji kopi lokal maupun impor.

Nah ternyata, nggak hanya biji kopinya saja yang beragam, tapi juga cara menyeduh kopi itu sendiri. Dalam metode manual brewing kopi sendiri, ada beberapa pilihan cara yang bisa lo pilih. Dari penyeduhan yang berbeda tersebut, dari satu jenis biji kopi yang sama pun, rasa yang dihasilkan akan berbeda. Lo atau teman lo yang “ahli kopi” tentu sudah tahu perbedaan rasa yang dihasilkan dari masing-masing metode. Memang pada dasarnya tujuan menyeduh kopi secara manual brewing adalah untuk menghasilkan cita rasa kopi yang unik dan berbeda dari yang selama ini ada, yakni menggunakan mesin espresso.

 

Nggak Hanya Pengertian Manual Brewing Kopi, Lo Juga Harus Tahu Teknik-Tekniknya

Buat lo yang masih pemula dan ingin tahu lebih lanjut mengenai metode-metode penyeduhan kopi, ada beberapa macam teknik dalam metode manual brewing ini. Berikut penjelasan lengkapnya.

  1. French Press
    Teknik yang pertama yakni French Press. Untuk menghasilkan karakter kopi yang lebih “bold” dan “oily” maka French Press lah metode yang lo cari. Metode French Press ini nggak menggunakan kertas filter, tapi gelas yang memiliki penekan di atasnya. Cara menyajikan kopi dengan cara ini mula-mula dilakukan dengan menuangkan bubuk kopi ke dasar gelas. Lalu tuangkan sepertiga air. Diamkan selama kurang dari satu menit lalu aduk. Lalu lo tinggal menuangkan sisa air dan di sinilah proses brewing dimulai. Oh ya Urbaners, jangan terlalu lama dalam melakukan proses brewing karena bisa membuat kopi lo terasa pahit.
     
  2. V60
    Kalau lo ingin rasa kopi yang lebih lembut, bisa mencoba V60 ini. teknik ini juga dilakukan menggunakan gelas corong berbentuk V. Dalam corong tersebut, Urbaners bakal melihat guratan-guratan kecil. Nah, guratan ini fungsinya untuk proses brewing itu sendiri. Meskipun rasa kopinya lembut, tapi kandungan asamnya lebih kuat. Dibanding French Press, teknik V60 ini memakan waktu yang relatif lebih cepat.
     
  3. Kalita Wave

    Namanya bagus ya, Urbaners. Alat penyeduh ini berasal dari Jepang. Seperti namanya, alat filter yang berbentuk menyerupai cetakan bolu ini bentuknya juga bergelombang, lho. Kalau memilih teknik ini, harus telaten ya karena proses penyeduhannya harus dilakukan secara perlahan. Teknik ini sesuai untuk lo yang ingin rasa jernih dan lembut dari kopi. Jadi, lo harus menuangkan bubuk kopi di atas kertas bergelombang tadi dan tuangkan airnya secara perlahan. Lalu tunggu hingga sekitar 45 detik. Setelah proses blooming terjadi, setelah itu tuangkan air lagi agar air mulai turun.
     
  4. Chemex
    Nah, kalau teknik-teknik di atas adalah cara menyajikan kopi secara perorangan karena jumlah kopinya relatif sedikit untuk satu kali penyeduhan, maka kali ini ada yang namanya Chemex. Chemex merupakan salah satu metode manual brewing dengan menggunakan teko besar. Jadi, lo bisa menyeduh biji kopi dalam jumlah yang banyak sekaligus. Teko ini berbentuk menyerupai jam pasir yang memungkinkan lo untuk menggunakan metode drip. Alat ini ditemukan oleh Peter Schlumbohn untuk menghasilkan rasa kopi yang lebih pekat dan kaya rasa. Lo memerlukan kertas filter untuk diletakkan di atas lalu seduh kopi pelan-pelan. Hasil seduhan akan mengalir melalui bagian X pada teko.

Nah, cukup banyak bukan cara menyeduh kopi yang bisa lo pilih dari metode manual brewing ini. Karena masing-masing rasa yang dihasilkan berbeda, maka lo wajib mencobanya satu per satu. Lo bisa mengunjungi coffee shop atau melakukannya sendiri di rumah dengan membeli alatnya. Kopi nggak hanya digunakan sebagai obat penghilang rasa kantuk, tapi juga sebagai teman nongkrong dan mencoba pengalaman baru, terutama untuk cara penyeduhannya.

 

Source: kompasiana.com

Baca juga:

Sensor Pintar Ini Bisa Bantu Lo Bikin Secangkir Teh Terbaik

Cara Edgy Bikin Kopi di Pagi Hari